
‘Aura? Jadi selama ini dia memakai aura?! Tetapi kenapa aku yang di tingkat bumi kelas 3 tidak bisa merasakannya?’ batin tetua kedua.
Tetua kedua pun menjadi curiga dengan aura yang Li Yuwen miliki, dan dia mulai berasumsi bahwa aura yang Li Yuwen gunakan adalah aura pembunuh, hal itu semakin di kuatkan dengan tidak adanya Qi di dalam tubuh Li Yuwen yang bisa di ubah menjadi aura Qi.
‘Setengah? Berapa banyak makhluk hidup yang dia bunuh hingga membuat setengah auranya saja sudah sebesar ini?’ batin Qiao Wei.
Karena tidak ingin membiarkan Li Yuwen mengintimidasi dirinya dengan aura secara terus menerus, Qiao Wei bergerak maju ke arah Li Yuwen dengan pedang miliknya walaupun tubuhnya terasa beberapa kali lebih berat dari biasanya.
Tidak butuh waktu yang lama bagi Qiao Wei untuk mencapai tempat Li Yuwen berdiri dan tanpa pikir panjang dia mengeluarkan teknik berpedang miliknya lalu menyerang Li Yuwen yang hanya diam saja.
“Terima ini!” Tebasan pedang pun melesat ke arah Li Yuwen namun dengan mudahnya di hindari olehnya bahkan tanpa bergerak sedikitpun dari tempatnya.
Serangan demi serangan di keluarkan oleh Qiao Wei, setiap titik yang dia incar begitu mematikan karena merupakan titik vital Li Yuwen, namun serangan itu selalu berhasil di hindari olehnya.
“Apa yang terjadi pada nona muda kita?”
“Murid tetua Yao itu hanya berdiri di tempat tetapi kenapa dia tidak bisa mengenainya?”
Orang-orang yang menonton pun menjadi sedikit kecewa karena pertarungan yang mereka harapkan tidak terjadi di antara mereka berdua, dan di tengah-tengah kekecewaan itu salah seorang murid sekte yang menonton menjelaskan apa yang sedang terjadi.
Penjelasan yang dia sampaikan begitu rinci dan mudah di pahami, dan hanya dalam waktu singkat mereka yang awalnya mendukung Qiao Wei menjadi berpihak kepada Li Yuwen setelah mengetahui apa yang Li Yuwen selalu lakukan pada setiap lawannya, bahkan itu juga di lakukannya kepada Qiao Wei sendiri.
“Tetua Qiao, sepertinya cucumu sedang kesusahan....” Ejek Zhang Wu.
“Cucuku itu belum mengeluarkan kekuatan penuh miliknya, jadi wajar saja dia kesusahan.” Tetua Qiao membalas walaupun dia sebenarnya khawatir dengan Qiao Wei
“Heh ... itu akan berbeda bila cucuku yang melawan murid tetua Yao, aku yakin dia bisa mengalahkannya hanya dalam satu gerakan.”
__ADS_1
“Kita lihat saja nanti....”
**
“Ada apa nona Qiao? Apakah kau lelah?” tanya Li Yuwen.
Qiao Wei yang mendengar itu kemudian berdecak kesal, “Kau terlalu meremehkan ku ... aku tau kau memiliki kemampuan untuk mengalahkan ku dalam sekejap, jadi berhentilah menghindar terus-terusan dan bertarung lah lebih serius.”
Qiao Wei kemudian melompat mundur untuk mengatur kembali napasnya yang terputus-putus akibat terlalu lelah dengan tekanan besar yang dia rasakan, pengelihatannya juga semakin kabur karena terlalu lelah menahan aura yang Li Yuwen keluarkan.
Li Yuwen yang mendengar perkataan Qiao Wei kemudian menghela napasnya, “Baiklah kalau itu mau mu ... bersiaplah karena aku akan mengakhirinya dalam satu gerakan....”
Li Yuwen kemudian melakukan sebuah kuda-kuda dan bersiap menyerang Qiao Wei yang berada tak jauh dari 6 langkah, Qiao Wei yang melihat itu pun meningkatkan kewaspadaannya.
