
Usai mengantar anak-anaknya ke sekolah, Alexa kembali lagi kerumah untuk istirahat dan mengerjakan sesuatu yang mungkin bisa mengisi waktu luangnya selama tinggal di rumah.
Baru saja wanita itu merebahkan tubuhnya di sofa untuk istirahat, suara bel rumah berbunyi cukup nyaring. Alexa melirik sekitar berharap ada seseorang yang bisa membuka pintu, tapi rumah terlihat sangat sepi.
"Huh, entah siapa yang bertamu jam segini," gumam Alexa. Wanita itu lantas bangkit dari duduknya untuk membuka pintu utama.
"Kau?"
"Maaf menganggu waktunya Lexa, tapi apa aku boleh masuk?"
Meski ragu Alexa tetap saja menganggukkan kepalanya, tidak mungkin bukan dia mengusir tamu hanya karena kesalahannya di masa lalu? Terlebih sudah 6 tahun semua telah banyak berubah.
"Apa kabar?"
"Baik, kabarmu bagaimana?" tanya balik Alexa pada sepupunya.
Wanita yang bertamu pagi-pagi di rumahnya tidak lain adalah Serin. Entah apa tujuan wanita itu sehingga bertamu setelah Sean pergi ke kantor.
"Jauh lebih baik dan mungkin sedikit waras." Serin tertawa hambar untuk menghilangkan rasa canggung yang tiba-tiba menghinggapinya.
Kedatangan wanita itu tidak lain untuk meminta maaf atas semua kesalahan yang telah dia lakukan 6 tahun yang lalu. Mendengar cerita bundanya yang mengatakan Sean dan Alexa harus menderita karena ulahnya, membuat Serin dihantui rasa bersalah.
__ADS_1
"Maafin aku Lexa. Seharusnya 6 tahun yang lalu aku tidak terobsesi pada suamimu dan berakhir menyakiti orang-orang yang kamu sayangi. Sekali lagi maafkan aku." Sesal Serin dari dalam lubuk harinya paling dalam.
Alexa bergeming di tempatnya, sudah lama wanita itu mendengar berita tentang keluarnya Serin dari rumah sakit jiwa, bahkan tahu bahwa Arnold menikahi Serin karena perjodohan. Tapi tidak sekalipun terlintas di hati Alexa bahwa Serin akan menemuinya secepat ini.
"Lexa kamu mau maafin aku kan?"
Alexa memasakan senyumnya. "Kenapa tidak? Aku sudah memaafkanmu 6 tahun yang lalu di villa tua itu Serin. Tapi maaf aku belum bisa menerima kehadiranmu dalam kehidupanku. Mungkin bukan hanya aku tapi Sean juga."
"Tidak masalah Lexa, aku datang hanya untuk meminta maaf dan berdamai dengan masa laluku yang cukup kelam. Kamu tidak perlu khawatirkan apapun, setelah pertemuan kita ini aku akan pergi."
Serin bangkit dari duduknya sambil tersenyum tulus pada Alexa. Wanita itu dan suaminya berencana untuk meninggalkan Indonesia, tapi sebelum pergi Serin menemui semua orang yang pernah dia sakiti hatinya.
"Hati-hati," kata Alexa ikut berdiri.
"Apa aku boleh memelukmu sebentar saja?"
Alexa lagi-lagi menganggukkan kepalanya, lantas Serin berjalan mendekat lalu memeluk tubuh Alexa.
"Sekali lagi maafin aku Lexa. Aku sunggu menyesal telah menyakiti hatimu juga Sean. Aku bersyukur rumah tangga kalian baik-baik saja."
"Semoga kau hidup bahagia bersama Arnold dan dikaruniai seorang malaikat. Semoga pertemuan kita suatu hari nanti tidak ada lagi kencanggungan di antara kira." Alexa mengelus pundak Serin yang mulai bergetar.
__ADS_1
Mungkin Serin menangis dalam pelukan Alexa karena sangat bersalah.
Setelah saling berbagi dan memaafkan satu sama lain, akhirnya Serin pamit pada Alexa dan menemui suaminya yang sejak tadi menunggu di luar rumah.
Menikah tanpa rasa cinta tidak membuat Arnold dan Serin seperti orang asing, terlebih Arnold yang sikapnya dewasa juga penuh kasih bisa mengimbangi Serin yang sesekali emosi jika keinginanya tidak sesuai harapan.
"Sudah?" tanya Arnold sambil membukakan pintu untuk Serin.
"Hm, kita ke makam papa dulu ya sebelum pergi."
"Siap, bunda juga sudah menunggu kita." Arnold mengacak-acak rambut Serin penuh kasih sayang.
Meski menerima perjodohan karena permintaan Griya, Arnold tidak pernah memperlalukan Serin buruk. Bahkan ketika marah, Arnold tidak pernah menghina istrinya orang gila.
Menerima takdir hidupnya, itulah yang Arnold lakukan. Apalagi saat wanita yang dia cintai resmi menjadi kakak iparnya.
"Ah iya aku akan mempir kerumah kak Arya setelah pulang dari makam, apa kau keberatan?"
"Tidak sama sekali, aku juga ingin bertemu mama." Serin tersenyum tulus. Usia pernikahan mereka hampir memasuki 2 bulan, tapi tidak sekalipun Serin berkunjung kerumah keluarga Arnold.
Bukan karena sombong, melainkan malu sebab dia gadis yang pernah gila, sangat tidak sebanding dengan Arnold. Selain tampan, baik hati, pria itu juga penuh tanggung jawab.
__ADS_1