
Melihat Sean sedang meneliti beberapa berkas yang dibawa oleh Arya beberapa jam yang lalu, Alexa segera meninggalkan kamar untuk membuatkan susu coklat untuk suaminya agar lebuh fress bekerja.
Wanita itu terus saja berjalan menapaki anak tangga secara perlahan agar tidak terjatuh. Tepat setelah sampai di anak tangga Alexa menghentikan langkahnya melihat wanita paruh baya asing berjalan beriringan dengan Kania memasuki rumah.
Alexa mengurungkan niatnya ke dapur dan malah menghampiri Kania dengan wanita paruh baya lainnya.
"Siapa Bunda?" tanya Alexa dengan kening mengkerut.
"Tante Griya bundanya Serin, dia bertamu karena ingin bertemu kamu dan Sean," jawab Kania.
Entah seluas apa tempat sabar di hati Kania sehingga menyambut Griya dengan baik padahal Serin telah membuat Alexa cukup menderita.
"Duduklah dulu Griya," imbuh Kania ketika suasana seketika canggung.
Griya lantas mengangguk lalu mengikuti Kania dan Alexa duduk di sofa. Wanita itu datang kerumah kakak iparnya tidak lain untuk meminta maaf atas apa yang diperbuat Serin tanpa sepengatahuan dirinya.
"Suami saya sedang sibuk, bicaralah!" Akhirnya setelah lama terdiam Alexa berucap juga.
Sebenarnya wanita berbadan tiga itu ingin marah, tapi mengingat bahwa tidak ada campur tangan Griya di dalam kejahatan Serin, Alexa mengurungkan niatnya. Lagipula Alexa tidak ingin mencari musuh lagi.
__ADS_1
Alexa menatap tangannya yang langsung di genggam oleh Griya. "Tante datang kesini mau minta maaf mewakili Serin. Maafin anak tante ya karena selama ini berusaha merusak rumah tangga kalian bahkan sampai bermain fisik. Tante benar-benar tidak menyangka Serin melakukan itu semua," ucap Griya dengan tatapan penuh penyesalan.
Lantas saja Alexa menganggukkan kepalanya. Tidak lupa ikut membalas genggaman tangam Griya dengan senyuman.
"Saya sudah memaafkan Serin tante, semoga setelah ini dia tidak lagi berbuat jahat pada saya ataupun orang lain."
"Terimakasih Nak, ternyata hati kamu baik seperti ayahmu. Kamu juga tumbuh sangat cantik seperti ini."
Griya mengambil nafas dalam sambil menatap Alexa yang sangat mirip dengan kakaknya. Meski terlahir dari rahim wanita simpanan, tidak membuat hati Griya membusuk seperti apa yang dikatakan orang-orang diluar sana.
"Serin sebenarnya anak yang baik, dia penurut dan pintar. Hanya saja keegoisan kamilah orang tua yang membuat Serin menjadi seperti sekarang." Griya lagi-lagi memperlihatkan senyumnya tanpa melempaskan genggaman tangan.
Wanita paruh baya itu melempar tatapannya ke sisi lain saat air mata hampir saja menetes. Melihat hal itu Alexa lantas menyodorkan tisu pada saudara ayahnya.
"Jangan menangis tante!"
"Kamu benar, tante tidak seharusnya menangis." Griya tertawa hambar.
Wanita paruh baya itu masih berbicara banyak hal pada Alexa dan Kania sebelum berpamitan pulang sebab hari mulai gelap. Terlebih Griya akan mengurus beberapa hal setelah Jackson jatuh tidak sadarkan diri pasca mengetahui istrinya selingkuh bukan hanya pada satu pria.
__ADS_1
Sementara Alexa langsung menuju dapur setelah kepergian Bunda Serin. Wanita itu hampir lupa tujuanya turun ke lantai dasar tadi. Setelah membuat susu coklat, Alexa kembali ke kamarnya dan mendapati Sean masih sibuk dengan berkas.
Alexa mengelengkan kepalanya sambil meletakkan segelas susu di atas meja. "Istirahatlah dulu Husbu!" pinta Alexa.
"Sebentar Sayang, aku harus menyelesaikan semua laporan ini agar bisa diproses oleh Arya besok," sahut Sean tanpa mengalihkan tatapannya dari bekas.
Alexa lantas merebut berkas tersebut lalu menyembunyikan di balik tubuhnya, tidak lupa mengambil kacamata di wajah Sean.
"Tuan posesif jam kerjanya sudah habis, waktunya istirahat!" cetus Alexa penuh tekanan.
"Baiklah nyonya Sean." Sean menyandarkan tubuhnya pada sofa, tidak lupa menarik Alexa agar ikut bersandar.
"Darimana hm? Kenapa kau keluar kamar sangat lama?"
"Awalnya cuma mau buat susu, tapi aku kedatangan kerabat jauh jadi sekalian menyambutnya sebentar."
"Kerabat jauh? Cewek cowok?" Sean menatap Alexa penuh selidik.
"Tante Griya Husbu, posesif banget deh."
__ADS_1