
"Lakukan apapun untuk membangungkan suami saya dokter!" bentak Alexa.
Air mata terus saja mengalir dari manik indah wanita itu sambil menatap layar monitor yang belum juga berubah menjadi garis kurva.
Sementara sang dokter bersama asistennya berusaha merang*kang detak jantung Sean yang tiba-tiba berhenti dengan alat Defibrilator.
Alat Defibrilator bekerja dengan memberikan kejutan listrik ke jantung sebagai peran*gsang agar detak jantung dan otot jantung kembali berfungsi dengan normal. Defibrilator berfungsi untuk pasien yang mengalami aritmia dengan kondisi irama jantung yang berdetak terlalu cepat, lambat, atau ritme tak biasa.
Berkali-kali dokter menempelkan benda tersebut di dada bidang Sean, tapi garis kurva dilayar monitor urung untuk berubah.
Tit ... Tit ... Tit
Dokter menghela nafas lega saat memberikan kejutan jantung dengan frekuensi tinggi dan garis kurva berubah, detak jantung mulai stabil kembali.
Alexa yang menyaksikan semuanya langsung menjatuhkan tubuhnya ke lantai. Rasa haru dan sedih bercampur menjadi satu dalam hatinya setelah dibuat terkejut oleh suaminya tengah malam seperti ini.
"Kondisi Tuan Sean sudah stabil Nona, anda tidak perlu khawatir lagi," imbuh sang dokter mengulurkan tangannya untuk membantu Alexa berdiri.
Namun, Alexa urung meraih uluran tangan dokter pria yang baru saja mengembalikan detak jantung suaminya. "Terimakasih dokter," lirih Alexa.
Dokter pria tersebut mengangguk dan segera meninggalkan Alexa bersama suaminya di dalam ruang perawatan.
Sementara di dalam sana, Alexa berpindah tempat berdiri di sisi brangkar dan menatap suaminya dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Kau benar-benar pria terjahat yang pernah aku kenal, Sean. Kau telah menghancurkan ulang tahunku dengan berada di ruang operasi, dan malam ini kau membuatku tidak berhenti menangis," lirih Alexa mengusap air matanya kasar.
__ADS_1
Wanita itu menunduk sambil memejamkan matanya, saat membuka dia tidak sengaja melihat pergerakan tangan Sean.
"Hu-husbu? Tangan kamu bergerak?" tanya Alexa. Tatapan itu beralih menatap wajah tampan Sean.
Kelopak mata pria itu bergerak perlahan tapi urung terbuka. Bibir bergerak seirama. Namun, belum mengeluarkan suara apapun.
Tanpa menunggu lama, Alexa memencet saklar di sisi brangkar dibarengi teriakan cukup memekakkan telingan karena sangat bahagia.
"Dokter suami saya bangun!" teriak Alexa.
"Husbu?" lirih Alexa tanpa bisa menahan senyumnya setelah Sean berhasil membuka mata dengan tatapan bingung.
"Akhirnya kamu membuka mata juga setelah membuatku hampir menyerah." Alexa langsung memeluk tubuh ringkih suaminya hingga terdengar lenguhan dari pria tersebut.
"Eeeggghhhh, sakit," rintih Sean.
Alexa segera menyingkir setelah dokter datang. "Dokter periksa suami saya baik-baik, dia merasakan sakit tadi!" imbuh Alexa berubah menjadi wanita cerewet tahu suaminya telah bangun.
Wanita itu terus memperhatikan dokter memeriksa kondisi Sean, sementara yang diperiksa sibuk mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan.
Usa memeriksa pasien, sang dokter menatap Alexa dengan senyuman.
"Kondisinya baik-baik saja Nona, hanya saja beberapa bagian tubuhnya masih terasa sakit sebab dalam masa pemulihan. Terutama di ...."
"Makasih dokter!" potong Alexa tidak ingin Sean mengetahui kondisi kakinya.
__ADS_1
Dokter tersebut mengangguk dan segera meninggalkan ruangan setelah memastikan pasien VVIPnya baik-baik saja.
Berbeda dengan Alexa yang menghampiri Sean, wanita itu duduk di sisi brangkar dengan senyuman penuh cinta di wajahnya.
"Husbu, aku senang kamu ...."
"Siapa kamu?" tanya Sean dengan raut wajah bingungnya. Tidak lupa pria itu menarik tangannya dari genggaman Alexa lalu mengalihkan tatapannya keluar dari jendela yang tertutup tirai.
"Ka-kamu tidak ingat aku?" lirih Alexa dengan dada terasa sesak. Kenapa harus begini? Sampai kapan cinta dan kesabarannya diuji?
Air mata Alexa kembali menetes tanpa bisa dicegah. "Kenapa harus lupa sama aku? Aku istrimu Sean, istri yang sangat kamu cintai."
"Kamu bukan istriku!"
"Aku istrimu!" bentak Alexa.
"Istriku sedang hamil."
"Aku juga hamil, berarti aku istrimu!" Alexa mendesak Sean tanpa tahu bahwa suaminya baru saja sadar setelah tidur hampir satu minggu.
"Istriku hamil anak kembar 5."
"Aku cuma hamil kembar 3, berarti aku bukan ...." Alexa sontak menatap Sean tajam setelah menyadari sesuatu.
Benar saja, lihatlah suaminya tersenyum tanpa dosa setelah membuat jantungnya hampir berhenti.
__ADS_1
"Sean, kenapa kamu malah bertingkah sih!" sentak Alexa.
"Aku merindukanmu my Wife," lirih Sean penuh senyuman.