PENGAWAL RASA TUAN MUDA

PENGAWAL RASA TUAN MUDA
ELANG JAWA


__ADS_3

Meski ketika tadi mereka berangkat dari dermaga keberangkatan yang terlihat sangat biasa, tapi itu sepadan dengan apa yang mereka jalani setelah sampai di pulau kunti.


"Aku mendengar jika pulau kunti ini adalah dataran tertua yang ada di pulau jawa, sebelum rentetan pulau sumatra," ujar Lea.


Will pun tersenyum seraya berkata, "Apa kau tahu, jika di bawah pulau ini banyak rongga-rongga yang terbentuk karena fenomema alam?"


"Tidak tahu," jawab Lea.


"Nah, rongga-rongga itulah yang mengeluarkan suara tawa yang mereka kenal dengan suara tawa hantu kunti," jelas Will.


"Ah, itu pasti karena deru ombak membentur rongga itu," imbuh Lea.


"Pintar sekali," puji Will seraya mengusap-usap kepala Lea.


Lea pun tertawa karena will baru saja memperlakukan dirinya seperti anak kecil. Lea menepis tangan will, seraya melihat ke langit, "Lihat itu, ada elang."


"Elang itu tampak berbeda," ujar Lea.


"Tentu saja berbeda, itu adalah elang jawa. Termasuk dalam hewan konservasi. Hewan yang dilindungi negara," jelas Will.


"Wuah, hewan langka ya," imbuh Lea.


"Iya termasuk langka karena,


diperkirakan jumlahnya hanya tinggal sekitar 200 ekor saja untuk saat ini."


"Satwa ini dianggap identik dengan lambang negara Republik Indonesia, yaitu Garuda," jelas Will.


"Wah, kau ini benar-benar pintar ya," puji Lea kepada Will.


Hari ini mereka pergi ke pantai pertama yang sejajar dengan gua kunti. Sebelum pergi ke gua kunti, mereka mampir sebentar di sini. Baru saja 30 menit bermain di pantai pasir putih, Lea terserang bersin-bersin parah.


Will langsung memegang kening lea, "Apa demam?" ujarnya.


"Tidak," jawab Lea, lalu bersin-bersin lagi.


"Kau demam," ujar Will dengan yakin.


"Sebaiknya kita kembali ke hotel," ujar Will.


Will pun meminta Kapal mereka agar kembali ke dermaga, dan Will langsung membawa Lea ke rumah sakit untuk mendapatkan infus. Memasukan parasetamol lewat infus lebih efektif ketimbang disuntik ataupun obat minum.

__ADS_1


Setelahnya mereka kembali ke hotel dan beristirahat, lalu Lea lun berkata, "Mari kita pulang."


"Kita sudah berwisata puas, saatnya mengurus pekerjaan," ujar Lea.


Will pun menyetujui, lusa mereka akan kembali. Jadi keesokan harinya mereka hanya berjalan-jalan mencoba kuliner wilayah sekitar. Saatnya mereka kembali ke stockholm, negara yang di waktu tertentu tidak memiliki malam hari. Fenomena ini terjadi pada saat puncak musim panas. Di musim ini, sebagian negara di utara bumi jadi tidak mengalami malam hari. Fenomena matahari tengah malam ini menyapa Stockholm juga.


Negara yang tidak mempunyai malam hari bukanlah tanpa sebab. Alasan utama matahari tidak tenggelam adalah karena pengaruh rotasi dan revolusi bumi. Seperti diketahui, bumi terus berotasi dan berevolusi mengelilingi matahari pada porosnya dengan kemiringan sekitar 23o. Salah satu akibat dari rotasi dan revolusi bumi adalah terjadinya siang dan malam.


Selain itu, selama berevolusi, periode siang dan malam di bumi berbeda-beda. Tidak semua bagian bumi mengalami siang dan malam dengan durasi yang sama. Bagian bumi sebelah utara merupakan bagian bumi yang mengalami matahari tengah malam yang akan menyapa Stockholm sepanjang bulan mei dan bulan juli.


Will dan Lea pun tiba di bandara, "Tunggu di sini, aku mau ke toilet dulu," ujar Lea.


Will menunggui koper mereka berdua, toilet hening sesaat lalu dua wanita masuk seraya bercakap-cakap, "Apa Will Armstrong sudah memghubungimu?" tanya salah satu dari mereka.


"Dia terlalu sibuk, dia belum membalas pesanku lagi," ujar wanita satunya lagi.


