Pengkhianatan Di Malam Pengantin

Pengkhianatan Di Malam Pengantin
Part 78 ~ Urusan mendesak


__ADS_3

"Beli susu coklat yang banyak," sindir Alexa memasukkan beberapa kotak susu ke keranjang belanjaan mereka. Sementara yang disindir tampak acuh.


Sean hanya sibuk mengenggam tangan Alexa dan memainkannya saja.


"Sean, apa yang kau butuhkan selain susu?" tanya Alexa menoleh ke belakang.


"Kamu."


Alexa memutar bola mata malas mendengar jawaban Sean. "Selain aku."


"Susu itu saja," jawab Sean. Pria itu mendekati istrinya dan mengecup kening Alexa sekilas. "Jangan kemana-mana, aku ke toilet sebenar," lanjut Sean dan meninggalkan Alexa sendirian di rak-rak susu dan cemilan.


Perut Sean tiba-tiba terasa sakit dan mules, itulah mengapa buru-buru ke toilet tanpa menunggu jawaban istrinya.


"Dasar pria," gumam Alexa dan kembali memilih cemilan yang mungkin Sean sukai.


Alexa terus berjalan seraya mendorong troli yang sudah penuh akan barang yang dia beli. Mungkin harganya jutaan rupiah nanti.


Troli yang semula berat itu tiba-tiba menjadi ringan bertepatan dengan seorang pria berdiri di samping Alexa.


"Sendiri saja?" tanya Irwan, guru muda rekan kerja Alexa.


"Sama suami saya," sahut Alexa tampak acuh.


"Ah ya saya lupa bahwa kamu baru saja menikah. Dimana suami kamu?" tanya Irwan kembali.


"Saya bisa mendorongnya sendiri." Alexa menyingkirkan tangan Irwan dari troli dan mendorongnya sejauh mungkin tanpa berniat menjawab pertanyaan Irwan.


Sean sangatlah posesif dan Alexa tidak ingin menghancurkan hari bahagianya dengan pertengkaran. Terlebih dia kurang suka dengan Irwan entah karena apa.

__ADS_1


"Cari siapa Nona?" bisik seorang pria tepat di telinga Alexa. Bahkan dengan berani memeluk wanita itu dari belakang.


Sementara respon Alexa terlihat biasa saja, bahkan membiarkan pria itu dengan leluasa memeluknya.


"Mencari suami saya, apa Tuan melihatnya?" sahut Alexa.


"Tidak, bagaimana kalau kau pergi denganku saja Nona?" tawar pria tersebut.


"Tentu, tidak mungkin saya membayar semua ini sendiri."


Pria itu mengelum senyum dan mengecup pipi Alexa. "Kau akan bersikap tenang seperti ini jika yang memelukmu orang lain, hm?" Sean kembali berbisik.


Memang pria yang memeluk Alexa tadi dan berpura-pura menjadi orang lain Sean sendiri. Untung saja pria itu tidak melihat interaksi Alexa dengan Irwan.


"Tergantung, kalau dia lebih tampan darimu maka aku akan ... Sean!" Alexa terpekik ketika bibirnya di kecup secara tiba-tiba oleh Sean.


Alexa mendelik memperhatikan suaminya yang berjalan menuju kasir seraya mendorong Troly.


***


"Aku sangat lelah," gumam Alexa mendaratkan tubuhnya di sofa setelah sampai di apartemen.


Apartemen itu tampak bersih dan rapi karena Sean menyewa seseorang untuk membersihkannya.


"Istirahatlah di kamar Lexa, seseorang akan datang untuk membereskan belanjaan kita. Belanjaan priadi biar aku yang pindahkan," ucap Sean berdiri di hadapan Alexa. Pria itu membawa air minum di tangannya.


"Gendong!" Alexa merentangkan tangannya.


Dengan sigap Sean mengendong Alexa seperti anak koala menuju kamar, menurunkan di ranjang secara perlahan.

__ADS_1


"Sudah jam tiga sore kamu pasti lelah keliling di Mall."


"Apa kau tidak lelah?" tanya Alexa.


"Sedikit, tapi aku harus ke suatu tempat dulu. Jam 7 malam aku pulang tepat waktu, percayalah," sahut Sean.


Pria itu sibuk menganti bajunya dengan setelan jas rapi.


"Perintah kak Ricard?" Alexa menghampiri Sean dan membantu pria itu mengancingkan kemeja juga memasang dasi.


"Bukan, tapi urusan pribadi. Ah iya, aku juga akan mampir kerumah penyekapan bertemu dengan Ziko."


Alexa mengangguk mengerti. "Kenapa kamu masih menyekapnya padahal bukan dia yang telah mencelakai kita?"


"Karena aku masih punya dendam padanya Lexa. Mungkin urusan kalian sudah selesai tapi tidak denganku. Dia sudah menyakiti wanita yang aku cintai dan tidak akan aku lepaskan dia sebelum meminta ampun."


"Jaga diri baik-baik Suamiku, dan kembali tanpa sehelai rambutpun yang hilang." Alexa menepuk pundak Sean setelah memasangkan dasi.


Jika sudah mode pakaian formal seperti ini, Sean akan terlihat samakin tampan.


"Aku pergi dulu," pamit Sean dan keluar dari kamar.


Sementara Alexa kambali duduk di pinggir ranjang bersiap untuk berbaring.


"Kenapa kembali?" tanya Alexa ketika melihat Sean kembali ke kamar dan menghampirinya.


"Aku melupakan sesuatu."


Cup

__ADS_1


...****************...



__ADS_2