Pengkhianatan Di Malam Pengantin

Pengkhianatan Di Malam Pengantin
Part 30 ~ Memohon


__ADS_3

"Sayang, kamu baik-baik saja?" tanya Alexa mendekati Ziko yang kini telah meringkuk di pinggir ranjang.


Pria itu telah memengangi perutnya yang terasa sakit. Belum lagi rasa pegal diseluruh tubuh sebab keluar masuk kamar mandi.


"Sakit banget Lexa, kayaknya aku salah makan sesuatu deh," sahut Ziko tanpa menatap Alexa yang kini tersenyum lebar.


"Bukan salah makan tapi sengaja dituangkan." Kalimat yang baru saja Alexa keluarkan berhasil mengambil perhatian Ziko.


"Maksud kamu?"


"Aku cuma memasukkan sesuatu yang membuat orang Diare, tapi kamu sudah seperti ini. Apa jadinya racun yang kau masukkan kemakanan bunda dan kak Ricard?" tanya Alexa balik. Wanita bermata indah itu bersedekap dada di depan Ziko.


"Sayang, apa yang kamu katakan? Aku sama sekali ...." Ziko bungkam, dia tidak bisa mengelak lagi setelah melihat sesuatu di ponsel Alexa.


Di dalam video itu, dirinya tengah berbicara dengan salah satu pelayan restoran sebelum menyerahkan bubuk putih yang sangat mematikan.


"Bagaimana?" tanya Alexa dengan alis terangkat. Wanita itu memasukkan ponselnya di saku celana dan menatap remeh Ziko.


Dia senyum sinis melihat Ziko langsung bersujud di hadapannya.


"Sayang, aku bisa jelasin semuanya. Ini tidak seperti yang kamu pikirkan. Ak-aku tidak bermaksud melukai bunda dan kak Ricard hanya saja ...."

__ADS_1


"Apa Ziko? Kau mengira aku bodoh sampai bisa kau kelabui begitu saja hah? Kau berencana merebut semuanya dariku kan? Kau ingin membunuh kak Ricard dan bunda agar semua jatuh ketanganku!" bentak Alexa membongkar semuanya.


Ziko mengelengkan kepalanya, setetas air mata mengalir di manik tajam pria itu. Tapi Alexa yakin, air mata itu hanya air mata buaya yang tidak bisa dipercaya.


"Maafkan aku Lexa, aku khilaf melakukannya. Ak-aku cuma tidak terima kau menjadi atasanku. Harga diriku sebagai seorang pria hancur sebab istriku menjadi presdir di perusahaan." Ziko masih berlutut di depan Alexa.


Mengenggam kedua tangan wanita bermata indah itu. Tatapan memohon Ziko layangkan. Sekarang dia relah memohon di depan Alexa agar tidak kehilangan semuanya.


Jabatan, kekuasaan dia tidak siap meninggalkan itu semua.


"Kau ingin harta?" tanya Alexa.


"Kau berharap aku bisa percaya begitu saja?" tanya Alexa lagi dengan tatapan mengejek.


Rasanya sangat menyenangkan melihat Ziko bersujud di hadapannya seperti ini. Pria seperti Ziko memang harus diberi pelajaran agar tidak terlalu gamblang dalam bertindak.


"Kau masih ingin bersamaku?"


Ziko mengangguk.


"Kalau begitu jangan melakukan sesuatu yang bisa membuatku marah, atau kau akan kehilangan segalanya!" ucap Alexa dan meninggalkan kamar mereka.

__ADS_1


Tepat setelah pintu tertutup rapat, Ziko melempar gelas yang ada di atas nakas karena sangat emosi.


"Sialan, beraninya kau membuatku berlutut seperti itu Lexa. Aku akan memastikan akan membuatmu menderita. Bukan aku yang akan memohon, tapi kau!" kesal Ziko.


"Sepertinya aku harus lebih berhati-hati lagi," gumam Ziko menghempaskan tubuhnya di atas ranjang.


"Ternyata dia tidak selugu yang aku kira. Harta dan cintamu akan aku dapatkan Lexa."


***


"Hari yang melelahkan," gumam Alexa menyandarkan tubuhnya pada sofa. Kakinya bertumpu dengan kaki lainnya.


"Lebih ketat lagi mengawasi mereka Sean. Mungkin setelah ini dia akan lebih berhati-hati lagi," lanjut Alexa.


"Tentu Nona, dan maaf karena telat memberi informasi malam itu," sesal Sean.


"Tidak masalah, kesahalan memang sering terjadi. Ah iya apa kau akan melancarkan rencanamu?"


"Seperti rencana awal kita Nona, Saya akan mendekati Jesika agar mereka berpisah. Lagi pula sepertinya mereka tidak akan sering bertemu sebab Ziko takut ketahuan."


Alexa menghela nafas panjang. "Aku ingin mengakhirinya, tapi aku ingin mereka saling membeci lebih dulu."

__ADS_1


__ADS_2