Pengkhianatan Di Malam Pengantin

Pengkhianatan Di Malam Pengantin
Part 39 ~ Keluarga bahagia


__ADS_3

Alexa mengedarkan pandangannya ke segala sisi ruang rawat Delia, tapi tidak menemukan Sean di manapun. Padahal baru saja dia melihat Sean duduk dengan Ricard tadi.


"Kak, Sean mana?" tanya Alexa.


"Sudah kakak suruh pergi untuk mengurus perusahaan," jawab Ricard.


Pria itu masih setia duduk di samping brangkar menemani Delia layaknya suami, padahal mereka tidak punya hubungan apa-apa. Delia juga belum bercerai dengan suaminya.


"Pulangnya bareng kakak dong?" tanya Alexa lagi dan dijawab anggukan oleh Ricard.


"Kalau begitu ayo!"


"Pergilah Ricard, sebenar lagi adik aku datang buat nemenin. Lagi pula tidak seharusnya kamu di sini meski anak yang aku kandung anak kamu," ucap Delia.


Ricard menghela nafas panjang, meski ragu tetap saja meninggalkan ruang rawat Delia bersama Alexa.


Sepanjang jalan mereka seperti sepasang kekasih yang baru saja memeriksakan diri ke dokter. Bagaimana tidak, posisi Alexa dan Ricard terbilang sangat mesra.


Alexa memeluk lengan Ricard sepanjang jalan menuju parkiran. Belum lagi kepala yang terus bersandar di pundak sang kakak.


"Lama-lama kamu dapat gosip selingkuhin suami," celetuk Ricard membukakan pintu mobil untuk adiknya.

__ADS_1


"Tidak masalah. Kalau itu terjadi malah bagus, nama aku akan semakin dikenal banyak orang."


"Ck, benar-benar kamu ya. Suka ngomong tanpa di filter dulu." Ricard menjawil hidung mancung Alexa sebelum melajukan mobil meninggalkan lingkungan rumah sakit.


Laju mobil yang pelan membuat keduanya membutuhkan waktu lama hingga sampai di rumah. Namun, mereka menikmatinya karena saling berbagi cerita satu sama lain.


Alexa lebih dulu turun dari mobil setelah sampai di rumah. Membuka pintu lebar-lebar dan memanggil seseorang.


"Bundaaaaa!" teriak Alexa membuat Kania yang sedang berada di halaman samping mendekat. Wanita itu menghampiri kedua anaknya.


"Kenapa hm? Datang-datang berteriak begitu saja," omel Kania.


"Lexa punya kabar gembira buat Bunda."


"Sebentar lagi Bunda akan menjadi Oma."


"Benarkah?" Mata Kania langsung memancarkan binar bahagia. Kabar tersebut sudah dia tunggu-tunggu sejak lama.


"Kamu hamil Nak?" Meraba perut Alexa.


"Bukan aku Bunda, tapi kak Delia. Ternyata kak Delia hamil anak kakak. Plot twist benget kan?" Alexa heboh sendiri.

__ADS_1


Berbeda dengan Ricard dan Kania yang kini diam seribu bahasa. Wajah bahagia yang Kania perlihatkan tadi berubah dengan tatapan menyelidik pada putrnya.


"Benar? Jadi selama ini putra yang bunda bangga-banggakan menjadi selingkuhan seorang wanita bersuami?"


"Bukan begitu Bunda. Ricard tidak ada niatan menjadi selingkuhan siapapun. Ricard tidak pernah bertemu diam-diam sama Delia. Hanya saja, itu terjadi diluar kendali Ricard. Sebelum hari pernikahan, Ricard merengut milik Delia yang paling berharga," lirihnya dengan kepala menunduk.


"Bunda jangan marahin kakak!" pinta Alexa.


"Bagus, sebentar lagi isu miring tentang kamu akan keluar Nak. Mungkin suami Delia memang selingkuh, tapi apa yang terjadi kalau seseorang tahu Delia hamil anak kamu? Bukankah orang-orang akan menganggap kalian selingkuh?"


"Bunda?" Ricard menatap manik indah bundanya yang memancarkan kekecewaan.


"Udahlah Bunda, lagian kalau nama kak Ricard tercemar itu tidak akan berpengaruh pada perusahaan lagi. Kak Ricard bukan lagi presdir utama." Lerai Alexa ketika merasa kakaknya telah tersudutkan, ini karena mulutnya yang tidak bisa menyembunyikan hal yang membuatnya bahagia pada bundanya.


Alexa beralih memeluk bundanya dari samping. "Kak Ricard punya ceritanya sendiri bunda. Kita tidak tahu apa yang telah mereka lewati selama ini. Apapun keputusan kakak, kita harus terima selama tidak merugikan siapapun," lanjut Alexa.


Kania menghela nafas panjang, kini tatapannya mulai melunak. "Bunda cuma takut kamu dalam masalah Nak. Jangan bodoh karena cinta ya?" Kania mengelus lengan Ricard penuh kasih Sayang.


"Tidak akan Bunda, Ricard janji tidak akan mencemarkan nama baik keluarga kita." Ricard ikut memeluk bundanya dari sisi lain.


"Kan begini enak rasanya," gumam Alexa penuh senyuman. "Lexa bahagia kalau kalian juga bahagia. Pasti sekarang ayah bangga sama kita karena selalu akur."

__ADS_1


"Sekarang adik aku benar-benar sudah dewasa," balas Ricard mengusap punggung Alexa penuh kasih sayang.


__ADS_2