
Pegasus mulai menjalankan strateginya, jika dengan Foster Grup maka Elliot akan memakai cara dengan metode jeratan hutang. Sementara itu, untuk Grup Hank yang bergerak di bidang jasa keuangan, maka Elliot memilih cara lain, yakni mempengaruhi lembaga institusi dan juga para pemegang saham. Sementara itu Cleo juga mendengar jika Lea sedang mengalami korban perundungan lagi.
Baru saja merasa sehat, nampaknya Cleo sudah lupa jika kemarin dia baru saja di rawat berhari-hari di rumah sakit. Karen khawatir dengan Lea, maka dia pun keluar dengan hanya berbalut baju berbahan tipis.
Sesampainya di rumah keluarga Atkinson, Cleo masuk dan bertemu dengan Nenek Atkinson. Dia pun langsung menyapanya, "Nyonya Atkinson," sapanya dengan sopan.
"Panggil saja Nenek, kau ini! Mengapa seperti orang asing," ujar Nenek Atkinson.
Cleo pun tertawa, lalu memeluk Nenek Atkinson dengan erat tapi tidak menyesakan, "Apa Lea baik-baik saja Nek?"
"Maksudku, dengan segala pemberitaan yang memojokannya," imbuh Cleo.
Nenek Atkinson mengajak Cleo duduk, dia menghela napas seraya berkata, "Pada awalnya aku khawatir, tapi melihat dia bisa menangani dengan baik, kekhawatiranku pun pada akhirnya menghilang," ujar Nenek Atkinson.
"Apa Nenek tahu siapa orang yang menekan berita itu sampai menghilang?" tanya Cleo. .
Nenek Atkinson terdiam, pada awalnya dia berpikir jika itu adalah Elliot Foster. Tapi, mengetahui jika pria itu sudah pergi keluar dari keluarga Foster. Maka, Nenek Atkinson menyangsikan. Karena untuk menekan sebuah berita menghilang dari seluruh media maka diperlukan kekuasaan yang tidak sedikit.
"Benar-benar tidak tahu," jawab Nenek Atkinson.
"Eum, apa aku boleh menemui Lea?" tanya Cleo.
"Tentu saja sayang," jawab Nenek Atkinson.
Cleo pun segera pergi menuju ke kamar Lea, pada saat ini Lea masih mengeringkan rambutnya sambil menunduk, "Apa kau baik-baik saja?"
Lea mendongak, "Ya aku baik-baik saja," jawab Lea tanpa ragu.
"Oh sayang, mereka itu memang benar-benar sampah. Mengapa mereka tidak ada puasnya, selalu saja menyakitimu," ujar Cleo.
"Sudah tak usah kau pikir, aku masih bisa menangani mereka," ujar Lea seraya mematikan hairdrayernya.
"Kau sendiri bagaimana keadaanmu?" tanya Lea.
"Tentu saja jauh lebih baik, Papa dan Mamaku sangat menjagaku dengan baik," Jawab Cleo.
__ADS_1
Lea baru saja memperhatikan baju tipis yang Cleo pakai, "Mengapa pakai baju setipis ini, bukankah cuaca hari ini mendung?"
"Ih kau ini, malah mengkhawatirkan aku. Yang memiliki masalah besar itu kau, sayang," ujar Cleo lagi.
Mereka berdua pun membahas kemungkinan-kemungkinan, mulai dari dalang sampai siapa yang menekan berita. Bercakap-cakap beberapa lama, Lea melihat ke arah jendela lalu berkata, "Sebaiknya kau pulang, sepertinya akan hujan lebat."
Cleo berdiri dan melihat ke arah jendela, "Ya, sepertinya akan hujan lebat."
Cleo pun bergegas pulang, dalam perjalanan tiba-tiba mobilnya terasa tidak seimbang, dia pun menepi dan keluar dari mobil, "Oh ya ampun, ban nya kempes."
Cleo membuka bagasinya, berusaha jemmkeras mengeluarkan ban serep yang berat itu, "Oh ya Tuhan, i-ini berat sekali."
Dengan susah payah, Cleo berhasil mengangkat ban serep itu. Dia memandangi ban dan dongkrak, "Lalu ini harus diapakan."
