
"Jangan buat aku khawatir, Ok!" Pinta Lea.
Cleo merasa terharu, Lea selain kawan baiknya, tapi juga adalah pahlawannya. Penyelamatnya ketika di masa kecil. Jika bukan karenanya, mungkin dirinya sudah tenggelam di danau.
"Beruntung, ada Will yang membawaku," cerita Cleo.
Mendengar nama Will, Lea pun teringat dengan Elliot. Berpikir saat ini pira itu sedang apa, "Lea, apa kau masih di sana?" tanya Cleo.
"Iya, aku mendengarmu," jawab Lea.
"Apa tidak ingin menjenguk?" ujar manja Cleo.
"Iya,iya aku akan segera datang," jawab Lea.
Lea pun segera merapihkan diri dan pergi ke rumah sakit. Sementara itu, di kantor Tuan Hank, Lyra lagi-lagi merengek karena mengetahui jika Lea menolak sejumlah uang yang ditawarkan oleh mereka.
Tuan Hank, berusaha untuk menghibur putrinya itu, "Tenang saja kita masih memiliki kakek Foster. Pria Tua itu pasti akan dengan senang hati membantumu."
Tuan Hank berkata lagi, "Pandai-pandailah mengambil hati Kakek Foster!"
“Ini ambilah, belikan Kakek Foster hadiah-hadiah yang mahal!” ujar Tuan Hank lagi seraya memberikan sebuah kartu Platinum.
Lyra mengambilnya seraya tersenyum, “Jika begitu aku akan pergi berbelanja sekarang,” ujarnya seraya mencium kartu itu dengan sambil tertawa puas.
Di rumah sakit, Lea langsung saja memeluk Cleo, “Oh Ya ampun mengapa sakit lagi?” ujar sendu Lea.
“Ini karena aku nakal, tidak mendengar apa kata tabib Su,” jawab Cleo.
“Iya harusnya kau melakukan anjuran diet tabib Su, mengapa nakal sekali tdak mau patuh dengar?” ujar Lea sedukit memukul tangan Cleo dengan pelan.
“Mulai sekarang aku akan menjadi penjaga kemananan dietmu,” ujar Lea seraya meletakan tangan kanannya di dada.
Cleoa pun tertawa, lalu dia membenarkan posisi duduknya, “Apa kau baik-baik saja?” tanya Cleo.
“Aku … aku sehat-sehat saja,” jawab Lea.
“Oh ayolah, kau mau membohongi siapa?” ujar Cleo, lalu berkata lagi, “Oh ayolah, kau pasti paham apa yang aku bicarakan.”
“Eolliot Foster, maksudmu?” imbuh Lea.
Cleo mengangguk seraya mengambil tangan kawan baiknya itu, Lea menghela napas lalu berkata, “Tentang pertunangan dia dan Nona Hank, aku tidak ikut campur!”
__ADS_1
“Yakin, itu tidak mengganggumu sama sekali?” tanya Cleo.
“Aku bisa melalui ini, pasti bisa, Ada kau di sini, jadi aku tidak apa-apa sekarang,” ujar Lea sembari menahan ari matanya.
Cloe langsung saja memeluk Lea, merasa simpati karena kawan baiknya ini agak sedikit tidak beruntung di dunia percintaan, “Kau akan menemukan pria yang lebih baik lagi nanti.”
“Iya … tapi,untuk saat ini aku sepertinya memilih untuk sendiri dulu saja,” ujar Lea.
Eddie Baker saat ini berada di rumah sakit, datang menjenguk Cleo. Karena dia tahu jika Lea ada bersama Cleo saat ini. Dua gadis itu menoleh ketika melihat ada yang masuk ke kamar rawat inap itu.
Eddie memasang senyuman tampannya ketika melihat jika Lea benar-benar ada di sini, “Halo Nona-nona,” sapa Eddie.
“K-kau di sini?” ujar Lea sedikit terbata.
“Kenapa, apa mengunjungi kawan tidak boleh,” ujar Eddie dengan tidak tahu malu, padahal dulu ketika kecil dulu dia dan Claudia telah membuli Cleo dengan seenaknya.
“Apa karena kisah masa kecil dulu, kau akan melarangku menjenguk Cleo?’ tanya Eddie kepada Lea.
Lea sedikit memutar kedua bola matanya seraya berkata, “Kau tidak membawa Claudia bersamammu?”
“Dia sedang sedikit sibuk, karena itu aku hanya datang sendiri,” jawab Eddie.
“kau belum menikah,” ujar Eddie lagi.
“Aku menikah atau tidak bukan urusanmu!” jawab Lea dengan nada sedikit menghardik Eddie.
Eddie menarik tangan Lea dan berkata, “Apa kau lupa dengan penawaranku, jika kau kembali ke sisiku maka aku akan menjadikanmu Ratu, aku akan memberikanmu segala kemewahan,” bujuk Eddie lagi.
Lea menghempaskan tangan Eddie, lalu dia bersedakap tangan seraya berkata, “kau ini sungguh mengajak aku bercanda ya?”
“Aku serius dengan apa yang aku katakan!” jawab Eddie.
“Kau harus tahu bahwa cinta itu diciptakan oleh Tuhan. Ketika cinta diciptakan oleh Tuhan, maka cinta itu harus kamu jaga sekuat mungkin dan seharusnya tidak bisa dipecah belah oleh siapapun,” imbuh Lea mengingatkan tentang apa yang terjadi pada hubungan mereka dulu.
