Pengkhianatan Di Malam Pengantin

Pengkhianatan Di Malam Pengantin
Part 129 ~ Tuan Posesif


__ADS_3

"Jangan ceroboh kalau di sekolah, ngajarnya sambil duduk dan tidak boleh angkat buku meski beratnya satu kilo!" patuah Sean yang kini berada di meja makan bersama istrinya.


Pasangan romantis itu kembali ke apartemen yang menurut Alexa jauh lebih nyaman dan memiliki privasi berdua saja dengan sang suami. Jika dirumah, mereka tidak bebas bermesraan dan bicara banyak hal apalagi di meja makan seperti ini.


Sebenarnya tidak ada yang melarang, hanya saja Sean yang tidak enak jika harus mempertontonkan keromantisan di depan orang yang lebih tua.


"Sudah 3 kali," sahut Alexa menyantap nasi goreng buatan Sean.


"Biar kamu tidak lupa, Lexa! Awas saja terjadi apa-apa sama kamu, tidak ada lagi alasan untuk keluar rumah!" tekan Sean.


Alexa langsung mengangguk cepat, atau Sean akan terus mengomel sampai selesai sarapan. Wanita itu segera menegak air minum hingga setengah gelas setelah berhasil menghabiskan nasi gorengnya.


Ngidam berlebihan? Tidak, Alexa sama sekali tidak merasakan ada yang aneh pada tubuhnya, hanya saja emosinya sedikit tidak stabil setelah hamil. Mungkin karena hormon babynya.


"Aku akan cucu piring sebelum berangkat, kamu makanlah," ujar Alexa mengambil piringnya dan meletakkan di atas wastafel. Baru saja wanita itu akan menbuka keran air, tangannya telah ditarik oleh Sean.


"Duduk Lexa, Sayang! Aku yang akan mengerjakan semua ini," imbuh Sean membimbing Alexa agar kembali duduk di meja makan.


"Sweet banget sih Husbu tampan aku," puji Alexa mengedipkan matanya menggoda.


Dia menumpu dagunya dengan tangan dan memperhatikan aktivitas Sean di dapur. Pria itu begitu telaten membereskan dapur hingga terlihat kinclong seperti sedia kala.

__ADS_1


Alexa mengerutkan keningnya ketika Sean membawa beberapa macam buah ke atas meja beserta pisau.


"Mau makan buah?" tanya Alexa mengambil satu buah apel hendak dia makan, tapi diambil oleh Sean.


"Jangan digigit seperti itu!" tegur Sean.


Pria itu langsung memotong apel yang telah dia cuci lalu memberikan pada sang istri. Kemudian kembali fokus memotong-motong buah yang lainnya dan mengisi ke dalam kotak ukuran sedang.


Hal itu tidak pernah luput dari perhatian Alexa, entah saat ini dia tidak dapat menebak jalan pikiran suami posesifnya.


"Tuan posesif, sudah jam setengah 7 apa Tuan tidak ada niatan untuk bersiap-siap?" Alexa mengingatkan.


Mereka memang sudah mandi, tapi belum ada yang memakai pakaian kerja.


Alexa menghembuskan nafas kasar, dia segera berdiri untuk bersiap-siap ke sekolah.


***


"Hati-hati dijalan Husbu, jangan berkendara sambil terima telpon itu sangat berbahaya!" peringatan Alexa sebelum turun dari mobil. Dia memajukan tubuhnya dan mengecup pipi Sean yang sengaja pria itu majukan.


"Kamu juga jangan ceroboh!" Sean mengecup kening Alexa. Tidak lupa mengambil kotak di jok belakang dan memberikan pada istrinya.

__ADS_1


Kotak tersebut berisi buah yang dia potong-potong saat di meja makan.


"Buahnya jangan lupa dimakan biar gizi kamu dan anak kita seimbang."


"Makasih suamiku sayang." Alexa tersenyum lebar. Merasa sangat bahagia mendapatkan banyak cinta dari pria yang sangat dia cintai saat ini.


Alexa melambaikan tangannya untuk mengantar kepergian mobil Sean, dan dia mulai berjalan memasuki sekolah yang akhir-akhir ini tidak dia kunjungi.


***


Serin mengambil tasnya dan manarik koper menuju pintu kamar, saat membukanya dia mendapati Arnold berdiri dengan tegak di sisi pintu.


"Nona berubah pikiran?" tanya Arnold memastikan, tatapan pria itu tertuju pada koper di tangan majikannya.


"Hm," gumam Serin dan melangkahkan kakinya keluar kamar.


Wanita itu berjalan santai menuruni satu persatu anak tangga setelah Arnold mengambil alih kopernya. Tatapan Serin tertuju pada dua manusia tidak tahu diri yang sedang menikmati tayangan tv.


Dia memutar bola mata malas melihat dua perempuan itu berdiri dan menghampirinya.


"Kamu akan pergi Nak?" tanya ibu tiri Serin, tapi Serin terus saja melangkah tanpa mengidahkan pertanyaan wanita paruh baya itu.

__ADS_1


Wanita yang sangat beruntung dicintai oleh ayahnya. Wanita yang membuat dia harus kehilangan keluarga yang dulunya harmonis.


__ADS_2