Penguasa Dewa Semesta

Penguasa Dewa Semesta
Ch. 54 - Mata Iblis


__ADS_3

Segerombolan orang pria yang mengenakan jubah berlambangkan pedang tiba-tiba muncul di dalam area pertempuran tanpa di ketahui dari mana mereka datang, itu adalah murid-murid Sekte Pedang Kilat.


“Telan ini....” Li Yuwen mengeluarkan sebuah pil dari balik jubahnya dan memasukkannya kedalam mulut Zhao Xu.


“Siapa kau!? Apa yang kau masukkan kedalam mulut istriku!?”


“Tenang saja, ini adalah pil vitalitas.”


Tidak membutuhkan waktu yang lama setelah Zhao Xu menelan pil vitalitas dia kembali bisa bergerak dan berdiri, ditambah luka-luka yang dia alami sebelumnya sudah sembuh total.


Zhao Lang yang melihat itu segera bangkit dan berlari mendekati Zhao Xu, melihat tubuh istrinya baik-baik saja Zhao Lang segera berterima kasih kepada Li Yuwen.


“Bolehkah aku bertanya siapa kalian ini?”


“Bertanyanya nanti saja, karena masih ada hal lain yang harus kita lakukan.”


Zhao Lang hanya diam saja mendengar jawaban dari Li Yuwen, dia melihat ke sekitar bahwa masih ada para anggota tengkorak hitam yang menyerang, namun setelah melihat itu semua Zhao Lang mengalihkan pandangannya ke arah dimana Dong Shi terpental.


Di lain sisi Dong Shu yang melihat saudaranya terpental ke belakangnya segera membalikkan badan, namun disana terlihat seorang pria lagi yang mengenakan sebuah topeng dengan rambut panjang berwarna hitam sedang memegang leher Dong Shi.


“Siapa kau! Apa yang kau lakukan kepada saudaraku!?” Dong Shu berteriak.


Namun pria bertopeng itu hanya menghembuskan napasnya sambil menggelengkan kepala, dan setelahnya dia memegang gagang pedang miliknya yang tersarung di pinggang.


“Jawab aku!” Dong Shu kembali berteriak.


Tanpa Dong Shu ketahui, pria bertopeng itu tiba-tiba sudah menghilang dari pandangannya dan sudah berdiri jauh di belakangnya dan berkumpul di tempat dimana Li Yuwen berada.


Dong Shu tentu segera membalikkan pandangannya ke belakang, dan dia terkejut orang yang baru saja berada tepat di samping tubuh saudaranya kini berdiri jauh di belakangnya. Namun berbeda dari sebelumnya, pria itu terlihat telah menghunuskan pedang miliknya.


“Apa yang ... bagaimana dia bisa ada disana?” Dong Shu bertanya kepada dirinya sendiri.


“Wen’er, bukankah sudah kita bicarakan sebelumnya bahwa kau harus berhati-hati di medan pertempuran juga tidak boleh membunuh orang?”

__ADS_1


“Guru, bukankah seharusnya seorang guru mengajari murid dan muridnya mengikuti? Aku hanya mengikuti apa yang guru lakukan, dan orang di belakang guru adalah contohnya.” Li Yuwen membalas.


Zhao Lang dan Zhao Xu sedikit kebingungan kenapa mereka berdua saling beradu argumen, tetapi dengan cepat kembali mengalihkan pandangan dimana Dong Shu sebelumnya berdiri, dan setelah kembali memfokuskan diri ke arah Dong Shu, betapa terkejutnya mereka berdua dengan Dong Shu yang tubuhnya berdiri namun kepalanya sudah tidak berada di tempatnya.


“Wen’er, lain kali berusahalah untuk tidak membunuh!”


“Akan aku usahakan guru....”


Selesai beradu argumen dengan muridnya, Yao Jun memerintahkan para murid sekte untuk segera membantu pihak Zhao Lang melawan para anggota tengkorak hitam yang ada, dan dalam waktu yang singkat arah pertempuran berbalik arah.


Merasa situasi sudah sedikit terkendali, Yao Jun menghampiri Zhao Lang yang masih kebingungan dengan apa yang sedang terjadi.


“Apakah anda tuan Zhao yang memimpin kota ini?”


