
“Itu bukan salahmu,” ujar Nyonya Spencer.
Dengan melempar tatapan sedih kepada putrinya, Nyonya Spencer berkata lagi, “Merasa baikan sedikit, malah nakal.”
Tuan Spencer pun menjelaskan keadaan Cleo lagi, “ Ada makanan yang baik untuk tubuhnya dan ada juga yang merusak tubuhnya.”
“Mungkin dia hanya ingin merasakan rasa semua makanan,’ ujar Tuan Spencer seraya merangkul bahu istrinya itu.
Nyonya Spencer menganggukan kepalanya serata berkata, “Oh ya Tuhan, Putriku tidak menikah di seumur hidupnya tidak apa. Aku tidak berkeberatan, asalkan kau jangan ambil dia dari sisi kami.”
Will menaikan satu alisnya ketika mendengar Nyonya Spencer berkata seperti itu, ada rasa iba di hati. Lalu dia melihat kepada Cloe yang masih terpulas pucat. Dia masih antara percaya tidak percaya jika wanita cerewet yang sedari tadi memaharinya di café sekarang terkulai, tertidur cantik seperti putri tidur. Terlihat sangat polos dan pendiam.
Teringat pesan Tuannya, dia pun segera pamit pergi kepada Tuan dan Nyonya Spencer, “Lain waktu aku akan datang menjenguk lagi.”
Merasa jika Will adalah orang yang sangat sibuk, maka Tuan dan Nyonya Spencer pun merpersilakan seraya sekali lagi berterima kasih kepada Will Armstrong karena telah menyelamatkan putri mereka. Di koridor rumah sakit, Will segera saja menghubungi Tuannya itu dan berkata, “Aku pergi ikut kemana Tuan pergi, aku akan segera mengirimkan surat pengunduran diriku.”
Elliot menarik garis senyum di wajahnya dan berkata, “Aku tunggu kedatanganmu.”
Tidak menunggu sampai lima menit, surat pengunduran diri Eliot dan Wll Armstrong datang bersamaan ke email HRD Grup Foster. Seketika saja Manajar HRD itu langsung gemetaran. Dua orang terkompeten yang Foster Grup miliki mengundurkan diri secara bersamaan .
Bukan hanya HRD yang merasa terkejut sampai gemetar, penghuni grup asisten pun langsung terkejut dan merasa kelimpungan, kepala asisten terkuat mereka mengundurkan diri jelas saja grup chat asisten menjadi heboh.
Tak berapa lama, beberapa asisten dan pegawai senior Foster Grup juga ikut mengundurkan diri. Kakek Foster langsung menerima kabar ini. Kedua matanya terbelalak, lalu berkata dengan nada suara arogan, “Biarkan saja, jika mereka ingin pergi maka silakan pergi.”
Manajer HRD menghubungi Kakek Foster, karena ingin meminta izin untuk menego ulang gaji mereka semua. Yang mengundurkan diri bukan sekedar karyawan biasa, tapi adalah karyawan yang luar biasa, yang memberikan hasil luar biasa kepada pertumbuhan Foster grup.
Pada saat ini, Elliot berdiri di bawah gedung, sambil mendongak ke atas melihat puncak tinggi gedung itu sambil memicingkan mata, Dia tersenyum lalu masuk ke dalam gedung. Tak berapa lama Wiil Armstorng datang dengan membawa sebotol Campagne, dia menggesekan kartu aksesnya sambil membawa dua buah gelas. Meletakan di atas meja. Membuka tutup botol campagne itu dan menuangkannya ke dalam gelas. Lalu memberikannya kepada Eliiot yang sedang menatapi langit senja dari balkon ruang yang besar itu, “Aku ucapkan selamat Tuan,” ujar Will Armstrong.
“Kau tadi di mana?” tanya Elliot, karena tadi Will Armstrong lambat meresepon pesannya.
“Rumah sakit,” jawab Will.
__ADS_1
“Cleo?” tanya Elliot.
“Iya,” jawab Will lagi.
Elliot mengetahui jika Cleo dan Lea menjadi dekat karena Lea pernah menyelamatkan nyawa Cleo waktu itu. Ketika kecil dia tidak bisa berjalan karena otot-ototnya melemas, tidak bisa menopang tubuhnya dengan sempurna. Dia pun ikut merasa sedih dengan keadaan Cleo.
