
Bila Melihat Kesalahan dalam tulisan baik berupa dialog ataupun narasi, silahkan tulis di kolom komentar dan author akan memperbaikinya.
Dan jika terdapat beberapa masukan ataupun saran baik itu berupa gaya bahasa, tanda baca, dan lain-lain. Kalian juga bisa menyampaikannya di kolom komentar agar author bisa membuat chapter kedepan menjadi lebih baik.
Terima Kasih. (^ω^ )
***
Kilatan demi kilatan berjatuhan dari langit yang cerah, semua kilatan itu tertuju kepada orang-orang yang mengelilingi Yao Jun.
hanya membutuhkan lima hingga sepuluh kilatan untuk membunuh setiap kultivator yang berada di tingkat Fana kelas 3.
Sebenarnya teknik yang baru saja di keluarkan oleh Yao Jun bisa lebih kuat lagi tetapi mengingat Qi miliknya yang hanya tersisa sedikit menyebabkan efek yang di timbulkan menjadi lebih lemah.
Tetapi itu juga sudah cukup untuk membuat ketua kelompok mereka terluka parah karena kilatan yang menyambarnya lebih banyak dibanding anggota yang lain.
Yao Jun yang melihat itu tentu tidak hanya diam di tempat, dia melanjutkan pelariannya menuju arah pusat Hutan Seribu Monster meninggalkan organisasi Gunung 7 Dosa dengan jurus miliknya.
“Ketua tolong a—”
“Tidak-tidak, jangan jatuh ke arahku.”
Ketua kelompok yang melihat anggotanya tewas satu per satu menjadi geram dan ingin mencabik-cabik tubuh Yao Jun yang sedang berlari meninggalkan mereka.
Namun apa daya dia juga kesulitan menghindar dan menahan kilatan yang menuju ke arahnya.
“Akhirnya aku berhasil menjauh, aku beruntung bisa kabur dengan Qi yang sudah tidak ada lagi dalam tubuhku.”
Jurus yang baru saja di keluarkan Yao Jun merupakan salah satu teknik tingkat tinggi yang di miliki sektenya, tentu akan membutuhkan Qi dalam jumlah banyak untuk menggunakannya.
Jika kelompok Gunung 7 Dosa masih bisa selamat dari teknik itu maka bisa di pastikan Yao Jun tidak akan bisa selamat, melihat dirinya sudah tidak memiliki stamina yang cukup serta Qi yang tersisa.
Namun lagi-lagi keberuntungan tidak memihaknya, terlihat satu orang dengan topeng yang rusak serta jubah yang compang-camping sedang berlari cepat ke arahnya.
“Giok Kematian!” Teriak orang itu lantang.
__ADS_1
“Gawat....” Yao Jun meningkatkan kecepatan miliknya walau hanya bertambah sedikit.
Terliat orang yang sedang mengejar adalah ketua kelompok yang baru saja mengepungnya, dia melepaskan nafsu membunuh yang begitu kuat.
Setelah jarak antara mereka berdua cukup dekat, orang itu kemudian membentuk segel tangan dan merapalkan jurus miliknya.
“Teknik 7 Dosa : Dinding Tanah Dosa.”
Kemudian mencul sebuah dinding tanah yang cukup besar dan panjang menghalangi jalan yang di lalui Yao Jun, membuat dirinya terdiam di tempat.
“Sial ... sepertinya hanya bisa bertarung,” ungkap Yao Jun kesal.
Ketua kelompok yang mengejar Yao Jun dengan cepat merapatkan jarak antara dirinya dengan Yao Jun, dan saat jaraknya sudah cukup dekat dia kemudian mengeluarkan serangan tapak serta tendangan miliknya.
Yao Jun menyambut serangan yang di arahkan kepadanya, dan terjadilah pertarungan antara mereka berdua.
Walaupun kelelahan dan tidak memiliki Qi yang tersisa, itu bukanlah hal yang susah bagi Yao Jun untuk menahan setiap serangan yang ada dan menyerang balik.
Karena kualitas tulang milik Yao Jun sendiri adalah Tulang Giok, itu juga yang membuat patriak sektenya mengangkat Yao Jun sebagai murid langsungnya.
