Pengkhianatan Di Malam Pengantin

Pengkhianatan Di Malam Pengantin
Part 12 ~ Tidak mempercayai siapapun


__ADS_3

Alexa berjalan lebih cepat setelah sampai di Cafe tempatnya janjian dengan Sean, terlebih pria itu sudah datang sejak setengah jam yang lalu. Sangat lama bukan?


"Maaf harus menunggu lama, aku tadi ...."


"Tidak apa-apa Lexa," sahut Sean dengan senyum hangatnya. Di atas meja sudah tersedia beberapa hindangan kesukaan Alexa yang Sean pesan tadi.


Alexa tersenyum. "Akhirnya aku bisa bertemu dengan temanku, bukan sekretaris kakakku," ejek Alexa yang sebenarnya sudah muak jika Sean bersikap formal, tapi tidak bisa melarang kecuali Sean sendiri ingin menjadi temannya.


"Aku penasaran kenapa kamu menerima Ziko padahal sudah tahu bahwa dia ...."


"Karena sesuatu, itu saja. Jangan banyak bertanya Sean atau aku akan meminta bantuan orang lain!"


"Hm baiklah cantik, lakukan apapun yang kamu mau. Aku bakal menuruti semuanya." Sean tertawa.


"Aku punya rencana untuk memisahkan mereka," celetuk Sean lagi setelah beberapa menit berdiam diri.


"Apa itu?"


"Merebut Jesika dari Ziko."


"Merebut?" Mata Alexa membola.


"Hm, kamu mau memisahkan mereka dengan cara tidak disadari siapapun dan itu jalan terbaik. Aku yakin Jesika perempuan matre yang hanya mencintai uang." Sean senyum licik dan diikuti oleh Alexa.


Ide yang diberikan oleh Sean boleh juga. Mendapatkan godaan dari kedua belah pihak tidak menutup kemungkinan salah satunya akan tergoda bukan?


"Jangan lupa awasi gerak-gerik Ziko di perusahaan!"

__ADS_1


"Siap." Sean terkekeh kecil.


Segera mengakhiri pembicaraaan karena akan menikmati hidangan di atas meja yang mulai dingin. Sesekali Alexa melirik Sean yang terlihat sangat tenang dan seperti memiliki dua kepribadian.


"Bahkan aku tidak bisa percaya padamu," batin Alexa diam-diam menatap Sean.


Sekarang Alexa tidak dapat mempercayai apapun selain Ricard, Kania dan Eca. Bagi Alexa, semua orang diluar sana adalah musuhnya, apalagi setelah dia menjadi presdir di perusahaan ternama.


Tidak menutup kemungkinan banyak yang ingin menghancurkannya termasuk Sean sendiri yang tampak sangat bisa di andalkan.


Alexa bangkit dari duduknya setelah mengabiskan makanan di atas meja.


"Aku harus pergi sekarang," ucapnya hendak pergi tapi tangannya langsung diraih oleh Sean.


"Aku bakal nganter kamu pulang. Sudah jam 10 malam Lexa. Tidak baik seorang wanita berkeliaran."


"Tidak masalah." Alexa sama sekali tidak menolak tawaran Sean.


"Makasih Sean atas tumpangannya," ucap Alexa setelah turun dari mobil. Memang tadi Alexa bertemu dengan Sean menggunakan taksi.


"Sama-sama."


Alexa melambaikan tangannya untuk mengantar kepergian Sean dan itu semua tidak luput dari perhatian Ziko di balkon kamar.


Pria itu tengah bersedekap dada memperhatikan interaksi Alexa dan seseorang yang tidak dapat dia tebak siapa pemilik mobil tersebut.


Ada rasa tidak suka di hati Ziko melihat istrinya pulang diantar oleh seseorang. Apakah benar apa yang dikatakan Jesika? Bahwa dia mulai mencintai Alexa?

__ADS_1


"Tidak mungkin." Ziko senyum sinis, segera masuk ke kemarnya dan bersandar pada kepala dipan menunggu kedatangan sang istri.


Dia pura-pura membaca majalah ketika mendengar pintu berdecit pelan.


"Sayang?" panggil Alexa meletakkan tas di atas meja dan hak setinggi 15 cm dia letakkan di rak sepatu.


"Hm."


Alexa menggampiri Ziko dan merebut majalah di tangan suaminya. "Setidaknya kalau kesal sama seseorang jangan membaca majalah terbalik, itu malah akan membuat tambah pusing," ucapnya membuat Ziko langsung salah tingkah sendiri.


Apalagi saat Alexa langsung bersandar di dada bidang Ziko tanpa memberi jeda sedikitpun.


"Bagaimana perusahaan hari ini?" tanya Alexa.


"Baik, hanya ada beberapa yang harus ditandatangani sebagai presdir," jawab Ziko.


"Besok saja aku tanda tangani, sekarang aku lelah dan sangat mengantuk," lirih Alexa.


"Tidak bisa Sayang, kau harus menandatanganinya malam ini. Hanya tanda tangan saja semuanya sudah aku perisak!" desak Ziko.


"Baiklah, mana berkasnya? Biar aku tandatangani langsung," sahut Alexa menegakkan tubuhnya.


Menunggu Ziko yang telah keluar sepertinya untuk mengambil beberapa berkas.


Ziko kembali membawa berkas di tangannya juga secangkir kopi entah untuk siapa.


"Minum dulu Sayang biat tidak mengantuk," ucap Ziko.

__ADS_1


Alexa mengangguk dan segera meminum kopi yang telah Ziko campurkan sesuatu. Ziko senyum penuh kemenangan.


Sebentar lagi Alexa tidak akan fokus karena mengantuk hingga langsung tandatangan tanpa membaca.


__ADS_2