
Kepala pelayan yang melihat Nona-nya marah-marah tidak jelas, memilih keluar dari kamar membiarkan Lyra mengamuk sendiri. Yang dia tahu keluarga ini semakin kacau balau saja, dia pun berencana mengundurkan diri, demi kesehatan mentalnya.
Selama bekerja di sini semua pekerja di sini sering kali terkena pembulian secara verbal. Dan, ini sangat membekas di hati para pekerja di kediaman Hank.
Di dalam kamar Lyra masih saja merutuki tagihan yang pagi ini datang kepadanya. Dia pun mengambil ponselnya di atas nakas, menghubungi sekretaris Tuan Hank, untuk meminta agar Hank grup membayar tagihannya malam tadi. Tapi, apa yang di dengarnya sungguh seperti petir yang menyambar telinganya.
“Keuangan perusahaan sedang memburuk, jadi Hank Grup tidak membiayai lagi pengeluaran pribadi para pemegang saham dan keluarganya,” jawab sekretaris papa-nya itu.
“Maksudmu kita tidak punya uang?” tanya Lyra dengan nada sedikit marah dan tidak percaya.
“Iya,” jawab sekretaris Papanya itu.
“Di mana Papa-ku?” tanya Lyra.
“Sedang rapat dengan calon investor,” jawab Sekretaris itu lagi.
Pada saat ini, Tuan Hank sedang mati-matian meyakinkan agar para investor itu mau mengucurkan dananya kepada Hank Grup. Dalam waktu bersamaan lebih dari setengah nasabah Hank Grup menarik uangnya dari Lembaga keuangan yang ada dibawah nauangan Hank Grup. Karena itu secepatnya harus ada suntikan dana agar perusahaan kembali sehat.
Sambungan ponsel pun di tutup, seketika saja Lyra marah semakin menjadi. Dia mengambil jaket panjangnya, dan pergi ke Hank Grup. Tadi sekretaris Tuan Hank mengatakan jika semua fasilitas kartu kredit pun di bekukan. Karena itu, Lyra merasa kalap marah dan tanpa pikir panjang langsung pergi menemui Tuan Hank di kantor.
Ketika Lyra sampai di Hank Grup, pertemuan dengan para investor baru saja selesai. Dengan sopan Tuan Hank mengantarkan tamu kehormatannya itu. Ketika sampai di lobi, dia melihat putrinya yang hanya memakai baju piyama tidur di balik jaket panjangnya, merasa malu karena Lyra Hank datang ke kantornya dengan gaya serampangan seperti itu.
Tuan Hank meminta agar sekretarisnya itu untuk segera mengusir Lyra, bukannya mau mendengarkan permintaan Papanya. Tapi, malah Lyra sengaja memancing keributan. Dia tidak terima jika fasilitas kekayaannya dicabut. Itu sama saja memiskinkan dirinya.
Kemarahan Lyra semakin tidak terkendali, Tuan Hank pun menampar putrinya itu di depan umum dan meminta penjaga keamanan untuk menyeret putrinya itu keluar dari Hank Grup, “Kau tidak bisa melakukan itu, apa kau dengar!” teriak Lyra kepada Papanya sendiri.
__ADS_1
Wajah Tuan Hank nampak pucat pasi karena para investor yang di undang hari ini menatap aneh kepadanya juga kepada putrinya. Mereka pun serempak bergegas pergi meninggalkan Hank Grup.
Setelah kepergian mereka, wajah Tuan Hank semakin tidak sedap dipandang. Berpikir jika Lyra baru saja bertindak bodoh, dengan menggagalkan kepercayaan para investor yang sedari awal memang sudah setipis tisu dibelah dua.
Di parkiran mobil Lyra masih merutuki petugas keamanan yang baru saja mengusirnya, dengan marah dia masuk ke dalam mobilnya lalu mengambil ponselnya dan menghubungi Claudia, “Hei, bisakah kau membayari dulu tagihan yang tadi malam?”
“Tagihan Apa?” tanya Claudia.
“Tagihan taruhan kita semalam,” jawab Lyra.
“Tagihanmu, bukan tagihan kita,” ujar Claudia mengingatkan.
“Hei, bukankah kau yang lebih dulu memiliki ide taruhan ini, lalu mengapa sekarang pura-pura lupa ingatan tidak tahu,” bentak Lyra yang sudah mulai tidak sabaran.
