
"Dasar bodoh!" maki Serin pada Irwan yang duduk di sofa. Wanita itu pagi-pagi sekali telah berkunjung ke apartemen Irwan hanya untuk marah-marah saja.
"Menjebak wanita seperti Alexa saja kau tidak bisa! Andai rencana kita malam itu berhasil, mungkin pagi ini kediaman Joshon telah ramai dengan pertengkaran!"
"Berhentilah mengomel Serin, kau tidak lihat wajahku hah!" imbuh Irwan kesal.
Tidak tahuka serin kini wajahnya telah babak belur juga terasa nyeri karena pukulan keras Sean dan beberapa anak buahnya.
"Kau mengira bisa menjebak Alexa begitu saja? Bahkan kalau saja suaminya tidak datang, mungkin akulah yang terjebak, bodoh! Sekarang aku tidak ingin bekerja denganmu lagi, dasar egois!"
Irwan bangkit dari tidurnya dan melempar kunci mobil juga Card pada serin. "Urus percintaamu sendiri, dasar wanita gila! Harusnya kau masuk di rumah sakit jiwa dua tahu yang lalu," maki Irwan yang sudah muak akan tingkah Serin.
Belum lagi, dia tidak punya harapan untuk mendekati Alexa, karena wanita itu telah tahu identitas yang sebenarnya.
"Irwan!" teriak Serin dengan tangan mengepal. "Beraninya kau memaki aku, dasar pria tidak berguna!" Suara Serin mengema di dalam apartemen itu, sementara Irwan telah pergi.
Tangan Serin terkepal hebat mengingat ucapan Irwan tadi. "Aku tidak gila, kalianlah yang gila karena ingin mengirim aku kerumah sakit jiwa, termasuk ayah!" lirihnya menjambak rambut sendiri karena frustasi.
"Namaku bukan Serin kalau tidak bisa mendapatkan Sean. Lihat saja apa yang akan aku lakukan nantinya," geram Serin.
Wanita itu meninggalkan apartemen yang dia sewa untuk Irwan. Dada Serin bergemuruh sangat hebat karena tidak ada lagi orang yang bisa dia jadikan budak.
__ADS_1
"Mari kita akhiri semuanya Lexa, jika aku tidak bisa mendapatkan Sean, maka kau juga tidak bisa."
Serin terus saja berjalan keluar dari gedung pencakar langit tersebut.
"Serin!" Pergerakan Serin yang hendak masuk ke mobil berhenti, dia menolah untuk memastikan siapa yang memanggil dirinya.
Tubuh Serin membeku mendapati sosok pria yang sangat tidak ingin dia temui sebelumnya. Sosok yang telah memegang semua rahasia yang telah terjadi dua tahun yang lalu.
"Kau benar Serin bukan? Lama tidak bertemu," ucap Ziko mengulurkan tangannya.
Serin menepis tangan Ziko. "Aku bukan Serin, kau salah orang!" imbuh Serin.
"Benarkah? Apa aku harus membuktikannya sendiri Nona? Tahi lalat yang berada di bawah pu*sar, bagaimana jika ...."
Ziko senyum simpul, tanpa menunggu lama pria itu masuk ke mobil Serin meski tidak dipersilahkan oleh pemiliknya. Terbebas dari cengkraman Sean, akhirnya dia bertemu ATM berjalan yang akan bersedia membiayai hidupnya.
"Turun!" perintah Serin.
"Ayah kamu tahu kau ada di indonesia, Nona?"
Serin memutar bola mata malas, wanita itu segera malajukan mobilnya meninggalkan gedung apartemen. Sesekali dia melirik Ziko yang tampak jauh berbeda dari dua tahun yang lalu.
__ADS_1
"Bagaimana anak kita, Sayang?" Ziko tertawa setelah mengucapkan hal gila pada Serin.
"Berapa yang kau ingingkan?" tanya Serin setelah mengusayai emosinya.
"Aku lapar," sahut Ziko santai.
Meski merasa kesal, Serin tetap saja mencari restoran yang pas untuk sarapan bersama Ziko. Pria yang pernah menghabiskan malam yang panjang dua tahun yang lalu. Memang benar adanya, dia sempat mengandung anak milik Ziko dengan sengaja, hanya untuk menjebak pria yang dia cintai.
Sayangnya, penjebakan itu gagal dan berakhir mempermalukannya juga hampir saja merusak nama baik Ayana group, semuanya terjadi saat pesta perusahaan Ayana Group berlangsung.
Serin menepikan mobilnya setelah menemukan restoran yang cukup jauh dari jangkauan sang ayah.
Duduk bersama Ziko adalah neraka bagi Serin sendiri, sebab tahu pria dihadapannya sangat licik dan pandai memutar balikkan fakta.
"Atas dasar apa kau kembali? Apa hidupmu kurang menyenangkan di Korea?" Ziko menatap penuh selidik pada Serin. Sesekali pria itu menikmati makanan lezat yang dia pesan.
"Bukan urusan kamu!"
"Pria itu lagi? Siapa namanya, aku lupa." Sungguh, Ziko tidak ingat nama dan wajah pria yang disukai oleh Serin.
Karena malam kejadian, hanya nama yang disebutkan tanpa memperlihatkan wajah pria tersebut.
__ADS_1
"Sean Varos Grady," imbuh Serin.
Uhuk