Pengkhianatan Di Malam Pengantin

Pengkhianatan Di Malam Pengantin
Part 154 ~ Urus dirimu sendiri


__ADS_3

Tidak melihat Sean di sekitar kamar, Alexa memutuskan untuk mandi lebih dulu karena terasa sangat gerah, terlebih wanita itu dan Sean baru saja berjemur sambil jalan-jalan di depan rumah.


Alexa mulai menanggalkan satu persatu pakaianya hingga yang teringgal hanya pakaian dalam saja. Wanita itu melirik ke cermin dan memperhatikan perutnya yang membuncit, lantas Alexa menunduk sambil mengelus perutnya.


"Sehat-sehat ya Nak di dalam sana, jangan aneh-aneh, ayah lagi sakit," gumam Alexa dengan senyum samarnya.


"Kau menggodaku?"


Alexa melirik ke arah pintu dimana Sean baru saja masuk menggunakan kursi roda. "Husbu tergoda?" tanya balik Alexa tanpa ada rasa malu.


Bukannya menghindar, Alexa malah mendekati Sean sehingga perutnya berada tepat di hadapan suaminya.


"Ucapkan selamat pagi pada baby-baby kita sebelum mandi," imbuh Alexa.


"Mari kita menjengguknya," bujuk Sean tanpa dosa. Ayolah siapa yang tidak tergoda dengan tubuh Alexa sekarang. Terlebih istrinya sangat seksi.


Alexa menundukkan kepalanya lalu membisikkan sesuatu di telinga sang suami.


"Bukannya semalam sudah Husbu? Kau bahkan menyerah padahal aku yang mengendalikan!"


Alexa tertawa setelah berhasil mengejek suaminya, wanita itu langsung masuk ke kamar mandi meninggalkan Sean seorang diri di dalam kamar.


Memang benar adanya, semalam rencana tidur mereka tertunda karena Sean mendesak ingin menjenguk para juniornya di dalam perut Alexa.


"Kau sangat menyebalkan," decak Sean.

__ADS_1


Pria itu beralih pada benda pipihnya yang bergetar lalu memeriksa notifikasi pesan masuk.


Saya ada di depan, Tuan.


Itulah pesan dari Arya yang Sean dapatkan.


Masuklah ke ruang kerja!


Usai membalas, Sean segera meninggalkan kamar dan memasuki lift untuk sampai ke ruang kerja yang berada di lantai bawah. Sangat diuntungkan yang lemah juga cedera hanya kaki saja sehingga Sean dengan mudah mengendalikan kursi roda jika sedang dirumah.


Pria itu menutup pintu dan mendekati Arya.


"Kenapa?"


"Kenapa Tuan mengabaikan semua panggilan dokter Harun? Hari ini jadwal Tuan memeriksakan kaki juga terapi agar ...."


"Tuan, seharusnya anda tidak ...."


"Berhenti mengurusi kehidupan pribadi saya! Lakukan apa yang seharusnya kamu lakukan."


"Respon karyawan dan pekembangan normal seperti biasanya Tuan, besok ada pertemuan penting saya akan hadir untuk menggantikan Tuan." Arya mengalah meski sebenarnya tidak setuju dengan keegoisan Sean yang hanya memikirkan keinginan sendiri.


Sementara Sean tampak acuh dengan kesehatannya sendiri. Pria itu bergerak menuju meja kerja Alexa dan menyerahkan map hitam pada Arya.


"Selama saya terbaring di rumah sakit banyak kekeliruan di perusahaan, bereskan mereka sampai akar-akarnya!" perintah Sean menyerahkan bukti pengelapan dana beberapa petinggi perusahaan.

__ADS_1


Arya mengangguk patuh dan segera meninggalkan ruangan Sean.


***


"Kemana lagi dia? Kaki sakit saja sangat aktif bekerja, bagaimana jika sehat?" gumam Alexa yang sudah tidak mendapati suaminya di dalam kamar.


Sean benar-benar pria yang tidak bisa meninggalkan tanggung jawab begitu saja, bahkan ketika dirinya masih sakit saja perusahaan dan Alexa masih utama.


Alexa melirik ponselnya yang tiba-tiba berdering, wanita itu mengurungkan niatnya menuju ruang ganti baju. Dia menunduk untuk mengambil ponselnya lalu menempelkan di telinga.


"Dokret Harun?"


Alexa mengangguk-anggukkan kepalanya sambil mendengarkan penuturan dokter Harun sebagai dokter yang telah menangani Sean selama ini.


Usai berbicara, wanita itu buru-buru berpakaian dan mencari keberadaan suaminya. Tepat saat akan keluar kamar, Sean datang dengan senyuman tanpa dosa.


"Cantik banget istri aku," puji Sean menghampiri Alexa. Berbeda dengan Alexa yang menatap suaminya kesal.


"Maksud Husbu apa bersikap seperti ini?" tanya Alexa dengan tangan mengepal.


"Apa yang kamu katakan Lexa?"


"Hari ini jadwal terapi kamu dengan dokter Harun, tapi alih-alih datang kamu malah sibuk mengurus perusahaan!" omel Alexa dengan dada bergemuruh.


Tidak tahukah Sean bahwa wanita itu sangat ingin melihatnya berjalan seperti orang normal?

__ADS_1


"Lexa." Sean melirih. Pria itu semakin mendekati Alexa dan meraih tangannya. Namun, dengan sigap Alexa menyentak.


"Suka sama kondisi Husbu sekarang? Baiklah urus dirimu sendiri mulai hari ini!" imbuh Alexa dan meninggalkan Sean di dalam kamar dengan persaan kecewa, terlebih emosinya sedang tidak stabil.


__ADS_2