Pengkhianatan Di Malam Pengantin

Pengkhianatan Di Malam Pengantin
Part 186 ~ Kuda-kudaan


__ADS_3

"Ai, bobo yang benar!" tegur Alexa berkacak pinggang disisi ranjang hanya untuk memastikan anak-anaknya benar-benar tidur siang.


"Ai bobo kok Bunda." Berbaring telentang diapit oleh dua kakak kesayangannya.


"Ai tangan kamu ih!" omel Aidan.


Bagaimana tidak, sejak tadi tangan Aily dibalik selimut terus saja mencubit kecil punggung tangan Aidan.


"Tangan Ai di sini Bunda." Mengangkat tangannya tinggi-tinggi hanya untuk memperlihatkan pada Alexa.


"Sudah-sudah, Aidan jangan terlalu ketus sama adeknya. Ai juga jangan tertalu jahil sama kakak-kakaknya okey?"


"Okey Bunda!" sahut Triple A serempak.


Alexa lantas tersenyum sumbringan pada anak-anaknya. Wanita itu menunduk untuk mengecup kening Triple A sebelum meninggalkan kamar.


Entah apa alasan Sean sehingga membawa Triple A kerumah bunda Kania tanpa pemberitahuan lebih dulu. Biasanya Sean paling anti membawa anak-anaknya tanpa persetujuan dari Alexa.


Langkah Alexa memelan setelah sampai di kamar dan melihat suaminya sedang berdiri di balkon sambil memperhatikan kolam renang yang terasa sangat sejuk.


"Husbu mikirin apa hm?" tanya Alexa langsung memeluk suaminya dari belakang, menempelkan pipinya di punggung kekar sang suami.


"Tidak ada, hanya menikmati angin."


"Benarkah?" Menyembulkan kepalanya di antara lengan dan pinggang Sean. "Dalam rangka apa Husbu bawa anak-anak kerumah Bunda?"


Sean lantas membalik tubuhnya dan melingkarkan tangan di pinggang ramping sang istri. Pria itu hampir lupa mengatakan ada janji temu bersama Azka nanti malam.

__ADS_1


"Azka, Ceo Wijaya group mengundang kita untuk makan malam, itulah mengapa aku titip anak-anak sama bunda."


"Ah aku kira ada yang penting."


"Tidak ada Sayang." Sean menunduk hanya untuk mengecup kening Alexa, memejamkan matanya menikmati angin yang mulai sejuk berbarengan dengan langit yang mulai gelap.


Sepertinya sebentar lagi akan turun hujan padahal beberapa menit yang lalu masih cerah.


"Mau hujan." Sean menatap dalam manik istrinya, seolah kalimatnya menyiratkan sesuatu.


"Lalu kenapa?"


"Olahraga dibalik selimut pasti menyenangkan Sayang."


"Husbu?" Membulatkan mata seolah mengancam, tapi bukan Sean namanya jika takut pada istrinya di saat-saat seperti ini.


Tidak puas jika hanya berdiri saja, Sean lantas melingkarna kaki istrinya di pinggang dan berjalan memasuki kamar.


Langkah Sean berhenti seiring ciuman yang terlepas setelah melihat tiga kurcaci duduk di atas ranjang bertumpu dagu.


"Kenapa Sayang?" Alexa yang belum menyadari kehadiran anak-anaknya malah mengalungkan tangan dileher dan meraup bibir suaminya yang menganga karena kaget.


"Anak-anak Lexa!"


"Mereka sudah tidur di kamar sebelah." Mengelus rahang tegas Sean. Sudah kepalang dan terlanjur kepancing, Alexa mengingingkan lebih.


"Ada di belakang kamu."

__ADS_1


"Hah?" Alexa lantas menoleh ke ranjang dan terkejut melihat anak-anaknya duduk anteng sambil memperhatikan mereka tanpa mengeluarkan suara apapun.


"Kalian?"


"Ayah sama Bunda kok saling gigit terus gendong-gendongan? Ai juga mau."


"Idan juga!"


"Iden juga!"


Sean menghela nafas panjang, pria itu segera menurukan tubuh istrinya lalu merangkak di atas lantai.


"Ayo anak-anak kita main kuda-kudaan!" seru Sean. Pria itu rela menjadi kuda anak-anaknya daripada menjawab pertanyaan yang sama sekali tidak tahu jawabannya.


"Yey Ai dapat kuda!" Aily langsung turun dari ranjang lalu naik ke punggung ayahnya. Hal itu juga dilakukan oleh Aidan dan Aiden.


Sebenarnya setelah Alexa keluar dari kamar Triple A, mereka bersiap untuk tidur. Tapi karena mengingat perkataan om Ricard tadi mereka mengurungkan niatnya.


"Kalau tidak mau dedek, jangan biarin ayah sama bunda berduaan di dalam kamar."


Itulah ucapan Ricard yang tidak bisa Triple A lupakan sehingga memilih tidur di kamar orang tuanya. Namun, yang mereka lihat sangat menghenrankan, dimana ayah dan bundanya saling mengigit satu sama lain layaknya vampir.


"Ayah kenapa gendong Bunda? Bundakan udah besar," tanya Aily.


"Ka-karena kaki bunda sakit Nak, tadi tidak sengaja kejedug pintu." Sean terpaksa berbohong.


"Kaki bunda sakit?" Aidan dan Aiden langsung turun dari punggung ayahnya dan menghampiri Alexa yang tampak santai duduk di sofa.

__ADS_1


__ADS_2