
Suara tamparan mengema di dalam rumah yang pemiliknya belum pulang. Pelaku penamparan tidak lain Griya yang baru saja menginjakkan kaki di rumah mantan suaminya.
Wanita paruh baya itu menatap nanar wanita yang telah berani merebut suaminya dahulu.
"Puas kau sekarang hah?!" bentak Griya dengan nafas memburu.
Kesabaran seseorang memiliki batas dan sekarang kesabaran Griya telah habis setelah mendengar riwayat penyakit putrinya.
Mungkin dulu Griya mengalah pada wanita tidak tahu diri di depannya karena tahu Jackson tidak lagi mencintainya, tapi mengusik Serin sama saja menantangnya untuk keluar dari zona nyaman.
"Bunda!" teriakan seorang gadis tidak membuat Griya takut.
Wanita itu terus menatap nyalang istri Jackson yang tengah memegang pipinya.
"Apa-apaain ini?" tanya Jackson yang baru saja datang bersama Arnold.
Lantas saja Griya membalik tubuhnya menghadap Jackson tanpa ada rasa takut sekalipun.
"Puas kau setelah membuat putriku menderita?"
"Maksud kamu apa Griya? Bahkan aku tidak ...." Ucapan Jackson berhenti ketika sebuah tamparan mendarat di pipinya.
__ADS_1
"Kau bukan saja gagal menjadi seorang suami, tapi kau gagal menjadi ayah yang baik untuk putri satu-satunya!" bentak Griya dengan mata memerah.
"Karena kau sibuk mengurus ****** juga putrinya, kau sampai lupa sama putrimu sendiri Jack!" Griya memejamkan matanya untuk mengatur nafas yang memburu.
Berbeda dengan Jackson yang diam mematung melihat amukan Griya. Amukan wanita yang selalu saja diam jika dirinya ditindas oleh siapapun. Bahkan dahulu saat Jackson memutuskan untuk menikah lagi, respon Griya hanya ....
"Ceraikan aku jika kau ingin menikahi wanita pilihamu."
Hanya itulah yang Griya katakan dan meninggalkan rumah tanpa meminta apapun dari Jackson kecuali kasih sayang untuk putrinya. Mungkin karena mereka menikah sebab perjodohan.
"Tenangkan dirimu Griya, kita bisa membicarakan ini baik ...."
Griya tertawa sinis. "Bagaimana bisa aku bicara baik-baik sementara kau sendiri menyembunyikan riwayat penyakit putriku. Alih-alih memberitahuku tentang kondisinya, kau malah mengirim dia kembali padaku dengan alasan dia membuat masalah di perusahaan."
Kesakitan terbesar seorang ibu adalah melihat anaknya menderita. Dan kini Griya telah mengalaminya.
Griya membalik tubuhnya pada wanita ular yang selama ini Jackson pelihara di rumahnya. Mungkin dulu dia tidak akan peduli dengan rumah tangga mantan suaminya, tapi kini dia telah berjanji akan menghukum penyebab dari masalah yang menimpa putrinya.
"Kau sangat mencintai istrimu kan?" tanya Griya pada Jackson tapi tatapannya tertuju pada wanita licik yang sedang berangkting kesakitan.
"Tanya padanya apa dia mencintaimu seperti kau mencintainya!" lanjut Griya penuh penekanan. Wanita itu mengeluarkan beberapa lembar foto di dalam tasnya lalu melempar pada Jackson yang telah menghampiri istrinya.
__ADS_1
"Selamat menikmati," ungkap Griya dan meninggalkan rumah mewah yang tidak pernah dia impikan sama sekali.
Wanita itu memejamkan matanya saat samar-samar mendengar teriakan Jacksok yang memekkan telinga. Tentu saja setelah melihat foto yang Griya lempar.
Foto tersebut adalah foto istri Jackson bersama pria lain. Bukan hanya satu tapi beberapa pria yang berbeda setiap kali keluar kerumah.
"Nyonya!"
Langkah Griya berhenti saat akan melewati pagar tinggi milik mantan suaminya. Wanita itu menunggu tanpa membalik tubuh.
"Maaf karena saya tidak becus menjaga Nona Serin, maaf pula karena tidak memberitahu Nyonya yang sebenarnya," lirih Arnold.
"Sudah tugasmu setia pada satu orang saja," sahut Griya.
"Terimakasih pujiannya Nyonya, tapi apa saya boleh bicara lagi?"
"Hm."
"Tuan Jackson memiliki penyakit jantung akut, sementara istrinya hanya peduli tentang harta. Maaf karena saya sudah tidak setia lagi, saya telah membocorkan dan melanggar perintah dari tuan Jackson dengan menceritakan ini pada Nyonya."
Griya memutar tubuhnya menghadap Arnold ketika mendengar mantan suaminya mempunyai riwayat penyakit jantung.
__ADS_1
"Tolong selamatnya Tuan Jackson juga Ayanan Group yang merupakan milik Nona Serin. Hanya nyonya yang bisa melakukaknnya!" pinta Arnold yang tidak ingin keluarga yang telah memberinya pekerjaan hancur di tangan wanita licik seperti ibu tiri Serin.