Pengkhianatan Di Malam Pengantin

Pengkhianatan Di Malam Pengantin
Part 62 ~ Gigolo


__ADS_3

Ziko meremas ponselnya kuat-kuat setelah membaca berita yang sedang trending di mana-mana. Ternyata mengikhlaskan tidak semudah mengucapkan.


Terbukti sekarang hati Ziko sangat sakit mengetahui Alexa akan menikah dengan Sean padahal mereka baru saja bercerai.


"Tidak Lexa, kamu harus menjadi milikku, aku mencintaimu," lirih Ziko dengan mata memerah.


Pria itu seringkali mengatakan sudah ikhlas dan ingin berubah, tapi nyatanya satupun tidak dia laksakan dan hanya menjadi beban para perempuan saja dengan mengandalkan ketampanannya.


"Sayang, apa yang kamu lihat hm?" tanya seorang wanita langsung naik ke pangkuan Ziko.


"Tidak ada, apa kau sudah selesai? Aku bisa pergi sekarang?" tanya Ziko sedikit acuh.


Pria itu terpaksa bekerja sebagai pemuas tante-tante karena tidak ada lagi perusahaan yang ingin mempekerjakan dirinya. Ini semua sebab berita konyol tentang investasi bodong tersebut.


Kami membutuhkan karyawan yang bisa memajukan perusahaan, bukan membuatnya bangkut.


Itu adalah salah satu kalimat menyakitkan yang Ziko dapatkan setiap kali melamar pekerjaan.


"Satu kali lagi Sayang, setelah itu kau bisa pergi. Malam ini suamiku tidak akan pulang."


"Dengan senang hati."


Ziko mengendong tubuh wanita itu menuju ranjang dan membaringkannya secera perlahan. Pekerjaan ini memang terpaksa dia lakukan tapi sangat menyenangkan. Dia yang mendapat kepusaan dia pula yang dibayar.

__ADS_1


"Kau sangat cantik Nona," bisik Ziko mengigit pelan daun telingan wanita yang berada di bawah kungkungannya.


Menyingkap dres tipis yang dikenakan wanita itu hingga tanganya kini menyentuh sesutu yang sangat intim.


"Aku akan memuaskanmu malam ini sampai kau tidak bisa puas dengan suamimu," bisik Ziko.


***


"Ayo!" Sean mengenggam tangan Alexa setelah wanita bermata indah itu keluar dari rumah mewah.


Malam ini keduanya akan makan malam untuk merayakan keberhasilan tentang meredam isu tentang Ricard juga produk yang diluncurkan menjadi best seller di antara make up lainnya.


"Kau mendapat omelan dari kak Ricard?" tanya Alexa memastikan, sebab dia sendiri mendapatkan omelam dari kakaknya itu.


"Sedikit dan itu tidak masalah," sahut Sean. "Malam ini kita akan kemana?"


"Kenapa bertanya? Bukannya kamu yang mengajak aku makan malam?" tanya balik Alexa.


"Ah ya aku lupa," cengir Sean. Pria itu mulai melajukakan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju restoran romantis yang sering kali di kunjungi oleh pasangan-pasangan muda.


Tidak tahu harus mambahas apa lagi, Alexa memutuskan membalas pesan dari para siswanya yang bertanya tentang sebuah pelajaran meski bukan jurusannya sekalipun.


"Aku sangat camburuan bahkan untuk ukuran sebuah benda," celetuk Sean membuat Alexa menoleh.

__ADS_1


Sadar akan sindiran kekasihnya, Alexa langsung menyimpan ponselnya di dalam tas, dan beralih memeluk lengan Sean. "Baiklah Sean, aku tidak akan melakukan apapun yang akan membuatmu cemburu. Dasar posesif," cibir Alexa meski dia menyukainya.


Alexa tipe wanita yang suka di atur oleh orang yang dia sayang, dengan begitu Alexa merasa sangat dicintai dan dihargai. Dan beruntung Alexa bertemu Sean yang sangat posesif padanya.


"Kenapa hotel?" tanya Alexa katika mobil terparkir rapi di depan sebuah hotel.


"Meski pernah menikah, tolong pikirannya dikondisikan. Hotelnya ada di lantai dua Lexa," bisik Sean dan turun dari mobil.


Berbeda dengan Alexa yang masih engang keluar dari mobil. Pipi wanita itu memerah mendengar bisikan Sean. Memang otaknya sudah tidak suci lagi hingga berpikiran yang tidak-tidak.


Di depan mereka adalah gedung dengan dua pemilik. Lantai satu restoran dan lantai dua hingga paling atas sebuah hotel.


"Lexa, apa kau tidak ingin turun?" tanya Sean membukakan pintu untuk Alexa.


"Tentu saja ingin," sahut Alexa buru-buru keluar dari mobil. Mengikuti langkah Sean yang tengah mengenggam tangannya memasuki restoran.


Langkah Alexa berhenti di ambang pintu melihat pria yang baru saja keluar dari lift. Mantan suaminya ada di hotel? Untuk apa dan kenapa?


"Lexa!"


"Ah ya aku sepertinya malam ini sedikit tidak fokus."


"Bukan tidak fokus, tapi sedang memperhatikan seseorang," balas Sean menarik tangan Alexa agar berhenti menatap Ziko.

__ADS_1


__ADS_2