PENGAWAL RASA TUAN MUDA

PENGAWAL RASA TUAN MUDA
ANTING KUPU-KUPU


__ADS_3

Tidak ada yang menyangka jika Lea berhasil menjalin kerjasama sengan Foster Grup. Lea terbilang masih sangat baru mengelola salah satu bisnis Atkinson, tapi malah sudah mendulang emas.


Suntikan dana yang Lea dapatkan, benar-benar menaikan level bisnis Grup Atkinson. Pada saat ini Lea ingin sekali bertemu dengan Tuan Elliot Foster. CEO yang dengan murah hati mau berinvestasi dalam jumlah besar ke Grup Atkinson.


Pada rapat pagi ini, Lea mengumpulkan semua staff di ruang rapat. Mereka akan merayakan keberhasilan toko mainan Atkinson bekerja sama dengan Grup terbesar yang ada di Stockholm. Will berdiri dibelakang Lea, kali ini karena hati Lea sedang merasa senang, maka dia pun sudah mau tersenyum lagi kepada Will.


Mereka saling bersulang, lalu menikmati camilan, Lea menarik lengan Tuan Hamish dan berkata, "Apa kira-kira bisa jika aku ingin bertemu dengan Tuan Eliiot Foster?"


"Ini ..." ujar Tuan Hamish sedikit terbata.


Status orang yang ingin Lea temui sangatlah tinggi. Seorang salah satu taipan keuangan di Eropa. Hampir tidak pernah muncul di publik, hanya di kalangan tertentu saja. Jadi Tuan Hamish pun merasa keinginan Lea akan menjadi hal yang sulit untuk dikabulkan.


"Jika kita tidak berusaha, maka kita tidak akan tahu hasilnya," ujar Lea.


"Jika begitu mari kita bersemangat," ujar Lea mengajak semuanya bersulang.


Yang lain bersulang, tapi Will malah terlihat sibuk melirik ponselnya. Tuan Hamish mendekati, lalu dia melihat kepada Lea. Sementara, Will tidak mengalihkan kedua matanya dari ponsel miliknya itu.


Lea menyadari hal ini, lalu dia menghampiri Will, "Ada apa?"


Will segera menyembunyikan ponselnya, Lea merasa curiga, pasti ada sesuatu yang tidak boleh dia lihat, Lea pun mengambil ponselnya, dan mencari tahu.


Bibir Lea sedikit mengkerut ketika membaca berita itu, lalu dia menghela napas. Berpikir jika ternyata ada iblis berwujud manusia, tidak pernah membalas kejahatan mereka, tapi lagi-lagi kesialan menghampiri.


Tajuk berita utama hari ini adalah, "Nona kedua Atkinson, Playgirl handal sedang membidik mangsa baru."


Lea menoleh kepada Will, lalu teringat akan janji nya kepada Tuhan. Dengan tanpa aba-aba, dia pun menarik will keluar toko.

__ADS_1


Ditarik secara tiba-tiba, Wajah Will sedikit bingung. Begitu sampai di luar toko, Lea membawa Will berdiri di tengah jalan, menatap langit sembari memicingkan matanya, menahan sinar matahari agar tidak terlalu menyilaukan matanya, "Hari ini, dihadapan semua orang, dan di hadapanMu, aku Lea Atkinson akan memenuhi janji."


Setelah berkata seperti itu, dia pun berjinjit, meletakan kedua tangannya di bahu tegap Will. Lalu dia mencium pipi pengawal pribadi-nya itu. Kedua mata Will terbelalak, seraya berpikir mimpi apa dia semalam, sehingga hari ini dia bisa mendapatkan sebuah kecupan dari seorang gadis, di depan khalayak umum.


Dengan sedikit gemetar, Will langsung memegang pipi yang baru saja Lea cium. Hatinya saat ini bercampur aduk. Sepanjang hidupnya dia baru pertama kali merasakan kebingungan mau berbuat apa selanjutnya.


Melihat ini, Lea pun langsung berkata, “ I-itu aku … aku sudah berjanji kepada Tuhan.”


Lea langsung masuk kembali ke dalam toko, meninggalkan Will di tengah jalan dalam keadaan sedikit limbung. Sebuah klakson mobil mengembalikan kesadaran pria yang sedang di landa kelimbungan dalam beberapa detik itu.


