Pengkhianatan Di Malam Pengantin

Pengkhianatan Di Malam Pengantin
Part 172 ~ Bunuh diri


__ADS_3

Setelah mengantar anak-anaknya ke sekolah bersama sang suami, kini saatnya Alexa yang akan menuju sekolah tempatnya mengajar diantar oleh Sean dan Arya sebagai sopirnya.


Senyuman Alexa mengembang sempurna setelah mobil berhenti tepat di depan pagar sekolah.


"Jangan lupa makan siang sesibuk apapun itu! Kalau sakit perut lagi aku tidak mau nolong!" titah Alexa tidak terbantahkan.


Kemarin Sean pulang cepat karena sakit perut disebabkan maag kambuh. Sudah tahu punya penyakit maag tapi tetap saja memetingkan pekerjaan sendiri. Entah sampai kapan Sean akan memikirkan dirinya sendiri tanpa memikirkan tanggung jawab lainnya.


Sean mengangguk patuh dengan ceringan menyebalkannya.


"Iya istriku." Sean merentangkan tangannya sambil memanyungkan bibir, menunggu Alexa mendekat untuk memberikan sapaan perpisahaan tanpa memperdulikan Arya yang mungkin saja melihat.


Cup


Alexa mengecup pipi Sean tanpa memeluk lebih dulu. Wanita itu akan terlambat jika mengikuti keinginan aneh suaminya.


"Sayang, peluk dulu terus cium dan ...."


"Ingat Hubus, Ai tidak mau punya dedek." Alexa meledek sebelum menutup pintu mobil, membuat Arya mengulum senyum melihat tingkah bosnya.


Sudah 7 tahun menikah tidak pernah sekalipun Arya melihat keduanya bertengkar. Kalaupun ada pastilah Sean yang lebih dulu mengalah dan meminta maaf meski tidak salah sekalipun.


"Dah Husbu!" Alexa melembaikan tangan mengantar kepergian suaminya.


Berjalan memasuki pagar sambil tersenyum ceria. Paginya dimulai dengan baik bersama anak-anak dan suami tercinta, sudah pasti akan memberikan semangat berkali-kali lipat.

__ADS_1


"Bu Lexa?"


Alexa menghentikan langkahnya dan menatap wanita cantik dengan jurusan yang sama.


"Kenapa bu Ratih?" tanya Alexa.


"Sepertinya bu Lexa tidak sempat memeriksa group sekolah. Nanti malam ada acara makan-makan bersama guru-guru lain di restoran ...." Menyebutkan nama restoran yang cukup populer dengan makanannya yang enak.


"Ah begitu, makasih informasinya bu." Alexa mengangguk dengan senyuman dan melanjutkan langkahnya menuju ruang guru.


Tidak ada salahnya dia ikut makan malam bersama guru-guru yang lain, toh sudah lama Alexa tidak pergi sendirian setelah menikah.


Kalau bukan bersama anak-anak ya suami, itu saja siklusnya tapi tidak pernah membuat Alexa bosan.


"Apa aku kabari husbu sekarang saja ya? Atau saat mau berangkat saja?" Alexa menimbang-nimbang sambil memegang ponsel di tangannya.


Wanita itu berjalan keluar kamar hanya memegang satu buku paket, ponsel dan absen saja agar tidak terlalu ribet.


Berjalan di koridor yang mulai sepi membuat Alexa merasa sangat tenang tapi tidak berlangsung lama ketika tatapannya tertuju pada bangunan luar sekolah yang menyimpan kenangan buruk untuknya 6 tahun yang lalu.


"Aku gagal menjadi seorang guru," lirih Alexa merasa kesal pada dirinya sendiri.


Andai dulu dia mendengarkan dengan serius keluhan siswa yang mendapat kekeran fisik dari kekasihnya karena tidak ingin putus, mungkin siswa itu masih ada sampai sekarang.


Namun, penyesalan hanya tinggal penyesalan saja. Gadis ceria itu melompat dari rooftop sekolah sehari sebelum ujian diadakan dan Alexa orang pertama yang melihat mayat tersebut.

__ADS_1


"Bu Lexa."


"Hm."


"Mau saya bantu bawakan?" tanya siswa yang kebetulan melintas.


"Boleh." Alexa menyerahkan buku paket yang dia bawa, kebetulan siswa yang menawarkan adalah siswa yang akan dia masuki kelasnya.


"Semoga tenang Nak," gumam Alexa tanpa didengar oleh siapapun.


Alexa mengikuti langkah siswanya menuju kelas sambil pikiran terus berkelana ke 6 tahun yang lalu.


Penyesalan tidak terlalu mengerogoti pikiran Alexa sebab dia berhasil memenjarakan pria yang menjadi kekasih si gadis. Pria yang menyebabkan si gadis depresi dan memilih mengakhiri hidupnya.


Alexa mengembangkan senyumnya setelah sampai di kelas.


"Selamat pagi, kalian sehat dan sudah sarapan?" sapa Alexa duduk di kursi guru.


"Sudah bu."


"Belum bu!"


"Kenapa belum?" tanya Alexa.


"Nunggu diingetin ibu." Cengir laki-laki berada paling pojok.

__ADS_1


"Lain kali harus sarapan sebelum berangkat ke sekolah. Ini berlaku untuk semua siswa. Sehat itu mahal jadi harus dijaga sebaik mungkin!"



__ADS_2