
“Apa katamu?” tanya Lea yang merasa jika pendengarannya tiba-tiba saja berubah menjadi sedikit tuli.
“Lyra Hanks, dia akan bertunangan dengan Elliot Foster,” imbuh Cleo lagi.
Lea membalikan badannya lalu menatap kepada Elliot yang sedang mengikuti langkahnya, dia memicingkan matanya menjadi kecil, lalu tiba-tiba saja dia menginjak kaki Elliot dengan keras.
Diinjak dengan keras jelas saja membuat Elliot sedikit berteriak, “Aw ... apalagi salahku?” tanyanya sambil sediki menjinjit-jinjit menahan sakit.
“Dia ini kalau sudah berubah menjadi dewi perang, benar-benat sulit ditangani,” pikir Elliot seraya mengejar Lea.
Merasa diikuti Lea pun berbalik sambil menunjuk kepada Elliot dan berkata, “Berhenti, Jangan ikuti aku!”
“Tapi kenapa?” tanya Elliot dengan penasaran.
“Ah, nampaknya Tuan Elliot telah lupa, Jika sebentar lagi akan bertunangan,” imbuh Lea.
Mendengar jika Lea menyebut kata pertunangan. Maka wajah Elliot pun tersenyum sumringah, “Iya,” jawab Elliot.
Mendengar pengakuan Elliot itu hati Lea semakin gusar, Dengan menekankan nada marah, dia pun berkata,”Jika begitu selamat Tuan Foster atas pertunanganmu dengan Lyra Hanks.”
__ADS_1
Wajah yang tadi tersenyum tiba-tiba menghilang, “Apa … dengan Lyra Hanks?” ujar Elliot.
“Kau salah paham,” ujar Elliot sembari mengejar langkah Lea.
“Tidak usah mengejarku, kita tidak ada hubungan apa-apa,” imbuh Lea lagi seraya mempercepat langkahnya.
“Aku mencintaimu,” teriak Elliot dengan impulsifnya.
“Cinta,” gumam pelan Lea.
“Apa kau tahu apa makna cinta yang kau katakan itu?” tanya Lea seraya sekali lagi membalikan badannya kepada Elliot.
“Aku tidak tahu apa arti kata luar biasa sampai aku bertemu denganmu, sangat-sangat luar biasa,” ujar Elliot.
“Aku tahu … aku tahu, aku salah. Jadi sekarang ambilah hatiku dan aku mohon jangan kau patahkan!” pinta Elliot dengan menekankan nada romantis.
“Kau pikir memaafkan sama mudahnya dengan membeli kacang?” ujar Lea seraya bergegas pergi meninggalkan Elliot.
“Wah, jika dia sudah marah sungguh sulit ditaklukan,” gumam pelan Elliot sembari bertelak pinggang.
__ADS_1
Elliot berkata lagi, “kau pergi selangkah maka aku akan mengejarmu sepuluh langkah.”
Sudah mengenal Lea yang begitu bersih dan murni, jelas mana mau Elliot melepaskan. Dia percaya jika cinta memang dibuat untuk dia dan dirinya. Jadi mempertahankan adalah sebuah keharusan.
Elliot pun melajukan mobilnya, kali ini Lea tidak mengunci pintu rumah mereka dari dalam karena sudah diancam sebelumnya oleh Elliot yang akan memanjat balkon lagi, jika Lea mengunci pintu lagi.
Lea meminta Cleo agar datang ke rumahnya, Elliot membukakan pintu. Baru saja ingin menyapa, tapi Cleo sudah berkata lebih dulu, “Apa kau benar-benar akan bertunangan?”
Elliot terdiam sesaat, lalu berpikir jika Lea tahu tentang pertunangannya itu maka ini pastilah datang dari Gadis yang baru saja datang ke rumah mereka ini. Lea turun dari tangga, “Cleo, ayo masuk!”
Lea pun menarik Cleo menjauh dari Elliot, “Apa kau sudah bertanya kepadanya?” tanya Cleo.
“Sudah,” jawab Lea.
“Lalu apa katanya?” tanya Cleo lagi penasaran.
“Iya, dia bilang iya,” Lea menjawab dengan nada suara sedikit sendu.
“Apa, dia bilang begitu? Apa kau serius?” tanya Cleo lagi.
__ADS_1
Lea mengangguk dengan sedikit tidak bersemangat, Cleo pun langsung menarik Lea dan berkata, “Ayo, kau temani aku saja malam ini!”
“Kemana?” tanya Lea dengan sedikit bingung.