Pengkhianatan Di Malam Pengantin

Pengkhianatan Di Malam Pengantin
Part 189 ~ Baperan


__ADS_3

Suasana hati Arnold seindah langit yang kini dihiasi oleh bintang-bintang dan bulan yang bersinar sangat terang di atas sana. Itu semua karena pria tersebut diajak makan malam oleh istirnya untuk pertama kali setelah mereka menikah.


Biasanya Arnoldlah yang mengajak lebih dulu, tapi malam ini terasa sangat berbeda. Senyuman tidak pernah pudar di wajah pria itu sejak memasuki restoran yang terbilang cukup mewah.


"Ayo buka mulutnya!" perintah Serin.


Dengan sigap Arnold membuka mulutnya lebar-lebar dan menerima suapan dari sang istri.


"Hari ini aku senang banget karena mama sudah tidak membenciku lagi. Dia mau menerima aku apa adanya." Serin mulai bercerita sambil menikmati cake dan semangkuk es krim di atas meja.


Keduanya telah makan malam tapi Serin engang beranjak dari restoran dan malah memesan es krim padahal jarum jam sudah menunjukkan angka 10 malam.


"Aku juga senang hari ini terus melihat senyum kamu. Semoga senyuman itu tidak pernah pudar hari ini, esok dan selamanya," balas Arnold.


"Apa kau menyukaiku?" Serin mengerjapkan matanya perlahan. Sebenarnya jantung Serin tengah berdegup kencang setelah mengeluarkan pertanyaan itu.


Alasan Serin masih ingin berlama-lama di restoran, karena wanita itu sedang mencari waktu yang tepat untuk mengutarakan isi hatinya. Serin bukanlah wanita pemalu yang selalu menunggu seorang pria mengungkapkan perasaan lebih dulu, inilah yang membuat wanita itu terlihat murahan di depan seorang pria.


"Kenapa bertanya?"

__ADS_1


"Tidak ada, aku hanya bertanya." Serin lantas menundukkan pandangannya ketika Arnold malah membalas dengan pertanyaan. Tidak tahuka pria itu bahwa Serin menunggu jawaban IYA keluar dari mulutnya.


Wanita itu tersentak saat tangannya yang berada di atas meja tiba-tiba digenggam oleh Arnold. Dia mendongak untuk menatap suaminya yang sedang tersenyum.


"Kenapa bertanya Serin? Apa aku tidak boleh mencintaimu karena aku hanya pengawal? Bagaimana jika cinta itu hadir secara tiba-tiba di sini?" Membimbing tangan Serin agar menyentuh dadanya, dimana jantungnya tengah berdetak sangat cepat.


"Kamu mencintaiku?" Serin melayangkan pertanyaan yang sama untuk kedua kalinya. "Tolong jawab saja Iya atau tidak!"


Arnold mengambil nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya secara perlahan. Memejamkan mata sebelum memberi jawaban atas pertanyaan istrinya.


"Aku mencintaimu Serin, entah sejak kapan. Kurahap kau tidak menjauh setelah mengetahui perasaanku. Sulit rasanya jika tidak jatuh cinta pada istri sendiri terlebih kita tinggal bersama dan tidur bersama." Arnold berucap masih dengan mata terpejam, sehingga tidak menyadari Serin yang sudah berdiri dari duduknya.


"Serin kau?"


"Aku juga mencintaimu Arnold, jauh sebelum kau mencintaiku."


***


Jika suasana hati Serin dan Arnold sedang berbunga-bunga setelah mengungkapkan perasaan satu sama lain, maka berbeda dengan Sean dan Alexa yang kini bertengkar hanya karena Arya salah menyahuti seseorang.

__ADS_1


Alexa terus saja mengikuti langkah lebar Sean memasuki rumah hingga sampai di kamar. Untung saja anak-anak mereka ada dirumah bunda Kania, jadi tidak akan ada yang melihat tingkah Sean yang seperti anak-anak merajuk.


"Husbu, berhentilah marah-marah!" bujuk Alexa ikut duduk di samping Sean.


"Tidak ada suami yang akan menerima jika seorang pria memanggil istrinya sayang tepat di hadapannya langsung Lexa!"


"Aku tahu, tapi emosi seperti ini tidak akan menyelesaikan masalah apapun. Entahlah, tapi aku merasa akhir-akhir ini kamu sangat senstif tentang apapun itu."


"Aku mau pecat Arya!"


"Baperan!" cibir Alexa.


"Lexa!"


"Ya sudah pecat saja, kenapa harus memberitahuku?" Alexa menjauhi suaminya, mengambil ponsel di atas ranjang. Ponsel yang baru saja dilempar oleh Sean saat tiba di kamar.


Wanita itu menyerahkan benda pipi tersebut pada suaminya. "Telpon Arya dan katakan kau memecatkan karena cemburu. Jangan pekerjaan pria manapun dirumah atau dikantor sekalipun!"


"Bukannya tambah waras setelah mempunyai anak, kau malah semakin bertingkah dengan rasa cemburumu itu!"

__ADS_1


"Aku bilang telpon Arya, Sean!" bentak Alexa.


__ADS_2