PENGAWAL RASA TUAN MUDA

PENGAWAL RASA TUAN MUDA
ABE FOSTER


__ADS_3

Pintu gerbang tinggi besar pun terbuka ketika Elliot datang, kedatanganny kali ini benar-benar dipersilakan oleh Kakek Foster. Elliot memakirkan mobilnya di halaman besar kediaman Foster dan langsung saja masuk ke dalam.


Kepala pelayan keluarga Foster menyambut Elliot seraya berkata, “Mereka telah menunggu di ruang tamu,” ujarnya sembari mengantarkan Elliot.


“Silakan Tuan,” ujar kepala pelayan seraya membukakan pintu untuk Elliot.


Melihat ada Abe Foster sedang duduk bersama kakek Foster, senyum samar sakas menjejaki bibir Elliot, “Halo, adikku! Akhirnya kita bisa bertemu,” sapa kakak tirinya itu.


Meski tidak menyukai apa yang dilihatnya, Elliot tetap menjaga kewarasannya. Abe Foster adalah anak diluar nikah, selama ini keluarga Foster mati-matian menolak keberadaan Abe, sebagai darah daging Keluarga Foster.


Tapi hari ini Elliot melihat keberadaannya di kediaman yang menjadi simbol di keluarga besar Foster, itu artinya keberadaan kakak tirinya itu telah diterima oleh Keluarga Foster. Dengan tersenyum, Elliot duduk dengan elegannya seraya membalas perkataan Abe, “Ya” jawab Elliot Foster.


Kakek Foster sengaja mengundang Elliot datang kali ini, sebagai penghukuman. Dia ingin memberi tahu dengan diakuinya Abe Foster sebagai penerus, itu berarti keluarga Foster telah menganggap jika Elliot sudah benar-benar bukan bagian lagi dari keluarga Foster.


Kakek Foster pun merasa puas, karena merasa telah berhasil menghukum Elliot yang tidak patuh, “karena kalian sudah lama tidak bertemu, maka kalian mengobrolah,” ujar Kakek Foster yang terdengar bijak, padahal sarkas.


Elliot tahu jika Abe telah lama mengincar agar bisa masuk ke dalam keluarga Foster. Kedua kakak beradik itu terhening sesaat. Meski memiliki satu Ayah yang sama. Tapi, mereka tidak pernah sedekat itu. Mereka hanya saling mengetahui keberadaan tanpa pernah bertemu.


Tanpa basa-basi, Abe langsung berkata kepada Elliot, “Menyeralah, sebelum orang lain mengalahkan dan mempermalukanmu!”


Elliot benar-benar tertawa terbahak mendengar jika dia baru saja diancam oleh orang yang baru saja ditemuinya. Dia pun berkata, “Lajuku terlalu cepat, percayalah kau tidak akan bisa mengejarku!”


“Kau tak akan bisa bertahan!” ujar sarkas Elliot kepada Abe.


“Ah begitu ya,” ujar Abe tidak kalah sarkas seraya berkata lagi, “Sepertinya mood- mu sedang senang ya hari ini, sampai-sampai bisa menilai diri sendiri begitu tinggi.”

__ADS_1


“Mood-ku selalu baik, meski aku sedang bertemu musuh sekalipun,” imbuh Elliot.


“Ah aku pikir karena Nona kedua Atkinson yang begitu sedap dipandang,” kata Eliiot sembari sedikit tertawa meledek.


Mengetahui jika dia baru saja diancam, maka dengan marah dia pun langsung menarik kerah kemeja Abe seraya beraka, “Menyeralah, sebelum ada yang menghancurkan kesombonganmu!” ujar Elliot.


Merasa sudah cukup berbasa-basi dan menerima tantangan, maka Elliot pun memilih pergi meninggalkan kediaman Foster. Sebelun masuk ke dalam mobil, dia menoleh dan menatap Mansion yang berdiri megah mentereng seraya berkata, “Selamat tinggal.”


Baginya sekarang Foster hanyalah sebuah nama yang melekat diatas kertas, tidak melekat di dalam hati. Dia pun melajukan mobilnya, seraya menekan nomor Will dari ponsel pintarnya itu dan berbicara melalui headset, “Aku ingin laporan lengkap tentang bisnis Abe selama ini!”