Puluhan serangan terjadi antara mereka berdua, ketua kelompok yang bertukar serangan dengan Yao Jun terpaksa harus melapisi tangan dan kakinya dengan Qi.
“Sial ... kau yang memaksaku, akan ku akhiri kau di serangan berikutnya.”
“Oh kebetulan sekali, aku juga ingin mengakhiri ini dengan cepat.”
Ketua kelompok itu mengalirkan Qi miliknya yang tersisa ke telapak tangan kanannya dan segera melompat ke arah Yao Jun dengan tapaknya
Yao Jun juga mengambil ancang-ancang kemudian mendorong telapak tangannya dengan kuat ke arah telapak orang di depannya.
Benturan antara serangan tapak mereka berdua cukup kuat, membuat tiupan angin yang kencang serta tanah yang mereka pijak menjadi retak.
Yao Jun tumbang setelahnya karena hanya mengandalkan kekuatan fisiknya, dia terbaring dan melihat ke arah musuh di depannya yang sedang bergumam dan berjalan mendekat ke arahnya.
“Huh-huh ... akhirnya kau tumbang juga, tenang saja karena aku tidak akan membiarkan kau mati dengan mudah,” ucap ketua kelompok itu dengan nafas terputus-putus.
__ADS_1
Yao Jun merapatkan giginya kesal, “Sial ... apakah hanya sampai di sini takdirku untuk hidup.”
Mata Yao Jun perlahan menutup dan mulai kehilangan kesadaran akibat kelelahan. Namun di saat dia akan pingsan, dia melihat seorang pemuda berdiri di depannya.
***
Di sebuah tepi danau yang berada di pusat Hutan Seribu Monster terlihat seorang pemuda seperti berusia 17 tahun sedang berdiri menatap danau yang ada di depannya.
Walau terlihat berusia 17 tahun namun pemuda itu aslinya berumur 15 tahun, pemuda itu tidak lain dan tidak bukan adalah Li Yuwen.
Li Yuwen sedang berdiri menatap danau tetapi sebenarnya sedang memikirkan gurunya yang akan datang, lamunannya terpecah setelah dia mendengar suara kilat yang cukup keras juga melihat sebuah dinding tanah tinggi yang tiba-tiba muncul.
“Pertarungan ini? Tidak salah lagi....” Li Yuwen berlari cepat ke arah sumber pertarungan.
Disisi lain terlihat dua orang sedang bertarung di dekat dinding tanah besar, mereka adalah Yao Jun dan ketua kelompok anggota Gunung 7 Dosa.
Terlihat puncak pertarungan antara mereka berdua terjadi setelah benturan tapak yang cukup kuat antar keduanya.
Yang pertama terhempas kebelakang kemudian terbaring di tanah dan yang satunya lagi mengalami hal yang sama tetapi masih bisa berdiri tegap.
Orang yang masih berdiri tegap bergumam beberapa hal dan berjalan mendekati orang yang sedang terbaring di tanah.
“Mati kau Giok Kematian.”
Ketua kelompok itu berniat menyerang Yao Jun dengan serangan terakhir miliknya namun dia menghentikannya setelah melihat seorang pemuda tampan yang tiba-tiba berdiri menghalanginya entah dari mana.
Ketua kelompok refleks melompat mundur karena tidak bisa merasakan hawa keberadaan pemuda di depannya, terlebih dia juga tidak merasakan adanya Qi di dalam tubuh pemuda itu.
“Siapa kau? Apa hubunganmu dengan Giok Kematian?”
Pemuda di depannya tidak menjawab dan malah membalikkan badannya mengangkat tubuh Yao Jun kemudian menyandarkannya pada pohon yang ada di dekatnya.
Ketua kelompok itu sontak kesal karena dirinya di abaikan dan berniat menyerang dua orang di depannya.
Namun sebelum dia bergerak, dia merasakan Aura Pembunuh yang cukup pekat bahkan mampu buat dirinya membeku di tempat dan merinding ketakutan.
__ADS_1
Pemuda itu membuka suara.
“Aku adalah Muridnya.”