PENGAWAL RASA TUAN MUDA

PENGAWAL RASA TUAN MUDA
KOMPETISI BISNIS


__ADS_3

Ditambah ternyata rumor yang tersebar memang benar, Penjualan toko yang Lea kelola ini benar-benar menyaingi semua toko Atkinson yang lain.


Lea meninggalkan toko dengan hati yang sangat kesal, merasa mengapa dua lalat itu selalu saja mengejarnya, "Argh ..." teriak Lea.


"Rasanya ingin sekali aku mematahkan sayap mereka," ujar Lea bertambah kesal.


Will masih dengan santainya menyetir, membiarkan Lea bergumam sesuka hatinya. Lea terdiam ketika Will menepikan mobilnya, "Kita mau kemana?" tanya Lea.


"Bukankah tadi Nona bilang mau pergi nonton Film?" jawab datar Will.


"Film ...? Ah yang tadi itu ya," imbuh Lea sedikit terkekeh.


"Dia menganggapnya serius, oh ya ampun dia ini manis sekali," puji Lea dalam hati.


"Karena sudah di sini, ayo kita pergi nonton Film," ujar Lea seraya keluar dari mobil.


Sebenarnya tadi Lea hanya sembarang bicara saja, Tapi Will benar-benar serius menanggapinya, "Ok, kau mau menonton Film apa?"


"Horor, Action, romantis?" tanya Lea lagi.


"Apa saja selama Film yang Nona suka," jawab Will.


"Hmm ... jika begitu film Horor saja," ujar Lea yang merasa malas menonton film romantis, karena merasa sedikit trauma dengan kisah cinta yang terlihat romantis.


"Aku beli tiket, kau beli popcorn ya," kata Lea seraya memberikan selembar uang 100 dolar kepada Will, "Beli juga minum dan snack yang kau mau," ujar Lea lagi.


Will melihat uang 100 dolar yang ada di tangannya. Tapi, malah memasukan ke dalam dompetnya dengan sangat hati-hati. Lea sudah membeli tiket, melihat Will tidak membawa apa-apa, dia pun merasa heran, "Mana makanan ringannya?"


Will sedikit menepi, lalu terlihatlah satu petugas sedang memehang satu baki wadah yang berisi dengan makanan ringan dan minuman, "Wah ini keren sekali," pikir Lea seraya memandang kepada will.


"Silakan Nona," ujarnya.


"Jika begitu ayo," ujar Lea seraya mengambil gelas minumnya.


"Bagaimana kau bisa mendapatkan ini semua?" tanya Lea.

__ADS_1


"Maksudku apakah kau memiliki kartu VIP?" tanya Lea sedikit berbisik.


"Kenalanku bekerja di sini," jawab Will dengan sedikit berbisik juga.


"Ah begitu," jawab Lea dengan tidak curiga.


Mereka pun masuk ke studio film yang akan mereka lihat, "Eum ... ini mengapa banyak kursi kosong," imbuh Lea.


Mereka pun duduk, petugas bioskop itu meletakan baki saji berisi makanan ringan. Masing-masing jenis terdapat dua.


Di bioskop ini selalu ada satu baris kursi yang kosong. Ini adalah barisan kursi yang tidak dijual. Barisan ini selalu dikosongkan agar para pemegang freepass tidak perlu takut tidak akan kebagian kursi. Karena ditujukan hanya untuk pengguna freepass, tentu barisan ini memberikan pengalaman terbaik untuk menonton film. Dari barisan ini, kurang lebih pandanganke layar hanya tinggal lurus kedepan saja atau sudut maksimum.


Bukan hanya di bioskop saja, bahkan Dalam pesawat terbang, juga selalu disediakan tempat khusus , dimana kalau orang penting membutuhkan transport yg mendadak , walau pesawat penuh , selalu ada tempat utk kebutuhan tersebut.


Bioskop yang mereka datangi adalah bioskop premium yang desain kursinya sudah tidak seperti dulu lagi. Lebih terlihat seperti sofa yang menyerupai tempat tidur dilengkapi dengan meja kayu kecil diatasnya.


Film pun dimulai, beberapa menit terlewati, Will melihat kepada Lea yang tidak bersuara padahal ini adalah Film horor. Dia menegaskan pandangannya, lalu bibirnya terangkat, tersenyum tipis seraua berpikir, bisa-bisanya Nona kedua Atkinson ini tertidur ketika menonton film horor.


Will membiarkan Lea tertidur sepanjang film diputar. Setelah selesai, barulah dia membangunkan Lea, "Oh ya ampun, apakah aku tertidur?" ujar Lea dengan sedikit malu.


"Kita bawa pulang saja," jawab Will


Mendengar hal itu, dia berpikir jika will sangat menginginkan camilan ini maka dia pun setuju membawa pulang makanan ringan itu.


