
Jika begitu aku akan segera mendatanginya!” ujar Elliot lalu mengucapkan terima kasih kembali.
Dari Inggris bertolak ke norwegia benar-benar akan menjadi perjalanan yang melelahkan. Tidak ingin membuang waktu, Will membawa beberapa orang terhandal untuk ikut pergi bersamanya. Sementara itu, Lea sedang menjalankan misi pelarian dirinya.
Meski di rumah sendiri, Namun keluarga Foster kali ini benar-benar bisa menekan keluarga Atkinson. Semuanya menekan Nenek Atkinson agar tidak melindungi Lea lagi. Pada saat ini Nenek Atkinson sedang sakit, tertidur di kamarnya.
Sebelum pergi Lea ingin melihat Nenek Atkinson terlebih dulu, dia pun pergi menemui kepala pelayan dan berkata, “Apakah ini untuk Nenek?” tanyanya sambil memandang sup hangat yang ada di nampan saji.
Kepala pelayan mengangguk, Lea pun langsung berkata, “Biarkan aku yang membawanya.”
Lea pun masuk ke dalam Kamar Nenek Atkinson. Dia berjalan dengan perlahan karena melihat jika Nenek tengah terlelap. Dengan hati-hati dia meletakan sup itu di atas nakas. Memandangi Nenek Atkinson dengan seluruh binar kasih sayang dari matanya.
“Nenek, aku pergi,” ujarnya dalam hati lalu mencium lembut kening Nenek Atkinson.
Begitu keluar dari kamar Nenek Atkinson dia bertemu dengan kepala pelayan lagi. “Nenek sedang tidur, jangan lupa pastikan dia memakan sup hangatnya ya!” ujar Lea.
Kepala pelayan mengangguk, sementara di kamar terlihat Nenek Atkinson menghapus air matanya. Dia sudah menduga Lea pasti akan memilih meninggalkan rumah jika dipaksa menikah dengan Abe Foster.
Jika saja Nenek terlihat bersikap memihak Lea, maka semua akses informasi tentang rencana keluarga Foster kepada Lea akan langsung diblokir. Setidaknya dengan sikap ketidakberpihakan Nenek Atkinson, bisa sedikit mengulur waktu.
Kepala pelayan berkata, “Nona Tuan Abe telah mengirim mobil untuk menjemput Nona!”
“Iya aku tahu!” jawab Lea seraya membuka pntu dan dengan wajah yang dingin dia masuk ke dalam mobil yang akan membawanya ke studio foto untuk melakukan sesi pemotretan jelang pernikahannya dengan Abe Foster,
__ADS_1
Di dalam mobil Lea mengirimkan pesan, “Apa sudah siap?”
“Sudah, aku pun menemukan orang yang tepat,” isi pesan Cleo.
Mereka pun sampai di di studio foto, Dengan tenangnya Lea masuk tanpa bebas, seperti tidak akan terjadi apa-apa. Cleo yang baru saja sembuh, tentu saja sangat bersemangat Ketika dimintai pertolongan oleh kawan baiknya itu.
Cleo akan menukar Lea dengan orang yang sekilas mirip dengan Lea jika dilihar dari postur tubuh. Melihat Lea masuk, maka Cleo pun langsung saja berjalan cepat sembari membawa mie instant kuah panas dalam kemasan.
“Oh ya ampun Tuan …” ujar Cleo sembari menumpahkan kuah hangat itu ke baju pengawal yang mengantarkan Lea.
Pada saat sedang disibukan oleh Cleo dan kuah panasnya, Lea dan penggantinya langsung bertukar tempat dengan cepat.
“Hei Nona! Hati-hati,” jawab pengawal tersebut dengan ketus.
Pengawal itu melihat ke arah Lea, dia berkata, “Nona sebaiknya masuk ke ruang rias!”
Gadis yang memakai masker di wajah itupu mengangguk, lalu masuk ke dalam kamar rias. Sementara, Lea yang asli keluar dari pintu belakang, Cleo telah menyiapkan mobil tahun 70an untuk Lea kendarai.
