
Telah menyebabkan kecelakaan pada suaminya sendiri dan memutuskan untuk merawatnya sendiri seperti orang bodoh, itulah yang Alexa lakukan kali ini hanya untuk memberi pelajaran pada Jesika yang berani bermain-main dengannya.
Alexa dengan setia duduk di samping brangkar menunggu Ziko bangun dari pingsangnya. Tidak ada luka serius yang Ziko derita, hanya patah tulang di tangan kanan.
Hanya patah tulang! Tapi bukankah itu sangat menyakitkan?
Tangan Alexa refleks mengusap kepala Ziko ketika bola mata pria itu perlahan-lahan bergerak, hingga tidak lama kelopak matanya terbuka.
"Akhirnya kamu bangun juga," guman Alexa dengan senyuman.
"Lexa, aku ... Sssstttt." Ziko mendesis kesakitan saat akan mengerakkan tangan kanannya.
"Jangan bergerak dulu, tangan kamu patah itu."
"Pa-patah?"
"Hm, tapi tenang saja aku bakal rawat kamu sampai sembuh suamiku," ucap Alexa dengan senyum penuh ketenangan.
"Mau minum sesuatu?" Ziko mengelengkan kepalanya.
"Apa ini alasan kamu nyuruh aku pakai mobil Ricard?" tanya Ziko telah lama terdiam.
Dia ingat betul saat kecelakaan itu. Rem tidak berfungsi juga kecepatan sulit dikendalikan sungguh membuat dirinya ketakutan. Di dalam mobil, Ziko mengira itu adalah akhir hidupnya.
__ADS_1
"Lexa!" panggil Ziko ketika tidak ada jawaban apapun dari Alexa. Wanita itu malah sibuk mengupas buah.
"Bukan aku tapi kekasihmu," gumam Alexa.
"Ke-kekasih? Apa yang kamu katakan Sayang?" Tiba-tiba tengorokan Ziko terasa kering mendengar jawaban istrinya. Jangan sampai dalam kondisi seperti ini dia dihempaskan begitu saja oleh Alexa.
Siapa yang akan merawatnya? Dia tidak yakin Jesika bisa melakukannya meski mengatasnamakan cinta.
"Hm, bukannya Jesika kekasihmu? Kalian akan menikah minggu depan. Sayang sekali kamu harus masuk rumah sakit hingga tidak bisa menemuinya." Suara Alexa masih tenang, tapi itu sudah mampu membuat Ziko panas dingin.
"Aku memang menyuruhmu mengendarai mobil itu, aku juga tahu mobil kak Ricard sudah disabotase oleh suruhan kekasihmu ...." Alexa menjeda kalimatnya.
"Tapi tidak mungkin bukan aku membiarkan kak Ricard celaka begitu saja, sementara yang merencanakan adalah kekasihmu?"
"Jadi aku mengorbankan dirimu! Tapi tenang saja Sayang." Alexa mengelus rahang tegas Ziko. "Aku akan merawatmu sampai sembuh."
"Lexa, maafkan aku! Aku tidak bermaksud untuk mengkhianatimu. Ini semua terjadi ...."
"Aku tidak menerima alasan apapun, aku juga tidak ingin membahas masa lalu dan pengkahiatan. Buktikan saja kau benar-benar mencintaku atau tidak."
Alexa beranjak dari duduknya. "Polisi menyelidiki tentang kasus kecelakaan kamu. Keputusanku tentang hubungan kita, tergantung tindakanmu."
Setelah mengatakan apa yang ingin dia katakan, Alexa segera meninggalkan ruang rawat Ziko. Memberi waktu pria itu untuk berpikir tenang keputusan yang akan dia ambil nanti.
__ADS_1
Namun, apapun keputusan Ziko itu akan menguntungkan untuk Alexa.
Memenjarakan Jesika atau tidak, Alexa sudah berhasil menyiram percikan-percikan api pada telaga bensin.
Rencana awal Alexa bukan seperti ini. Namun, karena Jesika yang memulai, Alexa memilih lebih kejam lagi. Awalnya Alexa hanya ingin Jesika menderita di luar sana dan bebas menghirup udara segar, tapi setelah perbuatan bejat Jesika, dia ingin memenjarana wanita itu dengan tangan Ziko sendiri.
Kehancuran Ziko dan Jesika adalah tujuan Alexa, karena dua manusia tidak tahu malu itu telah berani menghancurkan hari pernikahannya.
"Nona sebaiknya pulang, ini sudah malam," ucap Sean tiba-tiba muncul seperti setan.
Alexa menghela nafas panjang, sudah tidak heran jika Sean muncul di mana-mana tanpa di duga.
"Aku mau merawat suamiku," jawab Alexa.
Sakit? Tentu saja hati Sean merasakan sakit teramat sangat. Tapi apa yang boleh dia lakukan? Memaksa Alexa mencintainya, itu sama saja dia menyakiti hati Alexa.
"Saya akan menemani ...."
"Pergilah Sean, aku akan merawatnya sendiri. Untuk beberapa hari kedepan apa kamu bisa mengurus perusahaan? Aku akan bicara sama kak Ricard juga."
"Tidak masalah Nona, saya akan melakukan yang terbaik untuk perusahaan."
Sean mengangguk sebelum meninggalkan Alexa di rumah sakit.
__ADS_1
"Aku akan menunggu waktu di mana kamu bisa menerimaku Lexa."