“Ingin mengalahkan ku dalam satu gerakan? Bukankah itu terlalu som—” Kata-kata Qiao Wei terhenti setelah Li Yuwen yang berada 6 langkah di depannya sudah berdiri di hadapannya dengan sebuah tangan yang membentuk pedang dan di arahkan ke lehernya.
Tentu banyak yang heboh dengan apa yang baru saja mereka lihat, bahkan tidak ada satupun dari mereka yang menyaksikan bagaimana Li Yuwen bergerak secepat itu ke arah Qiao Wei, hanya mereka yang memiliki tingkatan di atas fana kelas 3 yang bisa melihat kecepatan gerakan Li Yuwen.
Qiao Wei yang mendengar perkataan Li Yuwen hanya merapatkan giginya sekaligus mengepalkan tangannya dengan kuat, “Aku menyerah,” ucap Qiao Wei walaupun dia tidak ingin melakukannya.
Suara sorakan terdengar mendukung Li Yuwen, tidak pernah mereka sangka seseorang yang memiliki bakat tulang tembaga bisa mengalahkan orang yang memiliki bakat tulang emas hanya dalam satu gerakan, bahkan Zhang Hao sendiri merasa tidak bisa melakukannya bila berhadapan oleh Qiao Wei.
“Teknik apa itu?” ucap Xiang Yong yang kebingungan.
Jendral Liong yang mendengar itu sedikit terkejut, “Patriak Xiang, apakah kau tidak mengenali teknik sektemu sendiri?” ucap Jendral Liong heran.
“Tidak, aku tidak pernah melihat teknik seperti itu di sekte....”
__ADS_1
Xiang Yong kemudian menjelaskan bahwa teknik yang baru saja Li Yuwen lakukan tidak pernah dia lihat di sekte, dan itu terasa asing baginya karena baru pertama kali melihat sebuah teknik yang mampu membuat seseorang bergerak secepat itu tanpa menggunakan Qi sama sekali.
Tidak hanya dia, Yao Jun juga ikut bingung dengan teknik muridnya itu, karena dia merasa tidak pernah mengajarkannya atau bahkan mengetahui teknik apa yang di pakai oleh Li Yuwen.
Selanjutnya pertarungan demi pertarungan terus terjadi setelah pertarungan antara Li Yuwen dan Qiao Wei terjadi, para penonton yang ada menjadi bosan karena pertarungan yang terjadi biasa saja dan mereka hanya kembali bersemangat bila giliran Li Yuwen atau Zhang Hao lah yang bertanding.
**
“Ada apa Wei’er?”
“Kakek? Kenapa kau ada disini?”
Terlihat tetua Qiao menghampiri cucu perempuan nya itu yang terlihat sedang tidak bersemangat.
“Apa yang terjadi saat pertarungan mu dengan murid tetua Yao tadi?”
“Itu....”
Qiao Wei kemudian menjelaskan bahwa sesaat setelah pertarungan di mulai dia merasakan sebuah tekanan aura yang begitu besar menimpa tubuhnya, itu membuat gerakannya lebih lambat karena terasa beberapa kali lebih berat dari yang seharusnya, Qiao Wei juga menambahkan bahwa yang mengeluarkan aura itu adalah Li Yuwen dan aura yang dia gunakan adalah aura pembunuh
“Aura pembunuh?!” ucap tetua Qiao kaget.
Tetua Qiao kemudian berpikir sejenak dan kembali berbicara, “Jadikanlah ini sebagai pengalaman, dan lain kali berusahalah lebih baik.”
Qiao Wei kemudian menganggukkan kepalanya, dan setelah itu tetua Qiao pergi kembali menuju kursinya, ’Aku harus membicarakan masalah ini nanti kepada patriak,’ batin tetua Qiao.
Pertarungan yang terus menerus terjadi akhirnya mencapai finalnya dengan di panggilnya dua nama calon murid yang selalu membuat heboh para penonton yang ada.
__ADS_1
Suara kehebohan kembali menggema di seluruh ruangan, sebab pertarungan antara kedua calon murid inilah yang paling mereka tunggu-tunggu melihat keduanya tidak menggunakan kekuatan penuhnya ketika bertarung.
“Li Yuwen ... Zhang Hao!”