PENGAWAL RASA TUAN MUDA

PENGAWAL RASA TUAN MUDA
KALENDER PERSEMBAHAN


__ADS_3

“Tuan Foster,” sapa Ethan Mo.


“Maafkan atas kedatanganku yang tidak diundang ini, mohon maaf karena aku telah lancang datang,” Imbuh Elliot menjawab sapaan Tuan Mo.


“Tidak apa … santai saja, kau datang dengan istriku tadi, jadi pasti ada sedikit urusan bisnis bukan?” jawab Ethan dengan ramah.


Undangan yang datang memang teman-teman pengusaha Ethan yang sudah memiliki putra atau putri. Pada saat ini Leon Sebastian dan Khansa juga baru saja tiba. Megan langsung saja ingin menyapa Tuan dan Nyonya Sebastian, sebelumnya dia mengambil Audrey dari gendongan Ethan Mo seraya berkata, “Jika kau gendong peluk terus,nanti dia bisa menjadi manja!”


Megan pun menurunkan Audrey dan menuntunnya berjalan menyapa Raynar, “Selamat datang … halo Raynar,” sapa Megan.


“Kakak,” panggil Audrey kepada Raynar.


‘Degh’ hati Ethan Mo sedikit cemburu ketika putrinya memperhatikan dan bersikap manis kepada orang selain dirinya.


Elliot menoleh ketika mendengar nama Raynar di sebut, Mengenali Leon Sebastian maka dia dan Ethan Mo langsung saja menyapa Tuan dan Nyonya Sebastian itu. Pada saat ini assiten Elliot pun tiba, “Tuan ini hadiahnya.”


Elliot langsung saja mengambil hadiah itu dan memberikannya kepada Audrey, itu adalah sebuah kotak perhiasan yang berisi lima batu berlian, mensimbolkan usia Audrey yang memasuki usia lima tahun.


Para pebisnis sukses itu pun berkumpul di satu meja. Will mendapatkan laporan dari asistennya lalu dia berkata, “Sebarkan foto itu.”


Tak berapa lama setelah foto Elliot duduk dengan beberapa pengusaha sukses di dunia internasional, wajah Abe Foster pun menggelap. Merasa masih belum bisa menyingkirkan Elliot Foster secara penuh. Lingkaran pertemanan Elliot tidak akan pernah bisa di copy olehnya, karena sejatinya hubungan pertemanan terjalin karena interaksi bukan karena kudeta. Abe tidak akan pernah bisa menyaingi lingkaran pertemanan Elliot Foster.


Nenek Atkinson juga melihat berita yang sama yang sedang Abe baca, di ujung bibirnya tersunging senyuman tipis. Lalu beralih membaca berita lain. Sementara itu di rumah sakit, Cleo masih terpulas pucat. Tuan dan Nyonya Parker nampak terlihat lelah, kedua mata mereka juga sedikit membengkak.


Melihat Will datang menjenguk, Tuan Parker pun berdiri lalu menyapanya, “Terima kasih karena sudah mau datang menjenguk.”

__ADS_1


“Bagaimana keadaanya?” tanya Will.


“Seperti yang kau lihat … dia lebih banyak tertidur,” jawab Tuan parker.


Sinar matahari yang masuk menembus tirai kamar Cleo, terjatuh di wajah lembut gadis itu, semakin menambah jejak kepolosan di wajah Cleo. Pada saat ini Lea masuk dengan membawa dua kopi, melihat Will ada di sana, dia pun menyapanya, “Apa datang sendiri?” tanya Lea karena melihat tidak ada Elliot.


“Ya aku datang sendiri,” jawab Will.


“Oh,” jawab Lea seraya berkata lagi, “Ah iya, ini kopi untuk kalian,” ujar Lea kepada Tuan dan Nyonya parker.


Melihat jejak lelah di wajah kedua orang tua Cleo, maka Lea pun berkata, “Aku dan Will akan menjaga Cleo, sebaikanya kalian beristirahat saja. Jika ada apa-apa kami akan mengubungi, memberi tahu.”


Will pun ikut berkata untuk meyakinkan Tuan dan Nyonya Parker, “Ya, aku akan menjaganya dengan baik.”


Tuan Parker melihat kepada istrinya yang memang terlihat pucat dan lelah, lalu dia pun berkata, “Ayo, jangan sampai kau sakit juga, putrimu itu nanti pasti akan sangat sedih jika mengetahui kau juga ikut sakit.”