"Jika begitu, ayo!" ujarnya sembari membawa kantong-kantong coklat berisi makanan ringan tersebut.


"Bagaimana tadi, apakah Filmya seru?" tanya Lea.


"Iya seru," jawab Will, padahal selama Film dia malah lebih banyak memandang Lea ketika tidur. Sementara itu, Claudia saat ini sedang berada di rumah utama Baker. Mereka sedang berdiskusi tentang bagaimana cara mengalihkan kedudukan Lea kepada Claudia.


Nyonya Baker samgat mendukung eddie dengan Claudia. Karena dia adalah Nona pertama Atkinson. Dia melihat masa depan Eddie akan lebih cerah jika bersama Claudia.


Rencana mereka adalah mengumpulkan mosi tidak percaya, ini adalah sebuah prosedur persaingan jabatan yang digunakan kepada pemegang jabatan lain dalam sebuah manajemen lawan dengan harapan mengalahkan atau mempermalukan si pemegang jabatan yang saat ini.


Eddie Baker juga memberikan dukungannya, tapi siapa sangka melihat Lea bekerja menjadi wanita karir seperti sekarang, malah membuat Eddie melihat Lea telah berubah, menjadi lebih menarik. Dia mendukung Tindakan Claudia, karena memiliki niat agar bisa tetap dekat dengan Lea.

__ADS_1


"Besok aku akan membuka meeting manajemen, sekaligus mengatakan tentang ini kepada para pemegang saham," ujar Claudia.


Keesokan paginya, Lea dan Nenek Atkinson pergi ke kantor pusat untuk menghadiri pertemuan dengan para pemegang saham. Claudia dengan sengaja mengatur kursi duduk Lea berjauhan dari para komisaris Atkinson Grup, yang artinya duduk berjauhan dengan Nenek Atkinson.


Tidak terima dipisahkan dari Nenek Atkinson, maka Lea pun menarik kursinya dan memilih duduk di samping Claudia, "Maaf bisa geser sedikit, kakakku yang tersayang."


Claudia mengernyitkan dua alisnya, tidak terima tapi Lea sudah menggeser kursinya, mencari celah dan mendorong kursi duduknya.


Will tersenyum melihatnya, hampir saja dia mengangkat tanganya memberikan tanda dua jempol untuk nona kedua Atkinson itu.


Pertemuan pun dimulai, setelah mempresentasikan untung laba dan rugi, maka mulailah Claudia mengutarakan maksud hatinya, "Ada satu hal lagi yang ingin aku utarakan."


"Aku ingin mengadakan kompetesi bisnis, untuk melihat siapa yang bisa mencapai hasil yang lebih baik."


Mendengar penjelasan dari Claudia, maka sebagian besar pemegang saham pun setuju.


Demi menjaga keseimbangan bisnis Atkinson grup, Maka Lea tidak menyerah begitu saja ketika Claudia ingin mengambil posisinya, dia pun memberikan pilihan agar mereka berdua bersaing dengan adil, hasil yang di targetkan adalah penentu siapa yang akan memegang tampuk kekuasaan manajemen Atkinson grup, dan tidak tanggung-tanggung yang Lea maksud adalah kekuasaan penuh atas Atkinson Grup.


Kesepakatan pun terjadi, pertemuan pun dibubarkan. Eddie mulai mencuri-curi kesempatan, ketika Lea keluar dari ruang pertemuan kebetulan Eddie baru saja tiba. Dia mengikuti Lea yangnberjalan ke arah toilet. Lalu dengan tiba-tiba menarik Lea.


"Kau mau apa?" hardik marah Lea.


"Apa kau berpacaran dengan pengawamu itu?" tanya Eddie dengan nada sangat penasaran.


"Bukan urusanmu, kau dan aku sudah tidak terkait sama sekali," jawab ketus Lea.


Merasa tertolak oleh gadis yang dulu patuh dengar kepadanya, benar-benar menyulut emosi Eddie. Dia pun menundukan kepalanya berusaha mencium Lea.


Belum juga berhasil, Eddie malah sudah terhuyung jatuh ke lantai, "Jangan sentuh dia!" terdengar suara berat magnetis.


Lea melihat itu adalah Will, dia pun langsung memegang tangan pengawalnya itu agar meredam emosinya, "Jangan sia-siakan tenagamu," kata Lea.


Claudia langsung berlari ketika melihat hal ini. "Ada apa ini?"


"Sebaiknya kau jaga priamu ini baik-baik!" imbuh Lea seraya menarik Will pergi dari sana.

__ADS_1


Mendengar apa yang dikatakan Lea membuat Claudia menjadi semakin kesal. Dia pun akan mulai bermain trik curang, culas untuk menjatuhkan Lea.


__ADS_2