
Usai berkunjung ke makam ayah Serin yang meninggal karena serangan jantung, Arnold membawa wanita itu kerumah Arya dimana mamanya tinggal sekarang.
Hubungan Arnold dan mamanya sempat tidak baik-baik saja saat akan melangsungkan pernikahan. Tidak ada yang setuju akan pernikahan Arnold dan Serin. Tapi pria itu tetap saja menikah karena mendapat permintaan dari Griya setelah Jackson meninggal dunia.
Melihat Serin terus saja menundukkan kepalanya setelah turun dari mobil, membuat Arnold mengenggam tangan istrinya dan tersenyum.
"Tidak apa-apa, mama pasti senang kamu datang."
"Semoga saja." Serin balas tersenyum.
Sejak dikurung selama bertahun-tahun di dalam rumah sakit jiwa dan mendapat penolakan dari keluarga Arnold. Rasa percaya diri Serin memudar karena merasa dia adalah orang paling terhina di dunia sehingga tidak ada yang mengiginkan keberadaanya.
Arnold memencet bel beberapa kali sehingga wanita paruh baya yang kulitnya sudah keriput di makan usia membuka pintu.
Pria itu tersenyum ramah pada mamanya. "Ma, maaf Arnold baru bisa mampir sekarang."
"Masuklah nak!" Wanita paruh baya itu meraih tangan Arnold tapi mengabaikan keberadaan Serin.
Wanita paruh baya itu beranggapan kalau Arnold membangkan padanya karena hasutan dari wanita licik seperti Serin.
__ADS_1
"Eh Arnold, apa mas Arya tahu kamu datang?" sapa Ayra buru-buru menutup buah dadanya. Wanita itu tadi sedang menyusui putranya yang mengemaskan.
"Tidak, aku akan mengabarinya sebentar lagi. Ah ya, tolong temani Serin sebentar, aku ingin bicara berdua dengan mama."
Ayra menganggukkan kepalanya, mempersilahkan Serin duduk untuk dia ajak bicara meski tidak terlalu akrab. Sementara di sisi lain, tepatnya di dalam kamar. Arnold berlutut tepat di hadapan mamanya karena merasa bersalah selama ini.
"Maafin Arnold Ma, tapi sekarang Serin sudah menjadi istri Arnold. Tidak ada yang memaksa aku apalagi mencuci otak aku untuk menikahinya."
"Tetap saja mama tidak bisa menerima dia sebagai menantu, Arnold. Dia itu pembunuh dan orang gila!"
"Mama!" Suara Arnold meninggi. Tatapan pria itu menjadi dingin karena tidak suka jika ada yang menghina istrinya.
"Mereka berbeda, Ayra perempuan baik dan tidak pernah bermasalah pada siapapun. Tidak seperti istrimu itu yang hampir melenyapkan orang sebaik Tuan Sean!" bentak wanita paruh baya tersebut.
Arnold menghela nafas panjang, meraih tangan mamanya untuk dia genggam. Berdoa ada keajaiban sehinga hati mamanya luluh sebelum dia meninggalkan Negera ini.
"Mungkin dulu memang Serin bukan wanita yang baik Ma, tapi itu dulu. Sekarang dia telah berubah."
"Kamu suka sama dia? Kalau kamu menikahinya hanya karena harta maka ceraikan dia Arnold! Mama tidak suka kalau kamu menikah atas dasar ...."
__ADS_1
"Aku tidak pernah berpikir tentang harta Ma, Arnold memang belum mencintai Serin, tapi bukan berarti tidak akan mencintainya! Jadi kumohon ... terima dia sebagai menantu Mama, beri dia kasih sayang layaknya Mama memberikan kasih sayang pada Ayra."
Arnold terus saja memohon pada mamanya agar menerima keberadaan Serin. Pria itu juga ingin tinggal bersama mamanya, tapi jika tidak akur dia harus bagaimana?
Tanpa Arnold ketahui sejak tadi dibalik pintu Serin mendengar pembicaraan antara dia dan mamanya. Serin sebenarnya menyusul Arnold karena ingin memberikan ponsel yang tertinggal di dalam tas.
"Ternyata kesalahan masa lalu bisa berdampak buruk bagi masa depan," batin Serin mengusap air matanya kasar.
Ternyata tidak sedikit orang menganggap dirinya sudah gila.
"Serin, apa yang kau lakukan di sini?" tanya Arya yang baru saja datang dari kantor.
Serin buru-buru menghapus air matanya agar tidak terlihat lemah dimata siapapun. "Ak-aku tadi mau menemui Arnold, tapi sepertinya dia sedang sibuk." Wanita itu segera meninggalkan pintu kamar.
Arnold, aku pulang duluan ya. Bunda nyuruh aku pulang karena urusan penting.
Usai mengirim pesan pada Arnold, akhirnya Serin meninggalkan rumah milik Arya tanpa berpamitan pada siapapun. Tidak lupa wanita itu meletakkan ponsel suaminya di atas meja depan Tv.
Meski telah sadar sudah melakukan hal jahat di masa lalu, tetap saja Serin kecewa akan respon yang diberikan orang lain tentang dirinya.
__ADS_1
Yang mau menerima Serin apa adanya hanya Arnold dan bundanya saja.