“Jika kau masih sangat sibuk, maka biarkan saja aku yang menjaganya,” ujar Lea kepada Will.


Will langsung memasukan ponselnya ke dalam saku, hatinya merasa marah ketika mengetahui jika ada yang sengaja mencelakai Cleo, mobilnya telah di sabotase. Dia pun berkata, “Sebaikanya Nona pulang saja, jika sakit maka Tuan Foster akan memarahiku!”


Mendengar perkataan Will hati Lea sedikit berbung-bunga, “Benarkah?” tanya Lea dengan wajah yang memerah, menahan rasa senang di hati.


“Sepanjang aku bekerja bersama dengannya, hanya Nona satu-satunya yang dia perhatikan,” jawab Will lagi.


Lea pun sedikit terbatuk-batuk ketika mendengar perkataan Will itu, rasa was-was di hati pun seketika saja menghilang, berganti dengan rasa percaya yang semakin bertambah kokoh. Sementara itu di hotel bintang lima, tempat pesta berlangsung, Elliot tidak ingin merusak kesenangan Nyonya Mo jadi dia mengatakan, “Soal pecahan kode, tidak harus hari ini, tidak apa.”

__ADS_1


“Apakah besok, tidak berkeberatan?” tanya Megan.


“Tentu tidak,” jawab Elliot.


Elliot pun di sana sampai pesta selesai, Melihat Raynar dan Audrey. Satu tampan satu cantik, dia pun jadi berangan-angan ingin memiliki bayi kembar, satu perempuan satu laki-laki, “Wah jika bayi perempuan nanti pasti akan secantik Lea,” pikir Elliot sambil tersenyum kecil.


Lin He masih sibuk makan, setelah selesai pesta dia mengundang Elliot untuk menginap di tempatnya. Keesokan paginya Megan pergi ke Villa Arcada 0001. Pada saat ini Lin He masih terpulas.


Megan masuk ke kamar Lin He, lalu menarik selimut, “Hisssh, apa kau ini dewa matahari. Pagi-pagi sudah masuk ke kamar orang dan membangunkan,” ujar Lin He bersungut.


“Saatnya bekerja!” ujar tegas Megan.


Lin He pun bangun, bekerja di bawah arahan Megan kadang terasa seperti lokomotif, harus berlari cepat. Elliot sudah terjaga sedara tadi, begitu melihat Megan dan Lin He masuk ke kamarnya, semangatnya pun terpompa kembali.


Mereka bertiga duduk di kursi bermeja bundar, lalu pecahan pertama dari kode itu pun di letakan di tengah meja, Megan terdiam sesaat lalu berkata, “Dunia ini memiliki peninggalan sejarah dengan beragam makna.”


“Peninggalan sejarah bisa berbagai bentuk, seperti kode, naskah hingga sinyal yang mempunyai arti,”


“Ini adalah Simbol Linear A dan Linear B yang digunakan oleh nenek moyang suku Azka,” ujar Megan sembari menunjuk dengan jarinya ke ukiran ujung perahu dan dan gambar hewan kuda.


“Apa maknanya?” tanya Elliot.


“Ini merujuk kepada penghitungan sebuah Kalender yang didasarkan pada siklus matahari,365 hari dan siklus ritual 260 hari, yang memainkan peran sentral dalam keagamaan dan ritual masyarakat Azka,” jelas Megan lagi.


“Ritual pengorbanan manusia?” tanya Lin He yang mulai penasaran.

__ADS_1


“Pada masa itu pengorbanan untuk dewa matahari dianggap penting karena bangsa Azka berkeyakinan bahwa matahari setiap hari berperang dan setiap lima puluh dua hari mereka harus mengorbankan manusia untuk menghindari kiamat,” ujar Megan sambil menganggukan kepalanya lalu mulai membaca ukiran itu lagi,


Dari linear A dan linear B itu maka dapat diketahui ini berkaitan dengan kalender siklus persembahan, itu artinya berkaitan dengan kuil. Megan memandang kepada Elliot lalu berkata lagi, “Sepanjang pengetahuanku kuil itu sepertinya terbuat dari tengkorak manusia, sebuah Menara yang terbuat dari tengkorak manusia,” jelas Megan.


__ADS_2