
“Maaf aku tidak ada waktu untuk meladeni kalian semua, mulai sekarang kau bisa mengambil sampah ini bersamamu, dan jangan pernah muncul lagi di hadapanku,” ujar sarkas Lea lagi kepada Saudara tirinya dan mantan tunangannya itu.
Lea memberikan tatapan yang mengejek sekligus dingin seraya berkata “Semoga Tuan dan peliharaannya hidup bahagia selamanya.”
Kemudian dia berbalik pergi, tanpa memberikan kesempatan Eddie dan Claudia untuk menjawab perkataan kasar yang baru saja Lea lemparkan kepada keduanya.
Eddie sangat marah ketika mendengar perkataan Lea, “Kau bilang apa tadi! Hei berhenti di situ, aku belum selesai bicara denganmu!”
Claudia menahan langkah Eddie, tiba-tiba saja wajah Claudia semakin memucat, dia tidak bisa berdiri dengan benar. Darah terlihat mengalir di betis wanita, “Ah … perutku sakit,”
Kedua mata Eddie melebar dan terlihat panik, “Jangan takut, aku akan membawamu ke rumah sakit.”
Pada saat ini, membawa Claudia ke rumah sakit, bukanlah salah satu dari rencana mereka pada awalnya. Lea sedikit tertawa ketika mulai melajukan mobilnya dan melihat Eddie menggendong Cluadia masuk ke dalam mobilnya.
Lea merasa telah membuang-buang waktu, karena tadi bersedia datang menemui Eddie, berharap mendapatkan kalung milik ibunya tapi malah masuk perangkap lagi, “Jika Nenek tahu, dia pasti mengatai aku anak kecil lagi, karena masuk lagi ke dalam lubang yang sama,” pikirnya.
Lea mengarahkan mobilnya menuju ke toko mainannya, sebelum masuk ke dalam dia mengambil napas beberapa kali, untuk mengembaikan mood baiknya. Merasa tadi baru saja masuk ke kubangan sampah dan itu benar-benar membuat moodnya menjadi tidak baik.
“Selamat siang Tuan Hamish, maaf aku datang terlambat. Aku tadi baru saja membuang sampah pada tempatnya,” ujar Lea dengan sedikit tertawa bercampur bahagia.
Tuan Hamish mengangguk, dia tidak ingin banyak bertanya karena sudah melihat berita pagi ini tentang keributan nona pertama dan nona kedua dari keluarga Atkinson. Jadi dia tidak ingin membuat Lea merasa canggung.
Lea langsung mengalihkan pembicaraan, “Jadi bagaimana dengan proyek terbaru kita?”
“Promosi gratis satu dapat satu sudah bisa kita jalankan,” jawab Tuan Hamish.
__ADS_1
“Lalu bagaimana dengan yayasannya, apakah sudah di tentukan?” tanya Lea lagi seraya berjalan menuju ke ruang kerjanya.
“ Ya sudah ada beberapa,” jawab Tuan Hamish lagi.
“Bagus, jika begitu ayo kita buat iklannya,” ujar Lea lagi.
Lea masuk ke dalam ruangannya, dia melemparkan diri di sofa, berpikir jika belakangan ini dia benar-benar sial, “Dia bergumam, jika setelah ini datang kesialan lagi, maka aku akan mencium Will Armstrong di depan umum sebagai penebusan dosa ku kepadaMu,” ujar Lea mencandai sang penguasa si pemiliki takdir kehidupan semua manusia.
Lea mengambil ponselnya dan melihat layar ponselnya mengambil ponselnya dan melihat layar ponselnya yang gelap, seperti sedang menunggu sebuah pesan atau panggilan masuk dari seseorang. Denyut jantung Lea berdebar ketika memikirkan Will bahkan tidak mengirimkan dia satu pesan sekalipun.
“Sepertinya dia sedang bersenang-senang tanpa aku,” pikirnya lalu mulai melanjutkan pekerjaannya.
Keesokan harinya, berita jika Claudia kehilangan bayinya setelah bertengkar dengan Lea telah mencuat di media, bahkan kabarnya keluarga Baker ingin memperkarakan ini ke jalur hukum. Berita pun semakin memanas, dan ini sedikit mempengaruhi saham Atkinson grup.
