Pengkhianatan Di Malam Pengantin

Pengkhianatan Di Malam Pengantin
Part 161 ~ Dua pengawal


__ADS_3

"Husbu?" Alexa mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan mencari seseorang.


Sean yang baru saja keluar dari kamar mandi lantas menghampiri istrinya. Pria itu tersenyum sumringan. Menunduk untuk mengecup kening Alexa sebagai sapaan.


"Akhirnya istri aku bangun juga," kata Sean.


"Anak kita mana, Husbu?"


"Ada sama bunda diruangan lain Sayang, nanti dibawa dokter ke sini." Sean mengelus punggung tangan Alexa dan sesekali mengecupnya.


Rasanya hanya mengucapkan terimakasih tidak cukup setelah melihat perjuangan Alexa.


"Berhenti mencium tangan aku, bawalah anak-anaku kesini!" Alexa menarik tangannya dari Sean.


Bukannya marah, Sean malah mengulum senyum. "Tunggu di sini aku akan membawanya untukmu!"


Sean segera meninggalkan ruang perawatan untuk menemui ibu mertuanya yang berada di ruangan lain. Sebenarnya bisa saja Alexa dan bayinya satu ruangan, hanya saja Kania sengaja memisah agar tidak menganggu istirahat Alexa yang masih membutuhkan pemulihan khusus.


Sambil menunggu kedatangan suaminya, Alexa mengalihkan fokusnya pada jendela yang tirainya tersingkap sehingga dapat melihat hari yang gelap.


"Akhirnya aku bisa bertemu dengan mereka tanpa ada drama memilukan." Alexa melirih. Wanita itu tidak menyangka akan melahirkan diluar waktu perkiraan dokter.


Atensi wanita itu beralih pada pintu dimana boks bayi di dorong memasuki ruangan. Senyuman dibibirnya mengembang ketika Sean menghampiri dengan bayi mungil di gendongannya.

__ADS_1


Kekehan mulai terdengar keluar dari mulut Alexa melihat Sean seperti robot berjalan.


"Wah ayah belum terbiasa gendong kamu Nak."


Alexa bergerak sedikit agar bayi mungil di gendongan Sean bisa berbaring di sampingnya. "Lucu banget anak kita Husbu, yang lain mana?"


"Satu-satu Sayang, memangnya kamu sudah pulih sepenuhnya hm?" tanya Kania.


Wanita paruh baya itu berjalan mendekat mengendong bayi perempuan yang menjadi anak tengah. Melihat hal tersebut, Sean menghampiri boks lalu mengambil bayi satu lagi.


"Wah kita dapat sepasang Husbu." Mata Alexa berbinar melihat putra dan putrinya secara bersamaa. Wajah ketiga bayi mungil itu mirip sekali.


Hanya sekali melahirkan tapi Alexa dan Sean langsung memiliki putra dan dua putra.


"Tahu tidak kenapa kita diberi dua putra dan satu putri?"


"Karena takutnya putri kita mengikuti kecantikan kamu." Sean menjeda sambil tersenyum. "Itulah mengapa putri kita membutuhkan dua pengawal."


"Bisa gitu ya?" Alexa terkekeh bersama Kania yang merasa lucu dengan penerawangan Sean yang tidak masuk akal sama sekali.


***


Setelah tinggal dirumah sakit selama satu minggu, akhirnya Alexa diperbolehkan pulang oleh dokter. Alexa dan Sean pulang kerumah mereka dan memutuskan akan merawat putra dan putri mereka tanpa bantuan siapapun.

__ADS_1


Mungkin ada, tapi tidak sepenuhnya diserahkan pada baby sister, sebab Sean dan Alexa takut anak-anak mereka kekurangan kasih sayang dari orang tua.


"Sudah pagi, Lexa. Bagunlah dulu untuk sarapan, setelahnya kalau mau tidur silahkan," kata Sean. Pria itu berada di sisi ranjang dengan posisi jongkok.


Tidak kunjung bangun, Sean menghujani Alexa ciuman bertubi-tubi, bukan hanya di pipi melainkan bibir juga leher Sean cium.


"Sudah Husbu, aku masih mengantuk. Tahu sendiri anak-anak kita sangat rewel."


"Sarapan dulu Sayang!"


Alexa mendengus kesal, wanita itu segera bangun dari tidurnya sambil memejamkan mata. Jika tidak segera bangun maka Sean akan mengomel tiada henti.


"Dasar Tuan posesif!" Alexa turun dari ranjang dan segera masuk ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya. Saat keluar dari kamar mandi, dia telah mendapati ranjang telah rapi.


Tatapan Alexa beralih pada boks bayi yang sama rapinya. Boks bayi warna pink diapit boks berwarna biru.


"Semoga kedua putra aku tidak terlalu posesis seperti ayahnya!"


"Kenapa tidak? Dia putraku."


"Benarkah?" tanya Alexa berkacak pinggang.


"Tentu saja Sayangku." Tanpa menunggu lama Sean langsung menarik pinggang ramping Alexa dan membenamkan bibirnya di bibir wanita itu cukup lama.

__ADS_1


Sean memejamkan matanya ketika mendapatkan respon dari sang istri. "Apa kita sudah boleh melakukannya Sayang? Sungguh aku ingin .... Ugh." Sean melengguh saat perutnya dicubit oleh Alexa.


"Ayah dari anak-anakku, bisa tidak jangan mesum terus? Tuh anak kamu lebih butuh." Tunjuk Alexa pada boks berwarna pink, dimana bayi perempuan mereka merengek.


__ADS_2