PENGAWAL RASA TUAN MUDA

PENGAWAL RASA TUAN MUDA
NYONYA MO


__ADS_3

Pandangan Elliot masih terpaut kepada gambar ukiran kapal dan hewan, “Eum … apakah ini seekor kuda,” ujarnya sembari sedikit mengusap batu pertama dari pecahan kode itu.


“Petroglif yang dibuat dalam waktu singkat lazimnya menceritakan sesuatu. Beberapa gambar seperti kapal, binatang, dan manusia yang berulang ini kemungkinan membentuk narasi,” gumam pelan Elliot sambil tetap memandangi ukiran itu.


Elliot tertidur di meja kerjanya, sebuah ketukan di pintu ruang kerja membangunkannya. Dia pun bergegas bangun, saatnya pergi menemui Arcada 0001. Langkahnya terhenti ketika melihat sebuah pesan foto masuk,


Elliot menggenggam keras-keras ponselnya, itu adalah pesan dari Abe yang baru saja mengirimkan gambar dia dan Lea sedang memakan sandwich di kantin rumah sakit. Hatinya bergemuruh seperti ombak laut yang berubah menjadi ombak Tsunami.


Hatinya kembali tenang, ketika teringat perkataan Lea, gadisnya itu akan selalu percaya kepadanya, jadi dia juga akan melakukan hal yang sama percaya kepada gadisnya itu, “Tuan saatnya pergi,” ujar asisten yang Will kirim untuk pergi menemani Elliot.


“Ayo! Aku akan mandi di pesawat,” ujar Elliot seraya menuju ke mobil mereka.


Jika Elliot sedang sibuk menguak rahasia, maka Abe sedang menikmati kemenangannya. Pada saat ini dia dan Kakek Foster pergi ke rumah kediaman Atkinson di saat Lea tidak ada.


Nenek Atkinson menyambut kedatangan mereka dengan sopan, Abe pun secara resmi memperkenalkan dirinya, hari ini dia terlihat tampan dan elegan. Berbasa-basi sedikit, lalu Kakek Foster pun langsung kepada intinya, “Keluarga kami menyukai Nona kedua Atkinson, jadi kedatangan kami hari ini adalah karena ingin melihat Lea Atkinson untuk Abe Foster bisa mendekatkan diri.”


“Maksud Tuan, adalah ingin melihat Abe dan Lea menikah?” tanya Nenek Atkinson.


“Ya, bukankah ini juga akan baik bagi bisnis dua keluarga?” jawab Kakek Foster.


Nenek Foster memandang kepada Abe, menilai sesaat jika Tuan muda Foster yang ini memang tampan dan terlihat energik dan cerdas. Namun dia tidak melihat Aura yang dia lihat seperti ketika dia melihat Elliot Foster.

__ADS_1


"Tidak ada kebahagiaan yang lebih besar bagi seorang pria daripada mendekati sebuah pintu di pengujung hari mengetahui seseorang di sisi lain dari pintu itu sedang menunggu suara langkah kakinya,” Imbuh Nenek Foster.


“Perpaduan dua kepribadian yang berbeda membutuhkan keseimbangan dan kendali emosional dari setiap orang, aku tidak tahu apakah kalian akan cocok atau tidak,” jawab Nenek Foster seraya melihat ke arah Abe.


“Tentang ini biarkan cucuku yang memutuskan,” imbuh bijak Nenek Foster.


Nenek Foster berbasa-basi sebentar, lalu pamit megatakan ada hal yang harus dia kerjakan, mendengar ini barulah Tuan Foster dan Abe Foster pergi meninggalkan kediaman Atkinson. Namun, sebelum benar-benar pergi meninggalkan kediaman Atkinson, Abe ingin pergi ke toilet dan meminta Kakek Foster untuk pulang lebih dulu.


Pelayan mengantarkan Elliot ke sebuah toilet, begitu sampai di dalam. Dia langsung saja mencari kunci duplikat kamar Lea yang telah Claudia sembunyikan untuk Abe bawa. Ketika mendapatkan kartu nama yang diberikan waktu itu, pada akhirnya Nona Kedua Atkinson itu pun memutuskan untuk menghubungi Abe.


