Pengkhianatan Di Malam Pengantin

Pengkhianatan Di Malam Pengantin
Part 94 ~ Jangan tinggalkan aku


__ADS_3

Alexa membaringkan tubuhnya di atas ranjang tanpa menunggu kedatangan Sean yang ada urusan penting di luar rumah. Tubuh Alexa terasa remuk entah karena apa dia juga tidak tahu.


"Mungkin efek sibuk hari ini," gumam Alexa. Dia menarik selimut untuk membungkus tubuhnya.


Bersiap tidur, meski jarum jam baru menunjukkan angka 7 malam.


Kesadaran yang hampir hilang menuju alam mimpi, mambuat Alexa terbangun ketika merasakan elusan di perutnya dan dekapan yang terasa sangat hangat.


"Tumben tidur cepat, kenapa hm?" bisik Sean tepat di telinga Alexa. Pria itu baru datang beberapa menit yang lalu.


Sean memang berusaha secepat mungkin menyelesaikan urusan yang diperintahkan Ricard karena tidak ingin meninggalkan Alexa seorang diri dirumah.


Sean juga sempat bertemu dengan Serin di rumah mertuanya, menyuguhkan kopi tapi Sean tidak meminum dan langsung pergi.


"Sudah pulang?" guman Alexa semakin merapatkan tubuhnya. "Badan aku lemas banget kayak kurang energi, tidur sebentar saja nanti bangun jam 10 malam," lanjut Alexa.


"Mau dipijitin hm?" tanya Sean.


Alexa mengeleng dalam pelukan suaminya. Wanita itu tidak ada mood hanya untuk bicara pada Sean.


"Tadi aku kerumah Bunda dan ketemu Serin, tapi aku tidak membalas sapaanya meski sebentar," jujur Sean tidak ingin Alexa tahu dan marah padanya.


"Aku tahu, tadi kak Delia telpon aku."


"Laporan?" Alis Sean saling bertaut.

__ADS_1


"Tanya kenapa aku tidak ikut kerumah bareng kamu."


"Besok kita ke ...."


"Tidak, aku tidak mau kamu berkunjung ke sana dan bertemu wanita ular itu. Aku cemburu," gumam Alexa dengan mata terpejam.


Sean tertawa menanggapi jawaban istrinya. "Posesif banget my Wife aku," bisik Sean.


***


Malam semakin larut, angin mulai bertiup menyisir seluruh bumi hingga menghadirkan udara dingin bagi seseorang yang masih berkeliaran di luar sana.


Namun, berbeda dengan tubuh Alexa yang berkeringat dingin dan menahan tangis karena sesuatu, membuat Sean yang terlelap dalam tidurnya membuka mata karena merasakan getaran tubuh sang istri.


Mata terpejam, air mata yang terus mengalir juga tubuh bergerar menandangan istrinya sedang tidak baik-baik saja.


"Sayang, bangun hey! Kamu kenapa?"


"Ak-aku tidak mau pisah mas, ak-aku mencintaimu dan berjanji akan hamil secepat mungkin," lirih Alexa tanpa membuka matanya.


"Lexa!" Sean sedikit menguncang tubuh Alexa, membuat wanita itu langsung membuka matanya lebar-lebar.


Alexa langsung duduk sila di atas ranjang dan mengusap wajahnya kasar. Melihat itu Sean langsung menarik Alexa masuk kepelukannya.


"Cuma bunga tidur Sayang," bisik Sean mengusap punggung Alexa yang mulai bergetar karena menangis.

__ADS_1


Entah mimpi apalagi yang dialami istrinya hingga sedih seperti ini. Sean melirik jarum jam yang menunjukkan angka 11 malam, ah mereka memang terlalu cepat tidur.


Sean bergerak dengan susah payah untuk mengambil air minum di atas nakas.


"Minum dulu setelah itu tidur lagi."


Dengan sigap Alexa meneguk air di dalam gelas tersebut hingga setengahnya, lalu kembali masuk ke dekapan hangat sang suami.


"Mimpi apa hm?"


"Alasan kenapa suami aku selingkuh dikehidupan sebelumnya," gumam Alexa. Dia mendongak untuk menatap wajah Sean. "Kalau aku tidak kunjung hamil meski umur pernikahan kita sudah bertahun-tahun, kamu tidak akan meninggalkan atau selingkuh dengan wanita lainkan?" tanyanya dengan raut wajah serius.


Alexa baru saja bermimpi suaminya di kehidupan sebelumnya memutuskan selingkuh karena dia tidak kunjung hamil, dan dia takut hal itu terjadi kali ini.


Sean mengelengkan kepalanya. "Tidak akan aku lakukan Lexa. Hamil atau tidaknya kamu, aku tetap cinta dan menjadikan kamu wanita satu-satunya dalam hidupku Lexa."


"Kehidupan kamu sebelumnya dan sekarang sangat berbeda. Tidak akan ada yang namanya pengkhianatan dalam cinta."


"Usia pernikahan kita masih jalan tiga minggu Sean, apa kamu yakin?"


"Sangat yakin Lexa, jadi berhenti memikirkan sesuatu yang tidak akan terjadi nantinya."


"Aku mencintamu Sean, kuharap kau tidak mengecewakan aku seperti pria lain," gumam Alexa.


Kini kepercayaan diri wanita itu memudar hanya karena mimpi sialan yang tiba-tiba hadir dalam tidurnya.

__ADS_1


"Lain kali jangan tidur terlalu cepat okey? Besok mau kerumah sakit tidak?"


"Tidak, aku baik-baik saja."


__ADS_2