Melihat sebuah tato kecil, yang secara tidak sengaja dia lihat ketika menarik kerah Abe tadi, dia merasa jika kisah dibalik simbol itu tidaklah sederhana. Elliot berpikir api sudah dinyalakan jadi sekalian saja dia buat besar membara, agar yang lain dapat melihat merahnya si api ketika berkobar.


Di kediaman Hank, mereka merasa seperti tertiup angin segar ketika mengetahui saat ini ahli waris keluarga Foster sudah di tentukan. Dengan begini tentu saja perjodohan kala dulu itu masih bisa dibangkitkan kembali. Ini juga bisa jadi sumber kebangkitan kekayaan keluarga mereka lagi.


Merasa tidak mencitai Abe, maka Lyra pun menolak dengan keras, “Aku hanya ingin menikah dengan Elliot!”


‘Plak’ sebuah tamparan keras mendarat di wajah Lyra, di pipinya terjejak tangan besar Tuan Hank yang nampak marah itu sambil menghardik putri satu-satunya itu, “Jangan bodoh, apa kau mau tinggal di jalan dan makan-makanan sisa!”


Lyra pun mulai menangis, lalu Tuan Hank berkata lagi, “Jika tidak ingin jadi pengemis, maka ikuti apa kataku!”


Beberapa hari berlalu, Lea tidak saling berkomunikasi dengan Elliot. Namun karena dipertemuan terakhir mereka, prianya itu meminta agar Lea selalu percaya kepadanya, karena itu dia pun mengabaikan semua bisikan negatif yang ada di kepala dan juga di hatinya.


Hari ini Lea pulang sedikit lama, karena ada beberapa laporan yang dia harus dia periksa. Dia melihat jam di tangannya yang sudah menunjukan jam sepuluh malam, ini juga saatnya toko harus tutup. Dia pun mematikan komputernya, lalu memberekan berkas, memakai jas panjangnya dan meraih tasnya sambil bergegas pergi dari ruang kerjanya.


Lea menuju ke parkiran mobilna, dia menangkap sekelebat bayangan dari sudut luar Toko Atkinson. Dia menoleh dengan sedikit tercengang, melihat jika tiba-tiba seorang pria telah berdiri di dekat mobilnya.

__ADS_1


Abe ingin menyapa Nona kedua Atkinson, Abe mengenakan baju santai berwarna abu-abu muda, terlihat lebih sederhana dari setelan jas utuh yang biasa dia pakai. Sehingga membuatnya tidak terlihat begitu gelap dengan binar mata yang gelap seperti biasanya, binar ketidakramahan.


“Jangan pulang terlalu malam lain waktu?” ujar basa-basi Abe.


“Apa kau mengenalku … Eum maksudku apa aku mengenalmu?” tanya heran Lea.


“Ah ya, maaf jika aku tidak sopan, aku Abe foster, kau bisa memanggilku Abe!” ujarnya seraya mengulurkan tangannya untuk mengajak Lea berkenalan.


“Foster …” ulang kata Lea menyebutkan nama belakang yang tidak asing di telinganya itu.


“Iya Foster,” imbuh Abe lagi.


“Apa kau ada hubungannya dengan Elliot?” tanya penasaran Lea lagi.


“Aku adalah kakaknya,” jawab Abe.


“Kakak?” tanya Lea yang semakin bingung, karena yang dia tahu jika Elliot adalah anak tunggal dari Tuan dan Nyonya Foster.


“Aku memaklumi jika kau terkejut, hanya saja selama ini aku tidak tinggal dengan mereka, dan ini pertama kalinya aku datang mengunjunginya. Jangankan kau , aku pun terkejut,” jelas Abe, sembari sedikit tertawa.


“Ah begitu ya, jadi kau ini saudara tirinya, begitu kan” imbuh Lea menegaskan pemikirannya, seraya menyambut sopan uluran jabat tangan perkenalan itu, lalu dia berkata lagi, “Bagaimana kau tahu aku masih ada di sini?”


“Ya anggap saja aku sedang sedikit memperhatikan,” ujar Abe dengan tertawa lagi.


Merasa tidak mengenal Abe, dan Elliot juga tidak pernah menyebut nama ini di depannya maka Lea pun memilih menjaga jarak dengan Abe meski pria itu memiliki hubungan darah dengan Elliot.

__ADS_1


__ADS_2