Pengkhianatan Di Malam Pengantin

Pengkhianatan Di Malam Pengantin
Part 38 ~ Calon bayi


__ADS_3

"Apa kita akan mengagalkan pernikahan mereka Nona?" tanya Sean tanpa melirik Alexa yang tengah fokus dengan ponselnya.


"Tidak perlu."


"Lalu?" Heran Sean.


"Ziko yang akan mengagalkan pernikahannya sendiri," sahut Alexa merilekskan tubuhnya pada jok mobil.


Memang pembicaraan Jesika dan Ziko tadi dapat didengar jelas oleh Alexa, sebab Sean yang merekam melalui sambungan telpon tadi.


"Apakah itu adalah akhirnya?"


"Mungkin iya, mungkin tidak," gumam Alexa. "Sean kita kerumah sakit biasa," lanjut Alexa ketika Sean akan memutar arah.


Sean mengangguk patuh dan mengurungkan niatnya putar arah menuju perusahaan. Entah apa yang akan Alexa lakukan dirumah sakit, tapi Sean berharap itu bukan tentang kesehatan Alexa sendiri.


Diam-diam pria itu sesekali melirik Alexa yang tengah memejamkan mata seraya bersedekap dada. Ingin rasanya Sean menyingkirkan anak rambut yang menganggu tidur wanita yang dia cintai.


"Aku berharap hancurnya Jesika dan Ziko adalah akhir dari semuanya Lexa," batin Sean.


Sampai saat ini Sean sudah tidak bisa mengontrol rasa cinta dan perhatian-perhatian kecil yang sering kali dia berikan pada Alexa.


Bukankah mencintai dalam diam itu sungguh menyakitkan? Terlebih wanita yang selalu berada di samping kita telah dimiliki orang lain.


Saya tidak melarang siapapun untuk mendekati Alexa, baik kau maupun Ziko asal itu tidak membuat hatinya sakit.

__ADS_1


Itulah kalimat yang dia dapatkan saat meminta izin pada Ricard. Namun, dihari dia ingin melamar Alexa, wanita itu datang kepadanya dengan senyuman bahagia dan mengatakan hal menyakitkan.


Sean, aku dilamar oleh Ziko.


Sejak saat itu Sean mulai menjauhi Alexa, hingga dimana dia melihat dengan mata kepalanya sendiri Ziko dan Jesika datang ke sebuah hotel dan menghabiskan malam yang panjang sebelum hari pernikahan.


"Kenapa melamun? Kau hampir saja menabrak pengendara bermotor," tegur Alexa.


"Maaf Nona," sahut Sean berusaha kembali fokus. Untung saja dia sigap mengendalikan rem, atau kecelakaan benar-benar terjadi di antara mereka.


Sean memarkirkan mobilnya dengan aman setelah sampai di rumah sakit, mengikuti langkah Alexa menuju ruang rawat seseorang.


Seulas senyum terbit di bibir Sean setelah Alexa membuka pintu ruang rawat.


"Tuan," sapa Sean.


Pria itu memutuskan duduk di sofa bersama Sean. Memperhatikan dua wanita cantik di sisi lain ruangan.


"Kakak baik-baik saja?" tanya Alexa dengan raut wajah khawatir.


"Berkat Ricard aku baik-baik saja Lexa. Terimakah tidak membenci kakak karena membuat Ricard menderita," lirih Delia ikut mengenggam tangan Alexa cukup erat.


Alexa dan Delia sudah seperti adik dan kakak. Delia sering kali memanjakan Alexa saat pacaran bersama Ricard, tapi semuanya berubah setelah orang tuanya memutuskan untuk menjodohkan dirinya.


"Aku tidak pernah membenci kakak, aku cuma kesal karena kak Delia lebih memilih orang lain daripada kak Ricard." Alexa memanyungkan bibirnya hingga terlinhat mengemaskan.

__ADS_1


"Oh iya, bagimana sama babynya?" tanya Alexa beralih mengelus perut besar Delia.


"Dia baik-baik saja Lexa."


"Syukurlah," gumam Alexa.


Alexa menoleh kekiri ketika merasakan usapan di pundaknya. "Sebentar lagi kamu akan mendapat keponakan dan bunda akan menjadi seorang Oma," gumam Ricard.


Alexa mengernyit, tidak mengerti akan ucapan kakaknya.


"Maksud kak Ricard apa? Ok aku tahu kakak akan kembali sama kak Delia setelah bercerai, tapi besar kemungkinan anaknya tentu saja akan ikut ...."


"Dia calon anakku Lexa."


Syok, itulah yang Alexa alami kali ini mendengar kenyataan yang tidak pernah terpikirkan olehnya.


"Jadi selama ini kalian juga selingkuh?" tanya Alexa tidak percaya.


"Tidak!" Sanggah Ricard dan Delia bersamaan.


"Dia sudah tumbuh sebelum Delia menikah Lexa. Tes DNA baru saja keluar dan calon bayi itu adalah darah daging kakak." Ricard tersenyum senang menceritakan hal yang sedikit memalukan pada adiknya.


Ayolah, mungkin hubungan diluar nikah sering terjadi di jaman sekarang, tapi ini sangat mengejutkan. Alih-alih kecebong suami Delia yang tumbuh, malah kecebong Ricard yang membesar di dalam sana.


"Ada untungnya juga kakak memintanya sebelum menikah." Ricard tersenyum tanpa dosa, padahal baru saja menceritakan dosa.

__ADS_1


"Ck, kalian memang aneh," decak Alexa.


__ADS_2