“Cinta itu untuk selamanya, karena itu cinta tidak bisa dibeli. Dan, seharusnya kau memahami hal tersebut. Memahami jika kau sudah kehilangan kesempatan untuk selamanya,” ujar sarkas Lea.
“Apa kau benar-benar tidak ingin memberikan kesempatan kepadaku?” tanya Eddie dengan nada memohon.
Lea pun tertawa, menganggap jika Eddie Baker sudah benar-benar kehilangan akal sehatnya, “Saat kesempatan pada kali pertama berlalu, kesempatan itu tak muncul lagi. Kau ini lucu sekali, apa tidak mengerti hukum alam yang seperti ini?”
"Kesempatan kedua tidak berarti apa-apa jika kamu tidak belajar dari yang pertama,” nasihat Lea lagi seraya berlalu pergi.
__ADS_1
Eddie benar-benar tidak ingin melepaskan Lea, maka dengan impulsivnya dia menarik Lea dan mencoba memaksa mencium. Tentu saja Nona kedua Atkinson itu langsung mendorong tubuh pria yang sedang mengkungkungnya itu.
Sebuah tangan kuat tiba-tiba menarik tubuh Eddie dan menghempaskan, melempar ke lantai, “Apa kau mau cari mati!” ujar suara pria yang terdengar dalam dengan sedikit sentuhan magnetis, provokatif.
“Apa kau baik-baik saja?” tanya pria yang baru saja menyelamatkan Lea.
“E-elliot …” ujar Lea dengan sedikit terbata dan masih sedikit tersengal, mencoba menstabilkan napasnya.
Dengan masih dalam kecanggungan, Elliot langsung saja menarik tangan gadisnya itu, “Kau mau apa?” tanya Lea dengan suara terbata.
Pria bertubuh tinggi tegap itu, tetap membawa Lea agar mengikutinya. Dia membuka pintu mobil sportnya, memaksa Lea masuk, memakaikan sabuk pengaman, “Jangan coba-coba melarikan diri!”
Elliot langsung masuk ke sisi satunya lagi, mulai mengemudikan mobilnya. Lea melihat wajah Elliot Foster dari samping, terlihat diliputi aura dingin yang belum pernah dia lihat. Ketika dia melihat Lea masuk ke dalam pelukan pria lain, maka seketika saja hatinya seperti tersengat 8 juta petir yang menyambar bumi di setiap harinya, bahkan kali ini rasanya dua kali sengatan dari sebelum-sebelumnya.
“Sial!” berani-beraninya dia meletakan tangannya di bahumu!” ujar marah Elliot teringat ketika tadi dia melihat salah satu tangan Eddie menekan bahu Lea.
Tiba-tiba Elliot menghentikan mobilnya, membuka sabuk pengamannya, lalu memajukan kepalanya ke tulang selangka Lea dan mulai menciumnya, “Tuan Foster, apa kau baru saja kerasukan?” ujar marah Lea juga.
“Katakan di mana lagi dia menciummu?” ujar Elliot.
Dia mencium Lea , karena ingin menghapus jejak-jejak dari pria lain. Selama ini dia menahan diri ketika besama dengan Lea, bagaimana mungkin dia tidak marah ketika melihat pria lain ingin mengambil kesempatan kepada gadisnya itu.
Hati Lea benar-benar diliputi kemarahan oleh kedua pria yang dia temui hari ini, Dia mendorong tubuh Elliot dan malah menamparnya. Dengan hati yang marah dia pun keluar dari mobil sport itu.
Elliot segera ikut keluar dan melangkah keluar mengejar langkah Lea, “Aku tidak akan mengizinkan kau bersama pria lain!”
Lea berhenti melangkah lalu mulai menangis meluapkan kemarahannya kepada Elliot, “Jangan seperti ini,” ujarnya sambil terisak.
“Berhenti mendekatiku, jika hanya ingin mempermainkan ku saja. Hari ini bilang ingin, esok kau akan bertunangan dengan wanita lain,” ujar Lea dengan menangis bertambah kencang tapi tetap terlihat manja menggemaskan.
Elliot langsung saja menariknya dan berkata, “Apa kau tahu, jika aku jatuh cinta padamu pada pandangan pertama. Dan sejak saat itu aku sudah memutuskan jika kau yang akan menemani di seumur hidupku nanti. Melahirkan anak-anak-ku, menua bersama.”
Elliot memeluk Lea dan berkata, “Itu adalah kau … itu adalah kau, tidak akan ada wanita lain.”
“Bersediakah kau untuk aku perjuangkan?” tanya Elliot dengan suara sedikit mendesah penuh harap.
Lea masih menangis di dalam dekapan Elliot, sampai-sampai kemeja mahal Tuan Foster itu basah dengan air mata bercampur dengan cairan hidung Lea. Tapi, Elliot tidak marah sama sekali.
Lea mengatupkan dua tangannya ke pinggang kuat Elliot, dari sini pria itu pun sudah bisa menafsirkan jawaban dari Nona kedua Atkinson itu. dengan semerta-merta, Elliot langsung saja menggendong Lea, sedikit berputar-putar, “Jika begitu sekarang kita resmi berpacaran.”
“Oh Ya ampun, kita berdua bisa jatuh nanti. Turunkan aku!” imbuh Lea.
__ADS_1