Penguasa Dewa Semesta

Penguasa Dewa Semesta
Ch. 22 - Bakat Tang Lian


__ADS_3

Mendengar pujian yang di lontarkan oleh Jendral Liong, Zhang Wu menjadi senang kemudian beralih ke Tang Lian. Namun sama seperti sebelumnya, Tang Lian tidak tertarik dengan itu bahkan tetap tidak melirik ke arah Zhang Hao.


‘Putri kecil ini sungguh sombong ... lihat saja sampai kau tertarik dengan cucuku saat ujian penerimaan murid nanti,’ Zhang Wu tersenyum jahat.


Zhang Hao yang senang dengan pujian Jendral Liong lalu melirik ke arah Tang Lian yang terlihat tidak tertarik dengan dirinya, membuat Zhang Hao sedikit kesal kemudian mengambil langkah lebih jauh.


“Bagaimana menurut putri Tang Lian? Apakah saya cukup berbakat?” ucap Zhang Hao tanpa malu.


Xiang Yong yang melihat Zhang Hao mengambil langkah berani dengan menanyakan langsung pada Tang Lian, hanya menggelengkan kepalanya kemudian menatap Zhang Wu.


Zhang Wu yang menyadari tatapan Xiang Yong lalu mengalihkan wajahnya ke arah lain, takut akan mendapat ceramah lagi oleh Xiang Yong.


Tidak hanya Zhang Hao. Jendral Liong, Xiang Yong, dan Zhang Wu juga menunggu jawaban yang akan di ucapkan oleh Tang Lian dengan bakat yang dimiliki oleh Zhang Hao.


“Biasa saja,” ucap Tang Lian dengan nada datar tanpa menoleh ke arah Zhang Hao.


Mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Tang Lian, Xiang Yong juga Jendral Liong menahan tawa karenanya. Sedangkan Zhang Hao dan Zhang Wu yang melihat reaksi mereka berdua menjadi malu.


“I–itu ... putri Tang Lian, putri tahu sendiri bila kualitas tulang emas cukup langka bukan? kenapa putri menganggap itu biasa saja?” tanya Zhang Wu sedikit malu.


“Itu benar, tidak apa-apa bila putri mengatakannya biasa saja jika putri memiliki kualitas tulang yang sama atau di bawahnya ... tidak perlu malu mengatakannya.” Zhang Hao mencoba meninggikan dirinya.


Karena merasa terhina dengan ucapan Zhang Hao, Tang Lian mendekati Xiang Yong kemudian mengulurkan tangannya.


Xiang Yong yang memahami maksud Tang Lian mengulurkan tangannya padanya kemudian memegang pergelangan tangan Tang Lian dan mulai memeriksa nadinya.


Hanya beberapa saat setelahnya Xiang Yong menahan napasnya dalam-dalam, “Tulang ... Tulang Laut?” ucapnya kaget.


Perkataan Xiang Yong membuat sekumpulan orang yang melihat mereka menjadi histeris, kehebohan pun terjadi di Sekte Pedang Kilat karenanya.


Bagaimana tidak, kualitas tulang giok sendiri memiliki peluang kurang dari 10 persen untuk di temukan, sedangkan orang dengan kualitas tulang laut memiliki peluang 1 persen untuk dapat di temukan.

__ADS_1


Diantara kehebohan itu, hanya Zhang Hao lah yang menundukkan kepalanya karena merasa malu, tidak pernah dia sangka ucapannya malah menjadi bumerang untuk dirinya sendiri.


“Fondasinya?” Zhang Wu bertanya dengan semangat.


Xiang Yong kemudian kembali mengecek nadi Tang Lian, “Se ... sempurna, fondasinya sempurna.”


“Maksud tetua fondasinya 100 persen?” Zhang Wu kembali bertanya.


Xiang Yong kemudian hanya menganggukkan kepalanya pelan untuk menjawab rasa penasaran Zhang Wu.


Kehebohan pun makin menjadi setelah Xiang Yong mengatakannya, membuat seorang pria muda bertopeng kebingungan mendengar suara keributan yang sampai hingga ke tempatnya.


“Apa yang terjadi?” Li Yuwen bertanya.


“Jangan menghilangkan konsentrasi mu, bila ini pertarungan kau pasti akan terluka Wen’er,” jawab Yao Jun.