Cleo berdiri di bawah rintik kecil hujan, merasa bingung ditambah kedinginan membuatnya merasa sedikit Frustasi, "Oh ya ampun," ujarnya seraya menghentakan kaki beberapa kali di aspal jalan tol itu.
Pada saat ini, ada mobil yang melaju menepi ke dekat mobil Cleo. Memperhatikan ada yang mendekat membuat Cleo sedikit panik. Sebuah sepatu mengkilap hitam keluar turun lebih dulu.
Cleo melihatnya lalu mendongak, "K-kau ..." ujarnya ketika mengenali itu adalah Will.
"Terima kasih," jawab Cleo.
"Mengapa kau memakai baju setipis itu," ujar Will dengan nada sedikit tidak senang.
"Masuk! Tunggu saja di mobil! Perintah Will.
Mendengar nada suara yang sebaikanya tidak di bantah, maka Cleo dengan patuh masuk ke dalam mobil. Membiarkan rintik hujan menemani Will mengganti ban mobilnya.
Beberapa saat kemudian, Will telah selesai mengganti ban mobil Cleo, "Nah, ini sudah selesai."
Cleo keluar dari mobilnya, "Terima kasih," ujarnya sekali lagi.
Will masih memandang masam, mengamati pakaian yang dipakai Cleo, "Lain kali jangan berpakaian seperti itu!" ujarnya seraya berlalu pergi masuk ke mobil dan melajukannya.
Cleo memandangi bajunya, merasa memang pakaiannya terlihat tipis. Semua karena tadi dia terburu-buru pergi ingin menemui Lea.
__ADS_1
Rintik hujan sudah mulai deras, Cleo pun kembali masuk ke dalam mobilnya dan mulai melajukan. Cleo melewati mobil Will tanpa dia sadari jika itu adalah mobil pria yang tadi baru saja menolongnya.
Will melajukan mobilnya dengan tidak mendahului mobil Cleo. Hujan saat ini turun dengan lebat deras, ditambah langit yang sangat gelap hitam sambil sesekali mengeluarkan petir dari balik perut awan.
Will sedikit khawatir karena Cleo menyetir sendiri dibawah cuaca yang seperti ini, apalagi mengetahui riwayat sakit Cleo. Jadilah dia membuntuti Cleo sekaligus menjaganya diam-diam.
Mereka pun tiba di rumah Cleo, melihat jika mobil gadis itu sudah masuk rumah dengan aman, Dia pun melajukan mobilnya ke tujuan semula, yakni pulang ke rumah.
Di dalam rumah, Cleo mulai bersin-bersin. Nyonya Parker langsung saja menghampiri, "Hujam begitu lebat diluar, mengapa malah pergi keluar, lihatlah kau juga malah memakai pakaiam setipis ini?" ujar Nyonya Parker sedikit mengomel.
"Pekan depan, Tabib Su akan datang. Mama sudah mengundangnya datang sebagai tamu kehormatan, jadi kau jangan nakal!" ujar Nyonya Parker mengingatkan.
"Apa Mama khusus mengundangya datang?" tanya Cleo penasaran.
"Tentu saja tidak, kebetulan dia sedang ada kunjungan tugas, jadi tidak ada salahnya jika kita mengundangnya," jawab Nyonya Parker.
"Apakah Tuan Darren long akan ikut juga?" tanya Cleo.
"Sepertinya iya," jawab Nyonya Parker.
"Wuah, mereka itu benar-benar pasangan yang sangat serasi," puji Cleo.
"Tuan Darren Long benar-benar pangeran berkuda putih tabib Su," cerita Cleo.
"Darimana kau tahu?" tanya Nyonya Parker.
"Tabib su, sendiri yang bercerita, jika Tuan Darren Long dengan gagah berani menyelamatkan dia ketika dia dijebak masuk ke dalam perdagangan manusia," jelas Cleo.
"Lalu Tuan Darren Long, jatuh cinta kepadanya, dan bersusah payah membujuk tabib Su untuk kau menikah dengannya," cerita Cleo lagi.
"Wuah kisah cinta mereka memang sungguh menarik," puji Nyonya Parker.
"Mama harus menyambut kedatangan mereka dengan sesuatu yang spesial," ujar Cleo lagi.
"Tentu saja, Mama akan mengaturnya dengan baik," janji Nyonya Parker.
__ADS_1