“Benar, saya adalah Zhao Lang pemimpin kota Zhao ... bila saya boleh tahu siapakah kalian ini?”


Yao Jun kemudian menjelaskan siapa mereka juga apa tujuan mereka datang ke kota Zhao, penjelasan itu di buat dengan singkat, namun hanya dengan penjelasan yang singkat itu sudah membuat Zhao Lang menghembuskan napas lega, begitu juga Zhao Xu.


Zhao Lang berterima kasih sekaligus ingin membungkukkan badannya, namun di hentikan oleh Yao Jun.


“Tidak perlu sungkan, sudah sewajarnya kami aliran putih membantu karena memang para aliran hitam di kekaisaran kini terus membuat kekacauan di berbagai wilayah kekaisaran.”


“Guru, masih ada hal yang harus kita lakukan!” Li Yuwen menengahi pembicaraan mereka berdua.


Kemudian keempat orang itu segera berpencar satu sama lain dan segera menyerang para anggota tengkorak hitam.


**


“Tetua! Tetua!” Salah seorang anggota tengkorak hitam menghampiri.


“Apa yang terjadi? Apakah kita Zhao sudah sepenuhnya di rebut?”


“Tidak, bukan itu tetua!”

__ADS_1


Orang itu kemudian menjelaskan apa yang baru saja dia lihat di medan pertempuran dengan begitu rinci, bahkan kematian Dong bersaudara juga tidak dia lewatkan, ditambah kemunculan seorang pria bertopeng yang menjadi dalang pembunuhan mereka berdua.


“Dari lambangnya, sepertinya mereka adalah anggota dari Sekte Pedang Kilat.”


“Pria bertopeng katamu?” Tetua tengkorak hitam lebih tertarik dengan identitas pria bertopeng yang dimaksud.


“Itu pasti dia! Itu pasti Giok Kematian!” Tetua tengkorak hitam tertawa lantang.


Kemudian tetua tengkorak hitam segera memerintahkan salah anggotanya untuk memberitahukan kepada seluruh anggota yang ada untuk segera menuju pusat kota ke tempat dimana pertempuran terjadi, tetapi dirinya sendiri lekas berlari cepat menggunakan ilmu meringankan tubuh miliknya.


“Giok Kematian, hari ini akan kubalas kau!” Tetua tengkorak hitam berlari sembari tertawa keras.


**


Beberapa saat sudah berlalu sejak Sekte Pedang Kilat tiba di medan pertempuran, kini pasukan musuh berkurang drastis dengan cepat dan hanya menyisakan sekitar seribu anggota saja. Dana sama seperti yang terjadi pada tengkorak hitam, kini pasukan Zhao Lang lah yang anggotanya seperti tidak berkurang sama sekali berkat bantuan dari Sekte Pedang Kilat.


Pertempuran terus berlalu, masing-masing pihak sama sibuknya dengan apa yang mereka hadapi, dan beberapa saat kemudian terdengar suara yang cukup keras seperti sebuah benda yang berat menghantam tanah.


“Giok Kematian! Akhirnya takdir membawamu kepadaku!”


Orang yang berteriak barusan tidak lain dan tidak bukan adalah tetua tengkorak hitam yang baru saja melompat tinggi dan mendarat ke tanah dengan keras agar membuat semua orang terkejut.


“Dimana kau Giok Kematian!?”


“Tidak perlu berteriak seperti itu! Aku sudah ada di belakangmu!” Yao Jun membalas.


“Di sana kau rupanya, kau ingatkan apa yang kau lakukan dulu kepada mataku ini, kini aku ingin membalasnya dengan membunuhmu!”


“Kenapa kau begitu marah? Bukankah karena tebasanku itu juga yang membuatmu kini memiliki sebuah julukan yang bagus? Mata Iblis!”


“Kurang ajar!” Mata Iblis kemudian berlari cepat ke arah Yao Jun dengan memegang sebuah palu yang cukup besar di tangannya.


Disaat jaraknya di rasa sudah cukup dekat, Mata Iblis mengayunkan palu besarnya yang sudah dialiri dengan Qi ke arah tubuh Yao Jun, namun serangannya itu dapat dengan mudah di hindari oleh Yao Jun.

__ADS_1


__ADS_2