Pengkhianatan Di Malam Pengantin

Pengkhianatan Di Malam Pengantin
Part 177 ~ Kehebohan Triple A


__ADS_3

Alexa meregangkan otot-ototnya yang terasa sangat kaku setelah olahraga bersama sang suami semalaman. Wanita itu melirik ke samping dan mendapati Sean masih tertidur dengan lelapnya.


"Ck, sudah tua masih saja ganas!"


Alexa mengecup kening suaminya sebelum turun dari ranjang. Wanita itu harus sampai di kamar sebelum anak-anaknya bangun, atau dia akan mendapatkan pertanyaan aneh dari tiga bocah mengemaskan miliknya.


"Jangan pergi dulu Sayang, masih setengah 6 ini," gumam Sean menarik tangan Alexa agar tidak meninggalkan kamar tamu.


Alexa lantas membalik tubuhnya dan menatap sang suami yang engang membuka mata.


"Tidurlah Husbu, aku harus menyiapkan segala keperluan kalian untuk pagi ini."


"Sayang, cium dulu." Memanyungkan bibirnya, menunggu sang istri mengecup meski sekejap saja.


Tidak ingin berlama-lama, akhirnya Alexa mengecup bibir Sean sebelum pergi dari kamar tamu tersebut.


Langkah Alexa berhenti tepat di anak tangga paling bawah ketika melihat tiga bocan cilik duduk di disi tangga lainnya.


"Bunda sama ayah baru pulang?" tanya Aiden menumpu dagunya pada lutut di anak tangga. Mata bocah itu masih terlihat sayu.


"Bunda sama ayah udah pulang semalam kak Iden, tapi pergi lagi karena kerja. Iyakan Bunda?" Kini giliran Aily yang berbicara.


Alexa menelan salivanya kasar, dia seperti baru saja tertangkap basah selingkuh oleh anak-anaknya.


"Bunda belum cium Idan!"


"Ya sudah sini bunda cium kalian!" Merentangkan tangannya menunggu tiga bocah yang wajah mirip tersebut segera menghampiri.


Tubuh Alexa hampir saja terjungkal ketika Aily, Aidan dan Aiden memeluknya sangat erat di anak tangga.

__ADS_1


"Bunda sayang kalian."


"Kita juga sayang Bunda!" Teriaknya serempak.


"Pintar banget sih anak-anak bunda? Ayo kalian harus mandi terus siap-siap ke sekolah. Hari ini bunda yang bakal antar terus jemput."


"Cium lagi!"


"Ck." Alexa berdecak, meski begitu tetap saja mendaratkan ciuman di pipi masing-masing anak-anaknya sebelum memisahkan diri.


Karena anak perempuan akan membutuhkan waktu lama bersiap-siap, akhirnya Alexa memilih ke kamar Aily dulu sebelum mengurus anak-anaknya yang lain.


Selalu saja pagi Alexa akan diwarnai dengan kehebohan saling rebutan ciumana dari anak-anaknya yang mengemaskan.


Usai memandikan Aily, Alexa mengeringkan rambut putrinya. Lalu menguncir ala anak korea yang sangat mengemaskan.


"Cantik banget deh anak bunda, kayak berbie hidup!" puji Alexa.


Alexa lantas memberikan dua jempol pada anak sulungnya tersebut. Meski begitu tetap saja kembali merapikan dari rambut sampai kerah kemeja yang tidak terlipat dengan rapi.


"Iden keren?"


"Jelek!" ucap Aidan dan Aily serempak.


Bagaiamana tidak, penampilan Aiden layaknya preman pasar. Baju kaos kecil yang terlihat sebab kemeja bagian luarnya dibiarkan terbuka begitu saja.


Alexa mengelengkan kepalanya. "Sudah tampan, tapi akan lebih tampan kalau rapi!"


"Gitu ya Bunda?"

__ADS_1


"Iya Sayang." Mengusap kepala Aiden penuh kasih sayang.


Lantas Aiden memasang kancing kemejanya meski terlihat sedikit sulit.


Setelah bersiap-siap Alexa mengantar anak-anaknya menuju meja makan untuk sarapan bersama.


"Kalian makan lebih dulu ya, bunda mau bangunin ayah!"


"Ayah malas ih, kalah sama Ai," cibir Aily.


"Iya ayah malas, terus nyusahin bunda kita terus," timpal Aidan. Bocah yang paling menyayangi bundanya. Bahkan melihat Alexa duduk sendirian tanpa senyuman saja, Aidan akan menghampiri ayahnya dan bertanya apa mereka bertengkar.


"Ayah bukan malas, tapi ngantuk karena habis kerja semalaman. Jadi kalian harus mengerti ya."


"Iya Bunda!"


Sepeninggalan Alexa, Aidan, Aiden dan Aily mulai menyantap sarapan kesukaan masing-masing yang berada di atas meja.


Sesekali Aily melirik piring Aiden yang berisi roti selai kacang berserta susu coklat kesukaanya.


"Ai mau roti itu!" Tunjuk Aily dijawab gelengan oleh Aiden.


"Tidak boleh Ai, kata bunda Ai tidak boleh makan roti isi kacang, nanti kulitnya merah-merah."


"Makan selai nanas punya aku aja yuk!" Aidan menyerahkan sepotong roti miliknya untuk Aily yang alergi kacang.


"Ai mau roti kak Iden!"


"Tidak boleh Ai!" ucap Aidan dan Aiden serempak

__ADS_1



__ADS_2