
Alexa menghampiri Serin yang duduk sendirian di pinggir kolam renang. Wanita itu duduk di samping Serin tanpa meminta izin lebih dulu. Toh siapa yang akan marah? Ini rumah bundanya, bukan rumah Serin.
"Menyenangkan bukan?" Alexa melirik Serin sekilas lalu menatap akuarium besar di hadapannya.
"Apa yang kak Lexa katakan? Apa karena masalah tadi? Aku sungguh tidak menyelidiki apapun tentang kakak," sahut Serin dengan wajah polosnya.
Ya sering kali orang tertipu dengan wajah polos dan tingkah yang diberikan oleh wanita licik itu. Buktinya sekarang Kania berada dalam kendali Serin.
"Kau mengira saya bodoh sampai tidak bisa membedekan orang yang benar-benar baik dan buruk hah?" Tuding Alexa. "Sopankah seorang tamu berpakaian terbuka saat suami tuan rumah berada di rumah?" lanjutnya Alexa.
Dia membalik tubuhnya ke samping dan menunduk membuat Serin menjauhkan tubuhnya karena merasa terintimidasi.
"Bahkan jika kau memamerkan tubuhmu di lampu merah tidak akan ada yang tergiur, apalagi kak Ricard dan Suamiku!" Tangan Alexa bergerak mencengram dagu Serin cukup kuat.
"Apa Ayana Group tahu bahwa putrinya tinggal di rumah saingan bisnisnya? Sepertinya akan seru jika CEO Ayana tahu berita ini," bisik Alexa dan berlalu pergi setelah membuat mental Serin sedikit terganggu.
Orang jahat yang terancam akan terburu-buru untuk melakukan sesuatu dan hal itu tentu saja akan meninggalkan jejak yang akan menguntungkan Alexa.
Alexa membelokkan langkahnya menuju tangga untuk menemui Delia juga Raymond di kamar. Wanita itu selain rindu pada bundanya dia juga rindu dengan keponakan tampannya.
"Halo baby boy," sapa Alexa menguyel-uyel pipi Raymond yang sedang menikmati Asi Delia.
__ADS_1
"Aku kira Ricard yang masuk ke kamar," celetuk Delia langsung menutup buah dadanya. Meski Alexa adalah adik iparnya, dia merasa malu jika harus memperlihatkan sesuatu yang harusnya disembunyikan.
"Aku yakin kak Ricard pasti lebih antusias dari Ray tentang yang satu ini." Alexa senyum menggoda.
"Lexa otak kamu ya!"
"Otak aku memang sudah rusak kak. Lagian tidak apa-apa kan aku sudah menikah." Alexa tertawa karena berhasil menggoda kakak iparnya.
Delia adalah wanita yang sangat lembut dan penyayang, tentu saja rasa sabarnya jauh lebih besar di banding Alexa.
Alexa menunduk untuk mengecup pipi gembul Raymond. "Doain tante biar cepat ngasih kamu dedek," bisik Alexa ditelinga keponakanya.
"Pasti tante Lexa," balas Delia panuh senyuman.
"Bunda perlakuin kak Delia dengan baik kan? Kalau kak Delia merasa tidak nyaman dirumah ini kakak bicarain sama kak Ricard."
"Aku bahagia dirumah ini Lexa. Apalagi bunda sangat menyangi Raymond dan aku sendiri. Jangan kawatirkan apapun dan bahagilah bersama suamimu."
"Kalau ada apa-apa langsung hubungi aku kak, aku akan datang dan membela kakak."
Alexa ikut membaringkan tubuhnya di samping Raymond dan memainkan jari-jari kecil bayi tersebut.
__ADS_1
***
Melihat tidak ada siapa-siapa yang berlalu lalang baik Delia maupun Alexa. Serin akhirnya keluar kamar dan mencari keberadaan Sean yang mungkin saja masih ada di rumah.
Senyuman Serin mengembang sempurna melihat Sean duduk bersama dua kucing di pangkuannya tepat di depan Tv.
Dengan sigap Serin membuat jus di dapur dan membawakan untuk Sean.
"Siang-siang seperti ini enaknya minum yang segar," ucap Serin meletakkan jus di atas meja, padahal Sean sangat membenci jus mau buah apapun itu.
Sean menghiraukan keberadaan Serin, pria itu masih sibuk dengan Eca dan Eri yang saling rebutan ingin naik ke pangkuannya.
Alasan Sean tidak ingin mendongak karena sadar pakaian Serin sangatlah minim.
"Ada orang loh disini," ucap Serin berusaha menarik perhatian Sean. Wanita itu berpindah tempat duduk di samping Sean.
"Namaku Serin, aku sepupunya .... Aaawwww!" pekik Serin tiba-tiba.
Bagimana tidak, tangan lentiknya yang baru saja terulur langsung dicakar oleh Eri.
"Bunda tolongin Serin!" teriak Serin semakin kencang ketika kuku tajam Eca menancap di pipi kiri nya.
__ADS_1
"Eca-Eri kenapa kalian melukai orang?" Sean langsung mengambil kucing itu menjauh dari Serin, tidak lupa berpindah tempat.
"Meong," sahut kedua kucing mengemaskan tersebut.