Yao Jun sebenarnya juga penasaran dengan apa yang terjadi namun berusaha tidak memperdulikannya, karena menurutnya mungkin itu hanya suara dari para gadis yang memulai keributan lagi setelah melihat Zhang Hao.


Yao Jun pun melihat keatas dan menemukan hari yang mulai menggelap, “Baiklah, mari kita sudahi latihan hari ini ... karena kau juga butuh istirahat untuk ujian penerimaan besok.”


“Kalau begitu murid pergi guru....” Li Yuwen pamit kemudian pergi meninggalkan halaman.


**


Terlihat Tang Lian dan yang lainnya tiba di kediaman kosong yang sebelumnya di tawarkan oleh Xiang Yong, Jendral Liong kemudian memasukkan dan menata barang-barang bawaan dirinya juga Tang Lian di ruangan yang berbeda.


Butuh beberapa menit untuk Jendral Liong menata seluruh barang yang dibawa, dan setelahnya Xiang Yong menghampirinya untuk membahas bantuan yang diminta oleh kekaisaran.


Tang Lian yang melihat Jendral Liong juga Xiang Yong saling berbincang satu sama lain memutuskan untuk pergi dan berlatih di tempat yang sepi.


Sedangkan Zhang Wu berusaha untuk mengikutinya namun di tahan oleh Xiang Yong, Zhang Wu menjadi sedikit menyesal karena menyuruh Zhang Hao untuk kembali berlatih setelah dia mempermalukan dirinya sendiri.

__ADS_1


Padahal menurutnya ini adalah kesempatan yang bagus untuk dirinya berduaan dengan Tang Lian sekaligus bertukar saran dalam bela diri.


Malam pun tiba, Li Yuwen yang sudah selesai membeli bahan yang di butuhkan untuk makan malam, segera berjalan kembali menuju kediaman.


Namun di jalan yang cukup sepi menuju arah kediaman, Li Yuwen mendengar suara seperti pedang yang sedang menebas angin, dan karena penasaran Li Yuwen mulai berjalan perlahan tanpa mengeluarkan suara untuk melihat sumber suara tebasan pedang itu.


Sesampainya di arah sumber suara, Li Yuwen menemukan seorang gadis muda sedang bermain pedang dengan indahnya.


Gadis muda itu melakukan gerakan pedang dengan anggun dan halus, dengan disinari cahaya rembulan malam disertai gaun yang di kenakannya, orang lain tidak akan percaya bila dia sedang melakukan latihan.


Dengan halusnya gerakan yang dia tunjukkan, juga pembawaannya yang anggun disertai gaun yang cocok dan paras yang cantik sedang disinari cahaya rembulan, siapapun yang melihat akan menyebutnya malaikat yang sedang menari dengan indahnya.


Terlebih di beberapa bagian tubuhnya memantulkan cahaya rembulan yang menyinari dirinya karena keringat yang dia keluarkan.


“Teknik berpedang yang indah,” puji Li Yuwen pelan.


Cukup lama Li Yuwen berdiam ditempatnya melihat gadis di depannya berlatih pedang, hingga akhirnya terdengar suara keluar dari mulut gadis itu.


“Mau sampai kapan kau melihatku dengan tatapan mesum mu itu?”


Li Yuwen yang mendengarnya pun tersentak kaget, “Eh ... Mesum?!” ucap Li Yuwen bingung.


Li Yuwen segera keluar menunjukkan dirinya dari tempat gelap sebelumnya dia menyaksikan gadis itu latihan.


“Sepertinya kau memiliki keberanian untuk menunjukkan dirimu orang mesum,” ucap Tang Lian dengan nada dingin.


“Tunggu ... biarkan aku bertanya, kenapa nona memanggil ku orang yang mesum?” Li Yuwen mencoba bertanya.


Namun tanpa menunggu jawaban yang diberikan, Li Yuwen segera paham dengan maksud Tang Lian menyebutnya sebagai orang mesum, itu dia pahami setelah melihat gaun yang Tang Lian kenakan memperlihatkan lekukan tubuhnya akibat kainnya yang menempel pada keringat yang dia keluarkan.


“Berhenti menatap tubuhku orang mesum,” ucap Tang Lian sekaligus melesatkan sebuah tebasan pedang ke arah Li Yuwen yang menatapnya.

__ADS_1


__ADS_2