Pengkhianatan Di Malam Pengantin

Pengkhianatan Di Malam Pengantin
Part 10 ~ Video hiburan


__ADS_3

"Rencana kita gagal!" kesal Ziko melempar sesuatu ke atas ranjang milik Jesika.


Memang sekarang Ziko berada di apartemen Jesika sebab wanita itu tengah marah karena perbuatan Alexa saat di kantor.


"Sudahlah, kamu mengatakan setelah menikah akan mendapatkan semuanya tapi apa yang terjadi Ziko? Apa mungkin kamu menikahinya bukan karena harta tapi mencintainya?" tanya Jesika dengan tatapan menyelidik.


Sejak menikah, semua yang telah mereka rencanakan telah hancur. Padahal Alexa sendiri yang mengatakan akan memberikan semua harta dan saham miliknya setelah menikah.


"Kau menyalahkanku? Aku sudah berusaha tapi Alexa tidak sebodoh itu." Ziko semakin kesal saat Jesika malah menyalahkan dan menuduhnya yang tidak-tidak.


"Lalu apa Ziko? Kau bahkan sudah tidak pernah menyentuhku setelah menikah. Setiap kali kita akan melakukannya ada saja yang ...."


"Itu diluar kendaliku!" potong Ziko cepat.


Memang setelah menikah, setiap kali akan berhubungan ada saja gangguan yang datang, entah itu pekerjaan atau hal lain yang tidak bisa ditunda barang sejenak saja.


"Sudahlah kau tidak pernah melihat perjuanganku!"


"Aku marah saat kau bermesraan dengannya. Bagaimana jika kau mencintainya?" tanya Jesika.


"Itu tidak akan terjadi!"

__ADS_1


***


Tawa Alexa memenuhi kamar mewahnya melihat video tentang pertengkaran Jesika juga Ziko di dalam sebuah kamar. Sean memang bisa di andalkan dalam hal mengintai sesuatu.


Mata wanita bermata indah itu sampai bercaka-kaca karena terlalu lama tertawa.


"Ah rasanya melegakan melihat mereka bertengkar karena harta orang lain," guman Alexa.


Dia menumpu kakinya dengan kaki lainnya. "Ini baru permulaan Sayang. Aku bakal membalas rasa sakitku dulu. Tidak, bukan membalas karena Ziko bukan orang yang sama di kehidupan sebelumnya, hanya saja sifatnya yang sama. Tapi untuk memperbaiki masa depan aku nantinya." Alexa senyum licik.


Dia memandangi wajahnya di depan cermin. "Cantik," pujinya pada diri sendiri.


"Maka akan kupergunakan kecantikan dan kekayaan ini untuk mengubah segalanya."


"Mungkin dulu aku yang tergila-gila, tapi tidak untuk sekarang."


Alexa akui Ziko adalah pria yang pintar dan tampan, hanya saja ketamakan dalam diri pria itu membuatnya jadi seperti sekarang.


Ziko bukan berasal dari keluarga yang terlalu berada. Bisa masuk ke perusahaan menjadi wakil Presdir karena bakatnya sendiri. Tapi ketamakan mulai merasuki hati Ziko hingga berani menggoda Alexa yang saat itu berkunjung ke perusahaan untuk pertama kalinya.


Mengambil hati Alexa, dan Alexa sempat jatuh cinta dan melupakan tujuannya telah hidup kembali. Janji yang Alexa ucapkan untuk memberikan semua kekayaan orang tuanya tulus dari hati.

__ADS_1


Tapi semuanya berubah sejak Ziko melamar dirinya. Sejak saat itu mimpi buruk tentang kejadian di kehidupan sebelumnya selalu datang setiap hari seakan mengingatkan Alexa tujuan yang sebenarnya.


Mengingatkan Alexa agar tidak terlalu mempercayai cinta seorang pria dan akhirnya terjadi. Kejadian-kejadian yang hampir mirip mulai berdatangan silih berganti.


Untuk saat ini Alexa bisa mencegah semunya. Tidak memberikan harta dan cinta terlalu berlebihan seperti dulu lagi.


Lamuman Alexa tentang masa lalu harus buyar ketika merasakan sesuatu yang dingin menyentuh pipinya. Dia menoleh hingga bibirnya mendarat di bibir milik Ziko.


"Zi-Ziko, sejak kapan kamu datang?"


"Sejak kamu sibuk melamun sampai tidak menyadari keberadaan aku," jawab Ziko.


"Benarkah?"


"Hm, apa yang kamu pikirkan Sayang?" tanya Ziko memainkan rambut Alexa yang menjuntai indah di pundak mulus yang terekspos sempurna.


"Memikirkan tentang perusahaan. Aku terlalu santai sampai berkas di ruang kerja menumpuk," keluh Alexa.


Ziko tersenyum. "Jangan pikirkan apapun yang membuatmu stres, termasuk perusahaan. Serahkan semuanya padaku Lexa, aku suamimu sudah seharusnya kamu membagi beban pikiranmu itu."


"Aku tersentuh mendengarnya, tapi aku masih bisa melakukannya sendiri Sayang."

__ADS_1


"Kata-katamu manis dan sangat tajam," batin Alexa kesal.


Kalau saja Eca tidak membawanya ke kamar saat hari pernikahan, mungkin Alexa akan termakan omongan pria seperti Ziko untuk kedua kalinya.


__ADS_2