"Tapi kami sudah ada janji kencan," tambah katanya lagi.


Lea segera saja keluar dari bilik toilet, tapi kedua wanita itu sudah tidak ada, "will ... will Armstrong. Apakah itu Will yang sama," pikir Lea.


Lea melihat koper mereka tidak bertuan, "Kemana perginya," pikirnya melihat will tidak ada.


Dia melihat ke sekeliling, lalu mendapati Will tengah berbicara dengan seseorang melalui ponselnya. Melihat ini Lea mengernyitkan satu alisnya karena teringat apa yang dia dengar tadi di toilet.


"Ah ini ... eum ..." jawab Will sedikit gugup.


"Apa ada yang di sembunyikan dariku?" tanya Lea dengan nada menyelidik lagi.


"Eum ... tidak ada," jawab Will seraya mengalihkan perhatian Lea, "Ayo, aku lelah sekali. Kita pulang ya."


Lea pun mengangguk, tapi dalam hatinya masih bertanya-tanya. Sesampainya di rumah. Lea malah tidak bisa beristirahat. Teringst Cleo maka dia pun menghubungi kawan baiknya itu, "Apa kau bisa membantuku?"


"Selesai bulan madu, barulah kau ingat jika aku sudah kembali ke Stockholm."


"Apa kau ini anak berusia lima tahun, mengapa pencemburu dan mudah sekali merajuk," ujar Lea.


Cleo pun tertawa lalu berkata, "Katakan apa yang kau butuhkan?"


"Aku ingin kau membantuku menyelidki sesuatu!" pinta Lea.


"Siapa?" tanya Cleo.

__ADS_1


"Suamiku," jawab Lea.


"Kenapa harus menyelidikinya?" tanya Cleo lagi.


Lea pun menceritakan apa yang dia dengar dan apa yang dia lihat, lalu mengaitkannya jadi satu, "Oh ya ampun, maksudmu suamimu yang tampan itu sedang berselingkuh?"


"Sst, pelankan suaramu," ujar Lea.


"Ini hanya kecurigaanku saja," jawab Lea lagi menguatkan hatinya.


"Oh sayang, jangan khawatir aku pasti akan membantumu," jawab Cleo menghibur Lea.


Cleo juga sama khawatirnya dengan Lea, berharap semoga apa yang Eddie Baker lakukan tidak dilakukan juga oleh Will Armstrong. Keesokan paginya, Lea memasang waja dingin ketika berada di ruang makan.


Menyesap segelas susu hangat lalu dia berkata, "Aku pergi sendiri, ada hal yang harus aku lakukan."


Lea meletakan segelas susu yang baru saja dia habiskan, lalu langsung pergi melajukan mobilnya. Will terdiam seraya bergumam pelan, "Apa aku baru saja menyinggung hatinya?"


Will menggelengkan kepalanya seraya bergumam lagi, "jika marah kenapa tidak langsung mengatakan isi hati saja. Wanita memang makhluk yang unik."


Lea pergi menemui Cleo untuk membahas susunan pengintain mereka, "ini jadwal Suamiku hari ini dan beberapa hari ke depan," ujar Lea seraya memberikan selembar kertas.


"Ok serahkan saja kepadaku," ujar Cleo.


"Aku percayakan kepadamu," ujar Lea lagi.


Suasana nampaknya sedang tegang-tegangnya, hari ini Lyra kembali ke Stockholm. Dia masih saja menggerutu karena perjalannya ke Afrika sia-sia.


Untuk menghibur diri dia pergi ke spa kecantikan, di sana dia menggerutu tidak karuan tentang Will yang menyebalkan. Kebetulan Cleo sedang melakukan perawatan pijat yang sama.


Cleo mengangkat dua mentimun yang sedang menutupi wajahnya, "Apa sedang kesal dengan pacarmu?" tanya Cleo.


"Bukan, tapi aku bisa katakan dia adalah pria tidak berguna, lihat saja nanti aku akan meminta Tunanganku untuk memecatnya," ujar kesal Lyra lagi.


"Will itu siapa?" tanya Cleo lagi.


"Will ... Will Armstrong, pria paling tidak berguna," jawab Lyra lagi.


"Will Armstrong?" tanya Cleo lagi.


"Iya dia adalah asisten Tunanganku, jawab Lyra lagi.

__ADS_1


"Oh, memangnya dia bekerja di mana?" tanya Cleo lagi.


"Foster Grup," jawab Lyra dengan acuh tak acuh.


__ADS_2