Pengkhianatan Di Malam Pengantin

Pengkhianatan Di Malam Pengantin
Part 59 ~ Will you marry me?


__ADS_3

Dengan wajah lesu Alexa berjalan menuju meja makan setelah jarum jam menunjukkan angka 8. Memang benar dia meminta dijodohkan oleh bundanya, tapi tidak secepat ini. Bahkan surat cerainya baru saja dia pegang.


Alexa duduk di hadapan Ricard yang tengah mengulum senyum, dia memicingkan matanya sebagai peringatan.


"Kenapa wajahnya lesu seperti itu Nak?" tanya Kania.


"Hanya kurang tidur Bunda," jawab Alexa jelas berbohong karena tidak ingin Kania bersedih.


"Mana tamu spesiak Bunda? Katanya jam delapan dia akan ...."


"Selamat malam," sapa seseorang yang baru saja datang.


"Akhirnya datang juga," caletuk Kania dengan senyuman.


Alexa menolehkan kepalanya dan mendapati Sean berdiri tepat di belakangnya. Jadi tamu spesial yang di maksud bundanya adalah Sean? Sungguh itu tidak pernah terpikirkan oleh Alexa.


Dia terus meneliti pakaian Sean yang jauh lebih rapi dari sebelumnya.


"Ayo kita makan malam bersama! Bunda senang kalau berkumpul seperti ini!" seru Kania mempersilahkan semuanya makan.


Hidangan makan malam sangat banyak menurut Alexa jika itu hanya menyambut kedatangan Sean. Untuk pertama kalinya setelah Sean bekerja dengan keluarganya pria itu ikut makan malam bersama dirumah.


"Kalian ada lembur?" celetuk Alexa.

__ADS_1


"Tidak," sahut Ricard.


"Lalu kenapa pakaian kak Ricard dan Sean begitu rapi?"


"Hanya ingin," timpal Sean tersenyum simpul.


Sudahlah, sepertinya Alexa mulai kesal karena keluarganya sudah berani main rahasia-rahasian di rumah.


Alexa melirik ke samping saat Sean mengambil tomat di di piringnya.


"Kamu tidak suka tomat Lexa," ucap Sean memindahkan tomat tersebut ke piringnya dan menganti daging ke piring Alexa.


"Ekhem, ingat ini meja makan!" peringatan Ricard.


***


Usai makan malam bersama, Ricard, Kania dan Sean berkumpul di ruang tamu sepertinya membicarakan hal yang serius. Alexa ikut bergabung karena rasa penasaran dalam hatinya.


"Jadi kamu benar-benar sudah siap Sean? Saya tidak ingin seseorang mengecewakan keluarga saya lagi," ucap Ricard mewakili Kania.


"Saya yakin Tuan, maka izinkan saya untuk memintanya," balas Sean dengan wajah serius. Ricard dan Kania langsung menganggukkan kepala masing-masing.


"Kalian sebenarnya membicarakan apa? Sungguh aku tidak ... Sean apa yang kau lakukan?" kaget Alexa ketika Sean tiba-tiba berlutut di hadapannya.

__ADS_1


"Bangun!" perintah Alexa tapi dijawab gelengan oleh Sean. Pria itu mengeluarkan sebuah cincin di saku jasnya kemudian menyodorkan pada Alexa.


"Lexa, Will you marry me?"


"Hah?" Mata Alexa membulat sempurna. "Kamu tidak bercanda kan Sean? Aku baru saja resmi bercerai dan ...."


"Melamar dan diterima tidak langsung harus menikah Lexa, aku tahu itu. Aku melamarmu sekarang agar bisa mempersiapkan segala sesuatu yang akan memakan waktu lama. Kuharap jawabanmu adalah Iya," balas Sean penuh ketegasan dan sedikit pemaksaan. Pria itu telah mendapat restu dari bunda dan kakak Alexa jadi dia sangat percaya diri sekarang.


"Aku sudah menunggu cukup lama untuk memilikimu, rasanya sakit saat mendampingi kamu menikah dengan pria lain Lexa. Sejak dulu sampai sekarang perasaanku tidak pernah berubah meski 1% saja," lanjut Sean.


"Maaf aku tidak bisa ...." Alexa langsung berdiri dari duduknya, membuat ketiga orang yang ada di ruang tamu terkejut bukan main.


Mereka mengira Alexa akan menerimanya dengan senang hati karena sudah lama kenal.


"Lexa, kakak bisa ...."


"Maaf Sean, tapi aku tidak bisa menyia-nyiakan kesempatan ini. Aku tidak bisa menolakmu begitu saja." Alexa mengulum senyum di akhir kalimat setelah berhasik mengeprank keluarganya.


Dia mengulurkan tangan kedahapan Sean, menuggu pria itu memasangkan cincin di jari manisnya yang telah kosong sejak satu bulan yang lalu.


"Aku akan berusaha membahagiakanmu," ucap Sean mengecup punggung tangan Alexa tanpa ada perasaan malu sedikitpun. Pria itu sangat bahagia karena Alexa bersedia menerima dirinya. Penantiannya cukup lama membuahkan hasil yang manis.


"Ayo berdiri!" perintah Alexa, membuat Sean langsung berdiri. Dia langsung memeluk tubuh kekar dan jauh lebih tinggi itu. "Aku percaya padamu Sean, kuharap kau tidak mengecewakan aku," lirih Alexa.

__ADS_1


"Tidak akan Lexa, aku sudah menantikan momen ini cukup lama."


__ADS_2