
Terbangun dari tidur panjangnya, adalah sebuah keajabaikan yang diberikan Tuhan untuk Sean. Sejak lama Sean ingin bangun dan menghapus air mata di pipi istrinya tapi tidak bisa sebab tubuhnya terasa berat untuk digerakkan.
Bahkan untuk membuka mata atau sekedar bicara pria itu tidak mampu. Sampai pada akhirnya Sean memimpikan sebuah tempat yang asing menurutnya.
Tempat di mana dia bisa bertemu dengan orang tuanya juga Istrinya sekaligus. Rasa lelah bertahan dan tidak kunjung bangun membuat Sean hampir menyerah dan ikut bersama orang tuanya.
Namun, satu kalimat dari Alexa membuat pria itu berlari menghampiri istrinya lalu memeluk seerat mungkin.
Sean tersenyum mengingat mimpinya yang terasa sangat nyata. Dia melirik istrinya yang tengah tertidur sambil memeluknya di atas brangkar. Tangan Alexa melingkar di pinggang Sean sejak pria itu terbangun dari tidurnya.
Sean menunduk sedikit untuk mengecup puncuk kepala Alexa. "Maaf karena membuatmu menangis sampai berhari-hari," sesal Sean.
20% keadaan sekitar Sean rasakan juga dengar saat koma, sampai air matanya ikut menetes saat sayup-sayup mendengar tagisan dan celotehan Alexa yang begitu menyakitkan.
Jika kau pergi, aku akan membencimu seumur hidupku Sean. Kau telah berjanji untuk membahagiakanku, tapi kau malah membuatku menderita!
Teriakan itulah yang membuat Sean mengurungkan niatnya mengikuti kedua orang tuanya dan memilih kembali pada Alexa.
"Jangan pergi lagi," gumam Alexa dalam tidurnya.
"Tidak akan," balas Sean. Pria itu perlahan-lahan ikut memejamkan matanya sambil menikmati pelukan hangat sang istri.
***
__ADS_1
Saat sinar matahari mulai menyapa dunia, Alexa buru-buru membuka matanya dan menatap Sean yang masih tertidur dalam pelukannya. Tangan wanita itu bergerak menyentuh bibir pucat Sean.
"Husbu, aku tidak mimpi kan? Kamu benar-benar bangun kan?" tanya Alexa memastikan. Takut apa yang dia alami semalam hanyalah mimpi.
"Bukan Sayang, jadi tidurlah jika masih mengantuk," sahut Sean enggang membuka matanya.
Alexa sontak tersenyum dan kembali memeluk tubuh lemah suaminya.
"Ternyata bukan mimpi," lirih Alexa. "Jangan pernah berniat untuk pergi dariku Sean, kalau itu terjadi aku akan membenci diriku sendiri," lanjut Alexa.
"Utunglah aku kembali, kalau tidak kau akan menyiksa diri sendiri." Sean melirik Alexa tanpa bisa merubah posisinya.
Tubuh pria itu masih terasa kaku dan sedikit sakit, mungkin efek terlalu lama tidur.
"Aku membencimu!" Alexa memanyungkan bibirnya dengan kepala mendongak menatap Sean yang posisinya jauh lebih tinggi, yaitu setengah berbaring.
"Karena Husbu mengerjai aku semalam. Aku mengira Husbu benar-benar lupa ingatan."
Sean sontak tertawa mengingat keisengannya padahal baru saja sadar dari ambang kematian.
"Aku hanya ingin membuatmu tersenyum."
"Tanpa melakukan apapun aku akan tersenyum Sean. Melihat kamu baik-baik saja sudah cukup untukku."
__ADS_1
Alexa merubah posisinya menjadi duduk, mengecup bibir Sean lalu turun dari ranjang saat sadar kalau matahari semakin terang, dan dia belum memberikan apapun pada Sean.
"Mau kemana?"
"Cari sarapan untukmu, aku tahu kamu tidak suka makanan rumah sakit," sahut Alexa.
"Hari ini pengecualian Lexa, demi membiarkan istriku tetap disini, aku rela makan, makanan rumah sakit," sahut Sean dengan senyumnya.
Tangan pria itu menarik tangan Alexa agar segera duduk di kursi. Tatapan yang mula bercanda berubah serius saat mencoba turun dari brangkar.
Mungkin rasa kaku ditubuhnya bisa Sean maklumi, tapi bagaimana dengan kaki sebelah kirinya yang tidak bisa digerakkan sama sekali?
"Lexa, apa yang terjadi sama kaki aku?" tanya Sean.
Alexa bergeming, wanita itu langsung menundukkan kepalanya sebab matanya mulai berembun. Dia tidak sanggup mengatakan sesuatu pada suaminya.
"Sayang?" panggil Sean.
"Aku akan menelpon bunda kalau Husbu sudah bangun," imbuh Alexa mengalihkan pembicaraan. Berbeda dengan Sean yang masih menatap Alexa, menunggu jawaban tepat.
"Katakanlah Lexa!"
"Ka-kaki Husbu terhimpit sesuatu saat kecelakaan dan terjadi keretakan tulang. Dokter sudah mengoperasinya tapi tidak bisa mencegah kelumpuhan," lirih Alexa dengan air mata mulai berjatuhan kembali.
__ADS_1
"Tapi Husbu tidak perlu khawatir, apapun keadaanya aku selalu ada disamping kamu." Alexa buru-buru menghapus air matanya dan tersenyum pada Sean.