Baru saja menyesap anggur dari gelas, ponsel Will berbunyi berkali-kali, itu adalah pesan masuk dari para staff senior yang menanyakan Tuan Foster mereka saat ini akan bekerja di mana, apakah akan membangun perusahaan sendiri.
“Bagaimana aku menjawab ini?” tanya Will Armstrong seraya memperlihatkan ponselnya kepada Elliot.
“Katakan saja, apakah mereka mau mengikuti aku?” jawab Elliot.
Ketika Will mengirimkan pesan itu, maka semua senior yang baru saja mengundurkan diri itu menjawab bersedia, meski belum tahu perusahaan macam apa yang akan mereka masuki nanti. Tapi mereka percaya penuh dengan kepiawaian Elliot Foster di dalam berbisnis.
Elliot pun tersenyum, seraya berkata, “Siapkan segalanya.”
Lyra Hanks mendengar kabar jika Elliot sudah keluar dari Keluarga Foster, dia pun pergi mencari Ayahnya, “Papa!” panggil Lyra.
Tuan Hanks, tertawa dengan santai sambil berkata, “Kita lihat saja sebentar dia juga pasti kembali.”
Tuan Hansk menghibur Lyra, karena dia merasa yakin jika Selama ini Elliot sudah terbiasa hidup dalam kemewahan. Sementara di luar sana dia pergi tinggal di luar keluarga tanpa membawa kemewahan, sudah tentu pasti tidak akan bertahan lama di dunia luar.
“Kau tenang saja, Elliot Foster akan tetap menjadi suamimu,” hibur Tuan Hanks,
“Sekarang apa yang harus aku lakukan Pa!”
“Tenang saja, segala hal bisa dibereskan dengan uang,” jawab Tuan Hank lagi.
Keesokan harinya, di toko mainan, Seseorang datang ingin bertemu dengan Lea Atkinson. Lea terbiasa bersopan santun, jadi dia pergi menemui orang itu, meski belum memiliki janji temu.
“Halo Tuan?” ujar Lea seraya menyalaminya.
__ADS_1
“Nona Atkinson,” sapa balik pria asing itu.
Tanpa basa-basi pria itu pun memperkenalkan dirinya, dan berkata, “ Kedatangan hari ini karena ingin memberikan ini!”
Lea menegaskan pandangannya, terlihat jika itu adalah sebuah cek. “ Untuk apa kau memberikan ini kepadaku?”
“Tinggalkan Tuan Foster,” jawab pria itu.
Mendengar jawaban pria itu maka Lea pun tersenyum Sarkas, “Apa kau pikir Elliot Foster hanya seharga ini saja?”
Pria itu sedikit tercengang, ini sudah termasuk besar, setara 1 milyar lebih, “Apa Nona memiliki angka sendiri?” tanya Pria itu.
“Tentu saja, aku memiliki standar harga sendiri,” jawab Lea.
“Jika begitu katakan saja selama Nona bersedia meninggalkan Tuan Foster, maka kami akan memberikannya,” janji si pria itu.
“Aku akan melepaskan Elliot Foster, selama kalian membayarku dengan nyawa Tuanmu!” imbuh Lea dengan menarik senyum sarkas di wajahnya.
Pria itu terlihat terkejut, gadis kecil ini sungguh berani meminta nyawa Tuan Hank. Melihat jika utusan itu terdiam, maka Lea pun berkata lagi, “Tuan, wakt- ku sangat berharga. Jadi aku tidak akan meladenimu lagi,” ujarnya seraya pergi meninggalkan pria itu.
Di ruangan kerja Lea, nampak dia mendengus kesal, “Oh ho ho ho, Tuan Foster … kau ini benar-benar seuatu ya.”
Lea mengambil sebotol air mineral, meminumnya langsung habis. Kemudian meremas botol itu sampai bentuknya acak-acakan. Ponselnya saat ini berdering, itu adalah panggilan dari Cleo yang merasa bosan di rumah sakit.
“Apa? Kau masuk rumah sakit, kapan, apa kambuh lagi?” tanya Lea dengan nada penuh khawatir.
“Kemarin,” jawab Cleo.
“Kau baru memberi tahu aku?” tanya Lea sembari menekankan nada marah.
“Aku baik-baik saja, tenang saja.” Ujar Cleo lagi.
__ADS_1