
Sean menarik kursi untuk Alexa duduk lebih dulu, barulah setelah itu dia pergi untuk memesan makanan. Sebenarnya bukan hanya memesan makanan tujuan Sean, tapi ada hal lain yang harus dia urus.
Saat berjalan beriringan memasuki restoran bersama Alexa, Sean tidak sengaja melihat bayangan seseorang yang sangat dia kenal melalui pintu.
Pria itu menghampiri pengunjung restoran yang duduk di kursi luar, langsung duduk dihadapan pria bernama Ziko.
"Semoga kecurigaan saya tidak benar," ucap Sean tegas.
"Kecurigaan kamu tepat, saya datang kesini untuk mengambil Alexaku kembali. Dia istriku dan tidak akan pernah kamu miliki," balas Ziko dengan senyum remahnya.
"Alexamu?" Sean terkekeh. "Jika kau menganggap dia Alexamu, tidak mungkin kau menyakiti hatinya dengan mengkhianati dia. Mungkin saya bisa mengikhlaskan Alexa dengan pria lain jika pria itu bisa membahagiakannya, tapi tidak untuk sebaliknya." Sean bangkit dari duduknya setelah memberi peringatan pada Ziko.
Pria itu tidak ingin Alexa kembali terluka karena Ziko. Sean bahkan menyuruh pengacara agar mempercepat perceraian.
"Sekarang dia bukan Alexamu, tapi Alexaku," ucap Sean lagi sebelum benar, benar pergi, membuat Ziko sangat geram mendengarnya. Tangan pria itu terkepal hebat, tapi Sean sama sekali tidak peduli.
Sean kembali menghampiri Alexa dengan senyuman di wajahnya. Ternyata dia pergi terlalu lama, terbukti hindangan di atas meja telah lengkap sesuai pesanan.
"Darimana? Memesan makanan tidak akan memakan waktu hampir setengah jam," tanya Alexa mulai memotong steik miliknya.
"Ada urusan mendesak yang harus aku selesaikan. Ah iya, kata Ricard kamu ingin menjadi guru?"
__ADS_1
"Begitulah."
"Aku ada rekomendasi sekolah yang menarik untukmu."
"Pembahasan menarik," sahut Alexa. Wanita itu mengunyah steik perlahan dan meneliti sesuatu yang diperlihatkan Sean untuknya.
"SMK Angkasa, sekolah baru dan sedang membutuhkan banyak guru yang berkualitas. Salah satunya Ekonomi," jelas Sean.
Mengenal pemilik sekolah membuat Sean tidak akan susah memasukkan Alexa untuk menjadi guru disana. Terlebih SMK Angkasa adalah cabang SMA Angkasa, sekolah terkenal dengan bakat para siswanya.
"Angkasa," guman Alexa. "Dengar-dengar siswa-siswa mereka good looking semua, termasuk tim basketnya. Apakah aku harus beralih menggoda berondong?" Alexa menaik-turunkan alisnya, meminta pendapat pada Sean.
"Ide yang buruk." Sean langsung meletakkan tab yang dia bawa memudian melanjutkan makan siangnya.
"Panas ya?" tanya Alexa.
"Apanya?" tanya balik Sean.
"Udaranya," guman Alexa. Wanita itu menunduk dan memilih untuk menikmati makanannya juga setelah membuat Sean tidak lagi banyak bicara.
Sebenarnya kalimat Alexa tadi hanya untuk memancing reaksi Sean. Alexa ingin tahu apa pria dihadapannya masih menyimpan perasaan yang sama seperti dulu?
__ADS_1
Cintailah orang yang mencintaimu jika kau ingin bahagia dan dihargai, sebab orang yang mencintaimu akan menyiapkan kesabaran seluas semesta demi menghadapi kelakuanmu.
Itu adalah pesan yang dia dapatkan dari bundanya semalam, itulah mengapa Alexa mengetes perasaan Sean padanya. Mencintai memang tidak mudah, tapi Alexa akan mencobanya untuk meraih kebahagian seperti yang diceritakan bunda Kania padanya.
Makan siang dengan pembasahan sederhana berlalu begitu cepat, membuat Sean dan Alexa harus berpisah sebab pekerjaan yang menumpuk di perusahaan.
Tapi sebelum itu Sean tentu saja mengantar Alexa pulang kerumah, atau dia akan mendapatkan amukan dari Ricard karena telah berani menelantarkan adik kesayangan pria itu.
"Kapan kau punya waktu lagi?" tanya Alexa.
"Aku tidak punya waktu," jawab Sean yang terdengar menyebalkan di telingan Alexa.
Pria itu segera melajukan mobilnya meninggalkan rumah mewah Alexa menuju perusahaan. Ricard mungkin telah menunggunya cukup lama.
Diperintahkan mengambil berkas untuk presentasi, Sean malah menghabiskan waktu untuk makan siang bersama Alexa. Bukankah Sean telah menggali kuburannya sendiri?
Sean mengetuk pintu sebanyak tiga kali sebelum membuka pintu ruangan presdir.
"Bagus, sudah berani kau mengubah jadwal tanpa berdiskusi dengan saya!" Ucapan itu menyambut Sean setelah berada di ruangan presdir.
Ini memang salah Sean, karena mengubah waktu presentasi.
__ADS_1
"Apa kau mau dipecat?"