Will pun segera melangkah dengan kaki panjangnya, masuk kembali ke dalam toko mainan. Beberapa penjaga toko langsung saja berkata, “Wah, apakah kalian resmi berpacaran?”


Mendengar itu, wajah Will pun seketika jadi memerah.


Di ruang kerja Lea terlihat masih memegangi dadanya yang berdegup kencang. Beberapa pejalan kaki sempat memvideokan kejadian tadi. Lalu menyebarkannya di media sosial.


Tuan Hamish tidak melihat kejadian yang menghebohkan tadi karena masih berusaha untuk menghubungi pihak Foster Grup, selama pernjanjian kerjsama dinegosiasikan mereka tidak pernah melihat kedatangan Tuan Elliot. Selalu saja para asistennya yang datang dengan mereka.


Tuan Hamish masuk ke ruang kerja Lea, “Ya” ujar reflek Lea karena terkejut.


Tuan Hamish mengatakan jika hasilnya Nihil, mereka sama sekali tidak bisa mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan Tuan Foster.


“Belum ada jawaban,” ujar Tuan Hamish memberi tahu berita tentang permintaan Lea.


“Hmm … ternyata begitu sulit ya,” gumam pelan pelan


“Tuan Foster memang pebisnis yang sibuk dan sedikit msiterius, karena tidak semua dapat mengenali dia, selama ini rekan bisnis Foster Grup jika bernegosiasi hanya melalui dua asisten terhandalnya saja,” jelas Tuan Hamish lagi.

__ADS_1


“Ob Begitu ya,” gumam pelan Lea lagi.


Lea merasa sedikit kecewa, tiba-tiba ponsel Lea berdering, ketika menjawabnya dengan bernada lemas. Tapi, ketika mendengar apa yang dikatakan oleh pihak lawan bicaranya dia langsung saja bersemangat, “Ah iya terima kasih.”


Itu adalah kabar jika Tuan Foster bersedia bertemu dengan Lea Atkinson, tiba-tiba dia memeluk Tuan Hamish karena sangking senangnya, “Kita bisa bertemu dengan Tuan Foster,” ujar Lea.


“Siapa yang menelponmu?” tanya Tuan Hamish.


“Aku lupa menanyakan namanya, dia bilang tadi Tuan Foster menyediakan waktunya lusa di jam makan siang.”


“Benarkah, wah sungguh bintang keberuntungan sedang menyapa Grup Atkinson,” ujar Tuan Hamish.


Will berdiri di balik pintu, bersandar di dinding sambil mendengarkan percakapan senang dari dua orang yang sedan gada di ruang kerja itu. Nenek Atkinson juga ikut senang ketika mendengar kabar ini, dia tidak peduli dengan berita-berita yang menyudutkan Lea, hanya saja tetap merasa sedih melihat gadis sebaik Lea selalu saja ingin diperdayai.


Pada saat makan malam besama Nenek Atkinson, Sekali lagi dia memuji kecerdasan cucunya itu, Setelah selesai makan malam, Lea di pinta untuk datang ke kamar Nenek Atkinson, “Kemarilah."


Lea melangkah ke sofa dan duduk di sisi Nenek Atkinson, di atas meja ada sebuah kotak, “Bukalah!” ujar Nenek Atkinson.


Lea pun membuka nya, di kotak itu ada sepasang anting kupu-kupu yang sangat indah, “untukmu,” ujar Nenek Lea lagi.


“Ini indah sekali,” puji Lea dengan sedikit berkaca-kaca.


Anting kupu-kupu itu adalah hadiah pertunangan dari Earl Atkinson, Lea tahu ini begitu berarti bagi Nenek Atkinson. Lea pun merasa sangat terharu, lalu langsung memeluk Neneknya itu dan berkata, “Aku sangat menyayangimu.”


Nenek Atkinson langsung memeluk Lea dan berkata, “Terima kasih karena sudah begitu bersabar dengan para Atkinson.”


“Nenek, jangan bicara seperti itu. Kita semua adalah keluarga,” jawab Lea.

__ADS_1


Mendengar jawaban Lea maka Nenek Atkinson pun merasa puas. Dia pun berkata lagi, “Anggap saja ini jimat keberuntunganmu untuk Lusa.”


__ADS_2