Claudia dan ibunya sudah benar-benart terpojok, karena sudah tidak ada sumber keuangan yang bisa mereka pakai lagi. Semenjak alibi-alibi mereka sudah terkuak di depan Nenek Atkinson. Maka, orang nomor satu di keluarga Atkinson itu pun membekukan semua transferan yang diperuntukan untuk mereka berdua.


Claudia melihat jika Abe adalah sumur baru yang bisa memberikannya uang untuk menghidupi gaya mewah hidupnya. Kunci itu ditukar dengan harga yang sangat mahal, cukup untuk menghidupi Claudia dan ibunya selama tiga tahun kedepan.


Abe melajukan mobilnya sembari berbicara di ponsel, “Apa dia belum kembali?”


“Belum,” jawab bawahan Abe Foster itu.


Elliot dengan sangat hati-hati menutupi keberadaannya. Abe hanya tahu jika saat ini Elliot tidak ada di Stockholm. Keluarga Foster yang lain mengangap jika Elliot terlalu malu untuk tinggal di kota yang sama dengan Abe Foster, karena sudah menjadi orang yang kalah, sudah menjadi pecundang.


Di USA, Elliot baru saja tiba, “Tidak perlu mengikuti, atur saja hal yang harus kau atur di sini!” perintahnya kepada Asistennya itu.

__ADS_1


Sebuah mobil sport berwarna hitam pekat berhenti di depan Elliot, lalu pintu mobil terbuka, dia pun masuk ke dalam. Di dalam mobil sudah ada orang yang menunggu. “Selamat datang Tuan Foster.”


Elliot hanya mengangguk dan sedikit menarik senyum. Merasa dalam hatil ingin menyelesaikan semua ini dan segera memeluk kelinci kecilnya yang imut tapi suka menggigit orang. Menempuh beberapa perjalanan yang berkelok-kelok. Kali ini Villa yang dia datangi tidak jauh berbeda dengan Villa di Italia.


Elliot pun menghela napas. Tertawa kecil seraya berpikir apakah semua kelompok rahasia memiliki kesukaan yang sama untuk tempat markasnya. Dia di bawa ke ruang pertemuan, duduk di depan meja panjang besar.


Lalu seorang pria yang terlihat muda dan berperawakan Asia, pria yang masih memakai piyama tidur itu pun duduk di depan Elliot, meski berjarak tapi satu sama lain dapat mendengarkan suara masing-masing, “Jadi katakan bagaimana cara kami membantumu?”


“Nyonya Mo bilang kau bisa memecahkan kode ini,” jawab Elliot seraya menyodorkan sebuah cek bernilai besar di atas meja.


Pagi ini Lin He, baru saja mendapatkan panggilan telpon dari Megan yang mengatakan jika akan ada seorang klien datang. Sebenarnya Lin He baru saja tertidur ,karena baru menyelesaikan pekerjaan beberapa klien sekaligus.


Bos nya itu sedang sibuk dengan Audrey yang akan merayakan hari ulang tahunnya. Beberapa anak dari pengusaha kelas atas akan diundangnya termasuk Raynar putra dari Tuan muda Sebastian.


Sediki terjadi perdebatan sengit pada pagi tadi antara Lin He dan Megan, “Ini tentang Raynar, apa kau tidak ingin jika Raynar Sebastian dan Audrey nanti menikah,” Kata Megan.


“Oh Ya ampun Nyonya Mo, putrimu masih balita lho,” ujar Lin He dengan tertawa tapi dengan mata sedikit terpejam.


“Saat Ini Tuan Leon Sebastian dan Tuan Ethan Mo sudah menjalin hubungan kerjasa sama yang sangat dekat, bukankah akan sangat baik lagi jika putra mereka dan putri kami menikah,” Imbuh Megan terdengar bersemengat.


“Oh ya ampun apakah semua wanita sepertimu,” ujar Lin He dengan sedikit malam membuka mata pada akhirnya.

__ADS_1


Megan mau membantu Elliot karen mengetahui jika Tuan Foster yang ini adalah teman bisnis dari Leon Sebastian. Karena itu Lin He langsung berkata, “Aku akan ambil pecahan kodenya, Ceknya simpan saja Kembali, atau sumbangkan saja ke Yayasan amal jika kau mau.”


__ADS_2