
"Berhenti Jesika!" tegur Ziko saat Jesika mulai nakal meraba-raba belutnya yang sangat sensif.
Namun, Jesika tidak menghentikan aksinya. Terus meraba sesuka hati dan mengeluarkan ******* yang membuat Ziko tergoda.
"Sebentar lagi aku ada meeting penting Sayang, jadi berhenti. Kita bakal melakukannya dilain kesempatan," ucap Ziko mendorong tubuh Jesika yang telah polos bagian atasnya.
"Kamu yakin tidak mau mencicipinya Sayang? Meeting masih ada setengah jam lagi, aku bisa ...."
Jesika memejamkan matanya saat Ziko dengan cepat meraup benda kenyal tanpa penghalang apapun itu. Sangat mudah membujuk Ziko dengan tubuhnya.
"Sayang, aku mencintamu," rancau Jesika meremas rambut Ziko yang masih bermain di dadanya.
"Aku juga mencintamu Jesika." Ziko menatap sayu wajah menggoda Jesika.
Dengan tidak sabaran dan sudah dipenuhi oleh nafs*u, Ziko mengendong Jesika menuju sofa dan menindihnya.
"Kita akan menikah hm? Bawa aku kerumah kita secepatnya Sayang." Jesika memainkan jarinya di rahang tegas Ziko yang kini berada di atas tubuhnya.
"Aku bakal bawa kamu secepatnya Jesika."
Ziko menunduk dan kembali meraup bibir seksi milik Jesika, turun di leher hingga buah dada yang tampak telah kendor karena ulahnya sendiri.
Sekelebat bayangan saat bercinta dengan Alexa di rumah kembali muncul diingatan Ziko, membuat pergerakannya terhenti.
Dari sudut manapun, tubuh Alexa jauh lebih indah dari Jesika, Ziko tidak bisa menampik hal tersebut.
"Tidak, aku tidak mencintainya. Aku cuma ingin harta dia saja," batin Ziko mengelengkan kepalanya.
Baru saja akan memulai kembali, suara ketukan pintu terdengar dari luar.
__ADS_1
"Tuan, meeting 5 menit lagi. Nona Alexa sudah datang!"
"Sialan!" Ziko langsung turun dari tubuh Jesika, padahal sedikit lagi belutnya telah memasuki liang yang sangat dalam.
"Tunggu sebentar!" sahut Ziko.
"Baik Tuan."
Ziko mengacak-acak rambutnya frustasi, ini bukan yang pertama kali untuknya gagal bercinta dengan Jesika. Setiap ada kesempatan ada saja yang menganggu mereka.
Ziko menarik tubuh Jesika dengan lembut, mengecup kening kekasihnya sekilas. "Kita lakukan dilain waktu," bisik Ziko.
Kenapa Ziko sangat mencintai Jesika? Karena wanita itu adalah cinta pertamanya saat SMA dulu. Namun terpisahkan karena uang.
"Selalu saja begini."
"Maaf, setelah ini aku bakal bawa kamu kerumah kita," bisik Ziko.
Alexa duduk dengan tenang di kursi yang telah disiapkan. Memainkan kuku-kukunya seraya menunggu yang lain menghadiri rapat yang tiba-tiba dia majukan jadwalnya sebab melihat hal-hal yang tidak dia ingingkan terjadi di ruangannya.
Jangan mengira Alexa meninggalkan ruangan presdir begitu saja. Di dalam ruangan tersebut terdapat banyak kamera tersembunyi yang Alexa tinggalkan tanpa sepengetahuan siapapun, baik Sean sekalipun.
"Ziko sebentar lagi datang Nona," ucap Sean yang hadir lebih dulu bersama Ricard.
"Kenapa tiba-tiba Lexa?"
"Aku mau menyampaikan beberap hal kak."
"Hal? Kakak harap kamu tidak bertindak bodoh."
__ADS_1
"Kak Ricard tenang saja, aku tidak akan melakukan kesalahan apapun."
"Karena aku sudah mempelajari dan mengalaminya dulu, jadi tidak akan kubiarkan terjadi kali ini," lanjut Alexa dalam hati.
Kaki yang semula saling bertumpu segera Alexa turunkan ketika satu persatu petinggi perusahaan telah datang bersama sekretaris masing-masing.
Tentu saja Alexa sengaja melakukannya agar Jesika ikut hadir dalam meeting kali ini.
Wanita bertama indah itu menaikkan alisnya melihat dua pasang kekasih yang baru saja masuk. Kemeja kusut dan rambut sedikit acak-acakan bisa menjawab semuanya.
Alexa segera berdiri, berjalan menghampiri Ziko hingga pundaknya menyenggol Jesika.
"Sayang, kenapa kemejanya kusut seperti ini hm?" tanya Alexa merapikan kemeja dan jas Ziko di depan para pertinggi.
"Tadi tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang."
Alexa mengangguk mengerti, melempar senyum pada para petinggi perusahaan.
"Maaf karena bersikap seperti ini di depan kalian," ucap Alexa.
"Tidak apa-apa Nona, kami mengerti. Apalagi Anda dan Tuan Ziko penganti baru," sahut beberapa petinggi yang berhasil membuat Jesika dilanda api cemburu.
Harusnya yang dikenal dan menjadi istri adalah dirinya, bukan Alexa.
"Terimakasih atas pengertiannya." Alexa kembali duduk di kursi pemimpin. Melirik Jesika yang akan duduk di samping Ziko.
"Jesika? Benar kan itu nama kamu?" tanya Alexa.
"Benar Nona."
__ADS_1
"Saya tidak suka sesuatu yang berantakan, tolong rambut dan kemejanya dikondisikan sedikit. Ini ruang rapat bukan tongkrongan!"