Pengkhianatan Di Malam Pengantin

Pengkhianatan Di Malam Pengantin
Part 51 ~ Sean yang sebenarnya


__ADS_3

Setelah memastikan bundanya baik-baik saja, Alexa meninggalkan kamar tersebut dan mencari keberadaan Sean yang telah menghilang entah kemana.


"Jangan sampai dia pulang padahal aku butuh penjelasan," gumam Alexa terus saja berjalan mengitari rumah, hingga langkahnya berhenti di pinggir kolam.


Di sana Sean berdiri memandangi akuarium raksasa.


"Sean?" panggil Alexa berjalan mendekat. "Aku butuh penjelasan tentang kau mempercayai sebuah reinkarnasi dengan membawa ingatannya," ucap Alexa.


"Saya juga menunggu Nona," jawab Sean tanpa mengalihkan tatapannya dari akuarium. Pria itu terlihat sangat santai tapi tidak dengan yang sebenarnya. Tangan Sean di dalam saku celana telah mengepal karena merasa sedikit gugup.


"Saya percaya karena saya juga salah satu orangnya Nona."


"Kau bercanda Sean?" tanya Alexa memastikan. Mata indah wanita itu membulat sempurna dengan tangan menutup mulut.


"Saya tidak bercanda Nona. Saya hidup kembali untuk memperbaiki kesalahan yang telah saya lakukan dikehidupan sebelumnya, dan saya tidak menyangka...." Sean merubah posisinya menghadap Alexa. "Nona sama seperti saya."

__ADS_1


"Jadi kau benar-benar serius Sean? Aku tidak sendiri di dunia kejam ini?" Seulas senyum terbit di bibir Alexa. Akhirnya setelah hidup selama 27 tahun dia menemukan orang yang sama dengannya. "Sepertinya cerita kita akan panjang, bagaimana kalau duduk?" tawar Alexa seraya berjalan menuju sofa tidak jauh dari kolam renang.


Sean mengangguk dan mengikuti langkah Alexa, duduk tepat di samping wanita bermata indah itu.


"Apa yang ingin kau perbaiki dikehidupan sekarang?" tanya Alexa.


"Saya ingin menebus kesalahan saya dengan membantu wanita yang saya cintai keluar dari segala masalah, karena dikehidupan sebelumnya saya yang telah membuat masalah mendatangi wanita yang saya cintai," jelas Sean. Pria itu menghela nafas panjang, sangat sulit rasanya akan menceritakan semua kesalahan yang telah dia perbuat di kehidupan sebelumnya.


Namun, ini waktu yang tepat untuk membagi sesuatu terlebih Alexa adalah orang yang sama sepertinya.


"Saya telah membuat wanita yang saya cintai menderita dengan membantu suami wanita itu untuk merebut semuanya. Itu saya lakukan karena dendam sebab ditolak dan dihina."


"Kurang lebihnya seperti itu Nona, dan semuanya berhasil." Sean senyun simpul, tapi sepertinya Alexa belum sadar bahwa wanita yang Sean cintai sekarang adalah Alexa. Tidak mungkin bukan dia mencintai wanita di kehidupan sebelumnya yang telah meninggalkan karena insiden mengenaskan?


"Bagimana dengan Nona?" Sean melirik Alexa.

__ADS_1


"Aku juga hidup untuk memperbaiki sesuatu. Dulu aku menjadi wanita bodoh yang mudah ditipu oleh suamiku sendiri. Menyerahkan semua yang aku miliki hanya karena cinta, tanpa aku tahu kalau suamiku telah selingkuh dengan sekretarisnya sendiri. Itulah mengapa aku menjadi wanita jahat seperti sekarang Sean." Alexa tersenyum tulus pada Sean, akhirnya dia menemukan seseorang yang benar-benar bisa dia percayai selain kakak dan bundanya.


"Nona tidak jahat, tapi berusaha mempertahankan sesuatu yang memang milik Nona." Sean memperhatikan tangan Alexa yang tiba-tiba mengelus perutnya. "Nona lapar?"


"Tidak Sean, aku hanya teringat dengan calon bayiku," lirih Alexa. Wanita itu menunduk untuk melihat perutnya. "Dikehidupan sebelumnya aku meninggal bersama calon anakku karena kekejaman suamiku sendiri."


"Alexa?" gumam Sean menatap Alexa sangat dalam. Tanpa banyak kata Sean langsung memeluk tubuh idal Alexa sangat erat.


Mendengar kisah kenapa Alexa bisa meninggal, membuat Sean mengenali siapa wanita itu sebenarnya. Ah benarkah Alexa jodohnya? Bahkan setelah dipisahkan oleh maut, kini dia dipertemukan lagi dengan versi yang berbeda di kehidupan sekarang.


"Sean, kau kenapa?" tanya Alexa. Wanita itu sungguh bingung dengan sikap Sean yang tiba-tiba memeluknya. Selama ini Sean tidak berani menyentuh dirinya sebelum diberi izin.


"Maaf Lexa, karena aku, kamu menderita di kehidupan sebelumnya," lirih Sean. Akhirnya apa yang selalu menjadi doanya terwujud, yaitu dipertemukan kembali oleh wanita yang dia cintai untuk meminta maaf.


"Maaf untuk apa Sean? Kau sama sekali tidak bersalah apapun. Aku yang merepotkanmu selama ini dan ...."

__ADS_1


"Kamu kenal Alden?"


Tubuh Alexa mematung mendengar pertanyaan Sean.


__ADS_2