“Bukankah kau yang sesumbar, jika hanya mentraktir saja maka tidak akan membuatmu menjadi bangkrut, lalu mengapa sekarang kau memintaku untuk membayarnya?” jawab kesal Claudia.
“Urusi saja urusanmu itu, aku tidak ada kaitannya dengan tagihan itu!” ujar Claudia lagi seraya menutup sambungan ponselnya.
“Ciih … kenapa susah malah ingin mengajakku bersama,” ujar kesal Claudia seraya menatap kepada layar ponselnya yang menggelap.
Lyra pada saat ini merasa kelimpungan sendiri, dalam hati benar-benar membenci keluarga Atkinson terutama sangat membenci Lea Atkinson. Dia pun kembali melajukan mobilnya kembali ke kediaman Hank. Ketika sampai dia langsung saja mengeluarkan set koleksi tas dan perhiasannya.
Lyra memanggil kepala pelayannya seraya berkata, “Bawa ini ke Mal Retu.”
Mal yang Lyra maksud adalah Mal yang dikhususkan untuk menjual barang bekas bermerk mewah. Luas Mal ini mencapai 5.000 meter persegi. Di sana ada 13 toko yang mempekerjakan sekitar 50-65 orang.
__ADS_1
Kepala pelayan pun membawa semua yang ingin dijual. Sementara itu Cloe terus memantau perkembangan kasus Lyra Hank, dari sumber grup gosip yang dia ikuti, terdengarlah kabar jika Lyra Hank baru saja menjual set perhiasan dan tas-tas mewahnya.
Nyonya parker memanggil Cleo, dengan sigap dia langsung meletakan ponselnya. Hari ini Cleo akan menjalankan terapi akupunturnya lagi. Alicia masuk ke kamar suite mereka seraya berkata, “Apa sudah siap?” tanyanya.
Cleo mengangguk seraya berkata, “Apakah itu akan terasa sakit lagi?”
“Tidak, ini hanya akan kesemutan saja untuk beberapa saat saja,” jawab Alicia Su.
“Tuan Long …?” tanya Cleo yang tidak melihat kehadiran Darren bersama Alicia.
“Suamiku sedang ada sedikit pertemuan bisnis,” jawab Alicia.
“Ok, kita mulai sekarang ya,” ujar lembut Alicia.
Sesi terapi pun dimulai, dalam pengobatan ini Alicia akan melakukan terapi untuk menangani penurunan fungsi sel saraf Cleo. Untuk mencegah area-area tubuh yang terkait dengan sistem saraf tersebut menjadi tidak berfungsi dengan baik dan kehilangan kekuatan otot sekitarnya secara perlahan, dan pada akhirnya tidak dapat bekerja sama sekali.
Alicia telah benar-benar dilatih oleh Papa Mertuanya. Jika mengobati pasien maka perkuat dulu kerja organ vital tubuh pasien agar ketika obat masuk ke dalam tubuh bisa diolah dengan baik oleh tubuh pasien.
Di salah satu ruang pertemuan di hotel, Will Armstrong menemani Elliot Foster untuk bertemu dengan Darren Long. Pertemuan ini adalah pertemuan Pegasus dan Long Corporation milik Austin Long.
Tanpa basa-basi Darren langsung saja menyodorkan berkas-berkas yang dipinta oleh Pegasus, “Papa-ku bilang kalian akan sangat membutuhkan ini.”
Elliot mengambil berkas itu seraya mendorong sebuah berkas juga ke hadapan Darren Long, “Ini sebagai ucapan terima kasih dari Pegasus,” ujar Elliot.
Austin Long memberikan daftar dosa orang-orang yang Pegasus targetkan, lalu sebagai gantinya Pegasus memberikan sumbangan kepada Yayasan sosial Long Corporation. Selain tentang masalah itu, Foster Grup dan Long Corporation juga berencana untuk bekerjasama di dalam bisnis yang lainnya.
__ADS_1
Lebih dari satu jam mereka mengadakan rapat, Darren pun menyudahi pertemuan mereka, karena mendapatkan pesan dari Alicia, jika dia sudah menyelesaikan bagian pengobatannya, dan itu artinya saatnya Darren mengambil alih pengobatan. Penyakit Cloe ini terjadi karena salah satu sebabnya terjadi mutasi Gen pada tubuh Nona parker tersebut.