Nenek Atkinson berusah menekan berita ini, tapi hanya bertahan satu hari saja. Keesokan harinya berita itu muncul lagi. Banyal netizen yang mengatai Lea dan membela Claudia. Bahkan mengatai Lea sebagai pembunuh beradarah dingin.
“Lagipula bisa jadi dia telah meminum obat penggugur kandungan sebelumnya, dan sengaja melimpahkan kehilangan bayinya kepadaku,” ujar Lea dengan sedikit bersungut.
“Nenek percaya kepadamu,” ujarNenek Atkinson menghibur hati Lea.
Beberapa hari ini, Lea benar-benar tidak tahu kabar pengawal pribadinya itu. Di salah satu ruangan berkuran besar, terlihat beberapa asisten masuk dengan membawa beberpa berkas, itu adalah beberapa kontrak kerjasama, di dalam berkas tersebut ada kontrak kerjasama yang diajukan oleh toko mainan Atkinson.
Proposal yang begitu mencolok dengan warna dan juga gambar-gambar lucu ala bocah langsung saja menarlk perhatian orang yang tanda tangannya sedang di tunggu-tunggu itu. Pria itu mengambilnya, membacanya dengan sekilas, seulas senyuman pun menghiasai wajahnya, ini membuat beberapa asisten tertegun karena bos nya ini jarang sekali tersenyum ketika sedang bekerja serius.
Pria itu mendatangani proposal dari toko mainan Atkinson, lalu dia menambahkan beberapa angka lagi di bawah tanda tangannya. Dia menyerahkan proposal itu seraya berkata dengan suara magnetisnya, “Prioritas!”
__ADS_1
Mendengar itu maka sekretarisnya itu langsung saja mengambil proposal itu, dan segera melesat untuk segera mengerjakan perintah tuannya itu. Pria itu mengambil berkas kerja yang lain, ada yang dia tandatangani dengan mensisipkan sedikit perbaikan, ada juga yang di tolaknya.
Setelah selesai menandatangani semua konteak bisnis, dia pun bergegas pergi dari gedung besar yang ada di tengah jantung kota, pusat bisnis.
“Aku tidak ingin melihat berita hari ini!” perintah pria itu dengan singkat tapi tidak jelas.
Beberapa asistennya pun saling memandang.
“Ada berita apa?” ujar salah satu dari mereka.
“Coba kita cek trending topik hari ini,” ujar salah satu dari mereka lagi.
Mereka pun mengambil ponsel mereka dari saku, dan mulai berselancar untuk mengecek ada berita hangat apa hari ini.
Dari sekian berita ekonomi yang mereka pantau, tidak ada satu pun yang menjadi trending topik. Mereka hanya menemukan berita tentang pertengkaran Nona muda pertama dan Nona muda kedua dari keluarga Atkinson.
Para asisten pun saling memandang dan berkata, “Ini sejak kapan Bos kita jadi memperhatian drama rumah tangga keluarga orang lain?” ujar heran salah satu dari mereka.
“Sudah! Tidak usah dipusingkan. Apapun caranya kita harus menghilangkan berita ini tanpa sisa,” ujar asisten terhandal yang dimiliki pria itu.
Masing-masing asisten sudah mengeri apa yang harus di perbuat, sementara pria itu sudah berkendara di jalan raya. Untuk menuju ke rumah yang bukan rumahnya. Malam ini Lea sedikit lembur kembali, perutnya merasa lapar karena sedari tadi dia hanya minum kopi saja, belum sempat makan.
Bagaimana pun juga saham Atkinson Grup turun, ini semua pasti ada sebab dari kejadian dia dan Claudia berselisih kemarin. Merasa tidak enak, maka dia mencoba menebusnya dengan bekerka keras pada hari ini.
Lea melihat jam tangannya, “Hah! Sudah jam Sembilan malam,” gumam pelannya,
__ADS_1
Dia pun segera merapihkan barang-barangnya, dan bergegas ingin pulang ke rumah, karena tidak ingin membuat Nenek Atkinson menunggunnya seperti waktu itu. Baru ingin melangkah menuju ke mobilnya, Lea dikejutkan oleh sebuah
bayangan tinggi tegap, “Siapa?” ujarnya seraya berbalik badan.