PENGAWAL RASA TUAN MUDA

PENGAWAL RASA TUAN MUDA
CUCI PIRING YANG BERSIH YA!


__ADS_3

"Nyonya, sebaiknya kau tidak usah ikut campur, kau sudah terlalu renta untuk ikut bertatung," ujar Lyra Hanks.


Nenek Atkinson berdiri, lalu mulai memukuli Lyra dengan tongkatnya. Melihat ini, Lea langsung saja melerai, "Nenek ..." ujarnya dengan sedikit khawatir.


Nenek Atkinson sedikit mereda seraya mendengus kesal sementara itu, Lyra meringis menahan sakit. Pada saat ini Lea berdiri di depan Nenek Atkinson. Khwatir wanita bar-bar yang sedang mencari masalah dengan mereka ini, tiba-tiba memukul Nenek.


Lea dengan nada sarkas berkata, "Melihat tata krama mu seperti ini, pantas saja Tuan Foster melirik wanita lain, apa kau tidak.memiliki cermin di rumah?"


"Kau ..." ujar Lyra yang ingin menampar Lea lagi, tapi dengan cepat Lea menahan tangan yang ingin menampar itu.


"Sebaiknya kau cari Tuan Foster, dan menanyakan apakah dia menaruh hati padamu atau tidak," ujar Lea.


"Jangan-jangan cintamu bertepuk sebelah tangan!" ledek Lea kepada Lyra.


"Sekali lagi kau mencari masalah denganku, jangan harap aku akan bersikap lembut kepadamu," ancam lea.


"Ayo, Nek kita pergi dari sini. Terlalu lama di sini, bisa menghilangkan kewarasan kita," ajak Lea kepada Nenek Atkinson.


Claudia tetap diam duduk, menikmati tontonan yang akan segera menjadi Viral di tajuk berita esok. Bukannya mengikuti Lea dan Nenek pulang, dia malah sibuk menghibur Lyra Hanks.


"Apa kau baik-baik saja?" imbuh Claudia sedikit ingin mengambil hati Lyra Hanks.


Merasa jika Claudia adalah satu keluarga dengan Lea, Lyra pun langsung menepisnya, "Kau juga seorang Atkinson bukan?" Ujar Marah Lyra menepis tangan Claudia.


Mendengar ucapan sarkas Lyra, maka Claudia pun berbisik kepadanya, "Aku adalah sekutu terkuatmu jika kau ingin menghancurkan gadis itu."


Kedua mata Lyra sedikit terbelalak ketika mendengar perkataan Claudia. Merasa jika Claudia adalah seoramg musuh dalam selimut di keluarga Atkinson, mala Lyra mengajaknya berbicara di tempat lain. Sementara itu, Lea dan Nenek pun tiba di rumah utama.


Pada saat ini, Will juga baru tiba. dia langsung saja menghampiri Nenek dan Lea. Melihat dua wajah cantik tapi terlihat masam, Will pun berkata, "Apa tadi ada masalah?"


"Ya, tadi ada pasien sakit jiwa yang sepertinya baru saja melarikan diri, dan membuat kekacauan di restoran," imbuh Lea dengan nada sedikit acuh tak acuh.


Nenek Atkinson pun menahan tawa karena mendengar jawaban asal dari cucunya itu, "Kaliam berdua segeralah pulang, Nenek bisa masuk sendiri."


Lea dan Will pun berdiri sambil melihat Nenek masuk ke dalam rumah. Lalu Will mengajak Lea pulang ke rumah mereka, "Ayo, kita pulang."

__ADS_1


Sesampainya di rumah, wajah Lea masih saja teelihat cemberut. Baru saja mereka masuk. Lea langsung saja menumpahkan kekesalannya, "Apa kau tahu, istrimu ini tadi baru saja dikatai selingkuhan oleh wanita gila," imbuh Lea berapi-api."


"Benarkah, lalu apa yang kau lakukan tadi?" tanya Will.


"Tentu saja mengabaikannya, jika aku meladeninya, itu artinya aku sama gilanya dengan dia," jawab lea.


"Super sekali," puji Will.


"Sebenarnya kau tadi pergi ke mana?" tanya Lea penasaran.


"Bertemu teman lama," jawab Will.


Merasa sudah lelah, Lea tidak ingin berdebat panjang dengan Will. Dia pun pergi ke kamarnya. Setelah Lea sudah masuk ke kamarnya, Will mengambil ponselnya dan memgirimkan sebuah pesan sambil sedikit tersenyum.


