
Alexa langsung menarik tangan Sean yang hendak bergerak di atas tuts keyboard. Dia menatap suaminya dengan tatapan serius.
"Jangan sekarang!" pinta Alexa. "Aku sudah memberinya waktu 3 hari untuk dia meninggalkan negara ini, Husbu," lanjutnya.
Sean menghela nafas panjang, pria itu menyandarkan tubuhnya pada sofa, mengusap kepala Alexa yang bersandar di dadanya.
"Kenapa kau bersikap lunak seperti ini Lexa? Bukankah membereskan dan menyingkirkab dia dengan cepat lebih bagus? Aku tidak ingin kamu terluka karenanya," lirih Sean.
Pria itu tidak mengerti dengan jalan pikiran Alexa. Disaat mereka mempunyai bukti yang bisa mempermalukan Serin, wanita itu malah ingin menunda-nunda. Sungguh Sean tidak menyukainya.
"Karena aku sedang hamil," imbuh Alexa. "Aku tidak mau terlalu jahat pada seseorang untuk saat ini Sean. Aku takut itu akan berimbas pada anak kita. Ku mohon, beri dia kesempatan 3 hari untuk pergi," lanjut Alexa.
Tatapan penuh pengharapan Alexa layangkan, membuat Sean tidak punya pilihan selain menganggukkan kepala.
"Baiklah, aku memberinya waktu tiga hari. Jika selama itu dia tidak pergi, aku benar-benar akan mempermalukan dirinya," cetus Sean.
Alexa menganggukkan kepalanya antusias, tidak lupa mengecup pipi Sean. "Aku mencintaimu Sean Varos Grady, kau pria yang sangat baik hati," puji Alexa terus mendaratkan ciuman bertubi-tubi pada wajah Sean.
Detik yang sama, Sean mengunci pergerakan Alexa yang terlalu liar. "Jangan terlalu agresif Lexa, karena bernafas saja kau sudah memancing sesuatu, apalagi jika liar seperti ini, hm?" Tatapan Sean menukik, membuat Alexa menelan salivanya sangat kasar.
Wanita itu memejamkan mata bersiap menerima kecupan dari sang suami. Benar saja, benda kenyal menyentuh bibirnya penuh sensasi. Luma*tan demi luma*tan mulai Alexa rasakan, membuatnya ikut bergerak untuk mengimbangi sesa*pan Sean.
"Manis," bisik Sean dengan senyum nakalnya. "Aku lembur hari ini Lexa," ucap Sean memberitahukan.
__ADS_1
Pria itu mengendong tubuh Alexa menuju ruang istirahat di dalam ruangan presdir. Membaringkan tubuh Alexa perlahan di atas sofa bed dan menindihnya.
"Tidak sampai masuk, tenang saja," imbuh Sean kembali memainkan lidahnya dimulut sang istri.
Sore hari yang panas, menjadi semakin panas di dalam ruangan presdir karena ulah sepasang kekasih yang tengah bertukar saliva satu sama lain.
Alexa terkekeh geli setelah pangutan Sean terlepas. Dia mengelus rambut Sean yang sibuk menyesap sesuatu di bawah sana.
"Saat anak kita lahir, kamu akan kehilangan hak untuk menyentuhnya," canda Alexa.
Sean sontak mendongak dengan wajah cemberut. "Tidak, ini tetap milikku aku. Benarkan Sayang?" ucapnya pada perut Alexa.
"Terus susu coklatnya bagaimana?"
"Ck, posesif mode on," decak Alexa.
***
"Kenapa kau tidak bisa mencegahnya bodoh!" maki Serin pada Ziko.
Wanita itu sangat muak karena selalu mendapatkan kekalahan. Alexa selalu ungul darinya dan Serin tidak menyukai hal itu.
"Aku sudah berusaha tapi tidak bisa mencegahnya Serin," sahut Ziko menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang. "Bagaimana jika kita menenangkan diri sejenak?" imbuh Ziko lagi.
__ADS_1
Pria itu menepuk-nepuk tempat di sampingnya, mempersilahkan Serin berbaring di sana.
"Aku tidak mau!" tolak Serin.
"Kau yakin Nona? Padahal aku sangat merindukan jeritanmu entah saat dibawah maupun atas. Aku yakin kau merindukanku juga." Ziko mengedipkan matanya menggoda.
Serin mendengus kesal dan melemparkan bantal sofa tepat di wajah Ziko. Ternyata sejak dulu pria itu tidak berubah, otaknya hanya selangka*ngan saja.
"Harusnya kau tidak bercerai dengan Alexa!" cetus Serin mulai mendekati Ziko.
"Aku juga tidak ingin berpisah dengannya, tapi Sean telah merebut dia dariku," balas Ziko menarik tubuh Serin agar terjerambah di atas tubuhnya.
"Kau mencintainya?" tanya Serin.
Ziko mengelengkan kepalanya dan terus menatap Serin. "Aku tidak mencintainya," bohong Ziko.
Sampai sekarang, rasa cinta untuk Alexa terus bersemayang di dalam hati Ziko. Tapi dia tidak pernah menemukan celah untuk masuk kekehidupan wanita itu lagi.
"Lalu kenapa kau ingin membantuku?"
"Karena tubuh dan uangmu."
"Bagimana dengan rencana kita?" tanya Serin mulai menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh Ziko.
__ADS_1
"Aku akan mengabarimu setelah semuanya siap."