Pengkhianatan Di Malam Pengantin

Pengkhianatan Di Malam Pengantin
Part 23 ~ Hiburan di pagi hari


__ADS_3

"Ziko!" panggil Jesika, tapi yang dipanggil sama sekali tidak menoleh.


Pria itu berjalan masuk ke ruangannya tanpa menyapa Jesika sedikitpun. Tangan Jesika terkepal hebat karena marah.


Baru pagi-lagi seperti ini dirinya sudah dibuat kesal oleh kasihnya. Baru saja akan beranjak untuk menemui Ziko, kedatangan seseorang malah mengagalkan semuanya.


"Mau kemana kamu?" tanya Alexa bersedekap dada.


"Saya ada urusan dengan Tuan Ziko Nona," jawab Jesika berusaha tetap tenang. Bagaimanapun dia masih menyanyangi pekerjaanya.


"Sebaiknya kamu tunda dulu, saya ingin bertemu suami saya sebentar. Tidak lama kok, saya hanya lupa memberinya ciuman," ucap Alexa dan berlalu begitu saja memasuki ruangan Ziko.


"Tidak, ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Ziko cuma milik aku dan selamanya akan tetap seperti itu," geram Jesika terus memandangi pintu ruangan Ziko. Berharap Alexa segera keluar dari sana.


Jesika tidak bisa membayangkan apa saja yang mereka lakukan di dalam. Terlebih Ziko adalah pria yang sangat mudah tergoda dengan tubuh perempuan.


Perhatian Jesika teralihkan pada benda yang tiba-tiba ada di hadapannya. Dia melirk pemilik tangan tersebut.


"Minum dulu Jesika!" tawar Sean menyodorkan jus segar padahal masih pagi. "Cuaca sedang panas jadi kau bisa meminumnya," lanjut Sean. Pria itu meletakkan cup jus di atas meja kemudian berlalu begitu saja.


Sementara Jesika yang memang membutuhkan sesuatu yang segar, segera menyesap jus jeruk itu hingga setengahnya.


Beberapa menit setelah meminum jus itu, perutnya terasa melilit dan ingin buang air besar. Tepat saat itu juga Alexa keluar dari ruangan Ziko.


"Aaakkkkhhhh, sakit banget sialan!" gerutu Jesika berlari ke kamar mandi untuk menuntaskan sesuatu yang menganggu perutnya.

__ADS_1


Setelah di rasa baik-baik saja, Jesika hendak mengunjungi ruangan Ziko. Namun, baru beberapa langkah dari toilet sesuatu ingin keluar lagi.


***


"Ternyata semenyenangkan ini mengerjai seseorang di pagi hari," ucap Alexa dengan tawanya.


Sebenarnya Alexa dan Sean tidak ada briefing lebih dulu untuk mengerjai Jesika. Hanya saja ide itu mucul di kepala mereka masing-masing dan kebetulan saling bersangkutan.


"Membuatnya mengundurkan diri dari perusahaan adalah tujuan kita Sean."


"Saya akan melakukannya dengan baik Nona," sahut Sean yang setia berdiri di samping meja Alexa.


"Setidaknya aku bisa membuat hubungan mereka sedikit meregang," gumam Alexa. Dia melirik Sean. "Pergilah Sean dan kerjakan apa yang seharusnya kamu kerjakan!" perintahnya dan dibalas anggukan kepala oleh Sean.


Sepeninggalan pria itu, Alexa mulai menyibukkan dirinya dengan layar laptop. Bagaimanapun juga dia telah menjadi Presdir dan dia sadar tanggung jawab yang dia pikul sangat besar, jadi dia tidak bisa melupakan tanggung jawabnya.


Fokus Alexa harus terganggu karena ponsel pribadinya berdering, dia melirik sekilas barulah memutuskan untuk menjawab.


"Kenapa Sayang? Apa kau sudah merindukanku, padahal kita baru saja bertemu beberapa jam yang lalu," goda Alexa pada Ziko di seberang telpon.


"Sayang, aku ingin mengajak kalian makan malam bersama nanti. Apa kamu bisa memastikan bunda dan kak Ricard hadir? Ini adalah hari bahagiaku," ucap Ziko di seberang telpon.


Alexa mengerutkan keningnya, merasa aneh kenapa Ziko tiba-tiba mengajak makan malam bersama padahal tadi sudah mendapat sindiran keras dari bundanya.


"Sayang, kamu dengar aku kan?" tanya Ziko memastikan.

__ADS_1


"Iya aku dengar. Nanti akan ku sampaikan sama bunda dan kak Ricard. Aku jadi penasaran apa yang membuat suamiku ini mengajak makan malam bersama." Alexa menyandarkan tubuhnya ke kursi.


"Selama menikah aku tidak pernah mengajak kalian makan malam diluar, Sayang. Harusnya sebagai menantu aku lebih memperhatikan keluarga istriku."


"Ah aku terharu mendengarnya Ziko. Sungguh aku sangat mencintamu."


"Aku juga mencintaimu Lexa. Sampai jumpa dirumah Sayang."


Alexa menghela nafas panjang setelah sambungan telpon terputus. Memejamkan matanya untuk memikirkan tentang Ziko.


Sepertinya dia harus mengakhiri semuanya secepat mungkin. Tapi Alexa belum menemukan sesuatu yang bisa membuat Ziko masuk daftar hitam perusahaan.


Yang Alexa inginkan, setelah perselingkuhan Ziko dan Jesika dia kuak dan berpisah. Ziko tidak bisa kerja diperusahaan manapun lagi agar menderita di luar sana.


"Entah apalagi yang kamu rencanakan Ziko, tapi aku tidak akan membuatmu menang. Cukup sekali aku tertipu dengan pria, tidak untuk kedua kalinya."


"Nona?"


"Hm?" gumam Alexa tanpa membuka matanya.


"Sepuluh menit lagi ada rapat penting yang harus Nona hadiri," ucap Sean menyembulkan kepalanya di balik pintu.


"Tunggu aku di ruang rapat," sahut Alexa.


Wanita bertama indah itu segera merapikan kemejanya dan mengambil jas untuk dia kenakan.

__ADS_1


Keluar dari ruang kerjanya dan memperhatikan meja Jesika. Di sana tidak ada seorang pun. Dia membelokkan langkahnya menuju ruangan Ziko, langsung membuka tanpa mengetuk lebih dulu.


"Le-lexa?" kaget Ziko langsung mendorong tubuh Jesika.


__ADS_2