Di salah satu Klub malam, Claudia dan Lyra melanjutkan pembicaraan mereka, "Jadi apa penawaranmu?" tanya Lyra tanpa berbasa-basi.


"Tentu saja menjadi sekutu terkuatmu, aku memiliki akses penuh untuk bergerak bebas di dalam keluarga Atkinson," imbuh Claudia menjual penawaran kerjasamanya untuk menghancurkan Lea.


"Katakan apa rencanamu!" ujar Lyra.


Claudia pun berkata, "Kebetulan tadi ada temanku yang seorang wartawan sedang ada di restoran tadi, jadi aku akan memastikan berita tentang Lea akan menjadi tajuk utama di semua media.


"Oh, ayolah Nona Hanks, kita juga tahu bahwa sedikit sekali orang yang bisa menolak uang," jawab Claudia


Mendengar itu, maka Lyra pun langsung saja terseyum mengerti seraya berkata, "Jika begitu, mari kita bersulang untuk merayakan kemenangan di esok hari."


Keesokan paginya, seperti biasa Lea memasak, will membersihkan rumah. Keadaan di rumah pasangan ini sangat tenang. Mereka menikmati sarapan sambil sesekali melihat berita di artikel sosial media. Sementara itu, Claudia baru saja terbangun dan mencoba mengecek tajuk berita hari ini, tapi malah tidak menemukan apa-apa.


Dia langsung saja menghubungi temannya yang wartawan itu, "Aku sudah membayarmu, mengapa kau tidak becus kerja!"


Bukannya permintaan maaf yang diterima. Tapi malah wartawan itu balik marah kepada claudia.


"Persetan dengan uangmu, karena kau aku jadi dipecat!" imbuh marah si wartawan itu.


"Apa katamu?" tanya Claudia terheran.

__ADS_1


"Yang pasti orangnya memiliki kekayaan besar dan juga uang yang lebih banyak darimu," jawab si wartawan itu lagi.


Tanpa basa-basi, wartawan itu pun menutup ponselnya. Hati Claudia bertambah kesal seraya berpikir, kiranya siapa orang dibalik semua ini.


"Apakah itu Tuan Foster?" gumam pelan Claudia.


Sedang berpikir, sebuah panggilan dari Lyra masuk ke ponsel Claudia, "Hal yang kau janjikan hanyalah omong kosong."


"Tunggu dulu, aku bisa menjelaskan semuanya," ujar Claudia.


"Ada seseorang dengan kekuataan besar sedang melindungi Lea. Apakah menurutmu itu Tuan Foster?" imbuh Lea.


Lyra sedikit tertegun lalu berkata, "Maksudmu ada yang menekan agar berita itu tidak keluar?"


"Tepat sekali, bahkan wartawab yang meliput kejadian kemarin pun, baru saja di pecat dari pekerjaannya."


Lyra pun memikirkan hal yang sama, jika itu kemungkinan besar adalah perbuatan Elliot Foster yang tengah melindungi Lea. Semakin dipikir maka semakin hati Lyra menggusar dan mendengki.


"Cari cara lain lagi, lain waktu,"ujae Lyra seraya menutup sambungan di ponselnya.


Di rumah Will, nampak Lea sedikit mengernyitkan alisnya, "kenapa?" tanya Will.


"Eum ... sepertinya ada yang aneh," jawab Lea


"Ada apa?" tanya will.


"Hmm ... berita tentang kejadian semalam sama sekali tidak ada di media."


"Apa kau ingin itu tersebar di semua media?" tanya Will.


"Ah tidak, tentu saja tidak. Perkelahian bukanlah sesuatu yang harus dibanggakan," jawab Lea.


Lea memgalihkan topik pembicaraan, "Kapan kau akan membawaku kepada keluarga besarmu?"


Mendengar pertanyaan Lea, wajah Will terlihat sedikit panik. Dia berdehem dan berkata, "Nanti aku pasti akan membawamu menemui mereka," janji Will.

__ADS_1


Mendengar jawab dari Will, yang terdengar setengah hati di daun telinga Lea, mala dia pum berhenti bertanya. Dia berdiri dari kursi makannya, "Aku pergi lebih dulu, jangan lupa cuci piring yang bersih.


Ketika Lea sudah pergi, Will pun menggwmgungkan pipinya seraya bergumam, "Keluarga ya, hmm..."


__ADS_2