Tanpa membuang banyak waktu, dia pun langsung melajukan mobil itu. Sementara itu Will, sedang mati-matian menggantikan tugas yang seharusnya ditangani oleh Elliot.
Di Hunggaria, Elliot langsung saja pergi ke hutan yang diberi tahu oleh Tuan Ning Yu. setelah hanya beberapa langkah memasuki hutan, sebuah tempat terbuka yang luas terbuka dan sembilan lingkaran batu menjadi terlihat saat mereka berakhir di sebuah lereng.
Terlihat lingkaran batu yang lebih besar. Elliot tidak benar-benar yakin untuk apa lingkaran batu itu digunakan. Ini adalah sebuah pemakaman karena memiliki beberapa gundukan pemakaman yang ada di era pada zaman Besi akhir.
__ADS_1
“Tuan apakah yakin ini tempatnya?” tanya pengawal yang ikut dengan Elliot.
“Meskipun, tidak jelas apakah lingkaran-lingkaran ini merupakan bagian dari situs pemakaman atau digunakan untuk tujuan lain, Tidak ada salahnya kita cek!” jawab Elliot.
“Dalam Dunia ini ada banyak sejarah yang dimanipulasi semata demi kepentingan dan keuntungan pihak yang berkuasa,” ujar Elliot lagi.
“Bahkan banyak kejadian di masa lalu yang dibelokkan atau malah disembunyikan rapat-rapat. Untuk mengungkap sisi-sisi gelap sejarah dibutuhkan nyali yang besar sekaligus keberanian yang meyakinkan. Dan, disinilah kita. Kita mulai di sini ok!” imbuh Elliot sembari bertelak pinggang dan, memandang sekelilingnya.
Elliot dengan berani memutuskan untuk mengungkapkan sisi-sisi gelap sejarah para penguasa yang penuh skandal berbahaya, misteri, dan banjir darah. Yang saat ini Rahasia itu masih aman ada di tangan Abe Foster.
Elliot dan orangnya mulai mencari, pria itu berjalan dari sartu makam ke makam yang lain. Memperhatikan tiap tekstur tanah dengan seksama. Mencari tekstur yang paling berbeda, Jika pernah di gali dan ditanam Kembali maka akan terlihat perebedaannya meski masih terlihat Samar.
Elliot memicingkan matanya, dia pun tersenyum seraya berkata dalam hati. “Di sini.”
Elliot memanggil orangnya dengan bersiul sambil menunjuk ke makam yang sedang dia injak, “Segera gali ini!”
Pada saat ini, ponselnya berdering. Will mengabari jika pada saat ini Lea sudah melarikan diri dari Kediaman Atkinson. Elliot pun tertawa dan berkata, “Merpati-ku telah terbang bebas, pastikan dia mendapatkan rumah pengganti yang lebih aman dan nyaman untuknya!”
Pengawal yang Elliot bawa menggali dengan cepat, Lalu terlihatlah sebuah berwarna hitam. Mereka langsung memberikannya kepada Elliot yan langsung saja berkata, “Ayo!” kita pergi dari sini.”
Di dalam mobil, Elliot membuka tas koper berwarna hitam itu, dia pun tertawa karena Abe Foster menyimpan semua rahasia besanya di koper biasa. Lalu dia pun tertawa lagi, Ketika memikirkan betapa beratnya mengambil rahasia dari tangan Abe, maka dia pun paham mengapa hanya seperti ini saja tas kopernya.
Sesampai di rumah aman, Elliot langsung saja menggelar pertemuan dengan semua konsultan hukumnya yang ada di Hunggaria ini. Meminta pendapat mereka tentang rahasia yang baru saja berpindah tangan.
__ADS_1
Mereka sama-sama membaca berkas-berkas yang ada di koper itu, Mereka pun langsung tercengang Ketika membacanya, “Apakah ini benar-benar terjadi?” tanya salah satu konsultan hukum Elliot.