
Will melakukan Check in, Lea menunggu duduk di sofa. Tiba-tiba seorang anak laki-laki berumur lima tahun mendekati Lea seraya berucap, "Kakak Cantik."
Lea menaikan satu alisnya, melihat bocah itu tersenyum seraya memberikan setangkai mawar untuk Lea, "Apakah ini untukku?" tanya Lea.
Bocah itu terdiam sesaat lalu berkata, "Yes."
"Waw, so sweet!" puji Lea seraya mengambil setangkai bunga itu.
"Raynar," panggil seorang wanita yang langsung menggendong bocah berusia lima tahun itu.
"Apa kau sedang berlaku genit lagi?" tanya Khansa, Mama Raynar.
"Kakak cantik," ujar Raynar menunjuk kepada Lea Atkinson.
"Maafkan jika kenakalan putraku mengganggumu," ujar ibu dari bocah itu dalam bahasa inggris.
"It's ok," jawab Lea.
"Hai, aku Lea," ujarnnya memperkenalkan diri.
"Aku Khansa," ujar ibu dari Raynar itu.
"Apa boleh aku menggendongnya, dia sangat menggemaskan," pinta Lea.
__ADS_1
"Tentu saja, jika kau mau," jawan khansa.
Lea menggendong Raynar sambil bergerak pelan ke kanan dan ke kiri, seraya menepuk punggung Raynar, Will baru saja selesai melakukan check in kamar, lalu menghampiri Lea seraya berkata, "Wah, baru ditinggal sebentar malah sudah punya anak," ujarnya seraya tertawa.
"Lihat dia, imut sekali," ujar Lea sembari membelakangi Will, menunjukan wajah Raynar yang sedang berbaring di bahu Lea.
Raynar dan Will saling melempar tatapan persaingan. Lalu Raynar berkata, "Papa."
"Hah, papa!" ujar Lea yang langsung membalikan badan melihat ke arah Will.
"Bukan ... aku tidak ... bukan aku," jawab Will sembari mengangkat kedua tangannya.
Dari kejauhan nampak Leon Sebastian, Papa dari Raynar berjalan ke arah mereka, "Papa," Raynar berteriak lagi memanggil.
Khansa langsung saja mengambil Raynar dari gendongan lea seraya berkata, "Itu suamiku baru saja datang."
Will pun merasa lega, kesalahpahaman yang diciptakan bocah berusia lima tahun tadi berakhir dengan cepat. Leon langsung saja menggendong Raynar seraya berkata kepada Khansa, "Apa lama menunggu?"
Khansa tersenyum seraya menggelengkan kepalanya, Will berbalik kepada asal suara itu. Leon menaikan satu alisnya lalu berkata, "Kau adalah ..." belum juga sempat Leon Sebastian mengucapkan perkataannya sudah di selak duluan oleh Will.
"Halo Tuan, aku adalah Will ... Armstorng nama belakangku. Aku adalah Will Armstorng," ujarnya seraya melirik ke Lea dan menjabat tangan Leon Sebastian.
"Oh, ya Halo," sapa balik Leon seraya mengangguk-anggukan kepalanya.
__ADS_1
"Apa baru tiba di Jakarta?" tanya basa-basi Leon.
"Iya, kami baru saja tiba. Menginap beberapa hari lalu akan pergi berwisata ke jawa barat," jelas Will.
"Ah begitu ya," ujar Leon seraya sedikit tertawa.
"Jika begitu selamat menikmati perjalan kalian," ujar Leon lagi.
"Ayo, salam pada om dan tante," ujar Leon kepada Raynar.
Melihat Raynar melambaikan tangan mungilnya, hati Lea berbunga-bunga seraya melambaikan tangannya dan berkata, "Bye bye."
"Enjoy Jakarta, bro," ujar Leon seraya pamit pergi satu tangan menggendong Raynar, satu tangan menggandeng Khansa.
"Wah mereka keluarga kecil yang bahagia," puji Lea.
"Apa ingin memiliki anak selucu itu?"
"Tentu saja," jawab Lea.
"Jika begitu, kita akan membuat satu nanti"
"Iya kita buat satu," ujar Lea mengulangi kata terakhir Will.
__ADS_1
Keduanya saling menatap tersipu malu ketika membayangkan proses pembuatan anak yang sedang mereka bicarakan, wajah Lea langsung saja memerah karena membayangkannya.
"Oh ya ampun," ujarnya seraya berlalu melewati Will.