
“Menggunakan teknik ini terlalu menyakitkan dan membebani tubuhku ... aku harus segera mencapai tulang giok agar lebih leluasa menggunakannya,” ucap Li Yuwen sebelum terbaring di tempat.
Teknik yang Li Yuwen gunakan adalah salah satu teknik tingkat tinggi yang tidak sengaja dia pelajari setelah melihat seorang kultivator menggunakannya ketika dia berpetualang di Kekaisaran Jin di utara. Teknik itu sungguh unik karena bisa di gunakan tanpa Qi sekalipun, tetapi kekuatan yang dihasilkannya juga hanya seperempatnya saja.
Yang Li Yuwen lakukan dulu memang bukanlah hal yang bagus karena itu biasa di katakan sebagai mencuri ilmu, dan bila suatu sekte mengetahui ilmunya sudah di curi maka kultivator yang mencurinya akan terus di targetkan hingga dia tewas atau pasrah dan masuk ke sekte yang memiliki tekniknya.
Nama teknik itu adalah Teknik Tapak dan Tendangan Air Mengalir, seperti namanya teknik ini memfokuskan pada serangan tapak juga tendangan, tetapi yang baru di perlihatkan oleh Li Yuwen sendiri hanyalah salah satu cara dari jurus tapak.
Jurus yang ada di dalam teknik air mengalir hanya ada dua seperti namanya, jurus tapak dan jurus tendangan. Walaupun hanya ada dua tetapi tiap jurus yang ada bisa di gunakan dalam berbagai cara, contoh besarnya adalah saat Li Yuwen menggunakan jurus tapak dengan cara menyentuh benda atau tubuh lawan yang mengakibatkan gelombang kejut besar, dan yang lainnya adalah saat Li Yuwen menggunakan jurus tendangan tetapi menggunakannya hanya sebatas bergerak dengan cepat seperti saat melawan Qiao Wei.
Tidak berselang lama setelah suara keras dari teknik yang Li Yuwen gunakan terdengar, empat orang terlihat mendatangi tempatnya berada dengan kecepatan tinggi.
“Wen’er!” teriak Yao Jun khawatir.
Yao Jun yang mendengar berita dari Tang Lian bahwa mereka berdua di serang oleh seorang pembunuh tentu membuatnya khawatir karena Tang Lian juga mengatakan Li Yuwen sedang menahan pembunuh itu agar dirinya bisa kabur, dan tanpa pikir panjang Yao Jun paling pertama yang melesat dengan cepat menuju tempat kejadian.
Yao Jun yang sudah melihat Li Yuwen segera berlari mendekatinya tanpa peduli di sisi lain ada orang yang sedang terluka, bahkan sudah menghembuskan napas terakhirnya.
Tang Lian pun demikian, dia tidak peduli dengan pembunuh yang berniat membunuh dirinya sebelumnya dan hanya berlari mendekati tempat Li Yuwen berada.
“Wen’er kau tidak apa-apa? Gurumu sudah tiba!” ucap Yao Jun sambil memegang tangan Li Yuwen khawatir.
__ADS_1
“Guru ... aku tidak apa-apa, aku hanya kelelahan dan tidak bisa bergerak.”
Yao Jun yang mendengar itu menghembuskan napas lega, tidak pernah dia sangka Li Yuwen akan sebegitu nekatnya bertarung melawan seorang kultivator tingkat tinggi sendirian tanpa menggunakan Qi sama sekali.
Disisi lain, Xiang Yong dan Jendral Liong mendekati tubuh pembunuh yang baru saja menyusup, melihat kondisinya begitu menyedihkan Xiang Yong memeriksa nadi di leher orang itu, dan betapa terkejutnya Xiang Yong melihat luka dalam yang orang itu miliki.
“Betapa mengerikannya ini....”
“Apa yang terjadi dengan tubuhnya patriak Xiang?”
Xiang Yong kemudian menjelaskan bahwa tidak ada satupun tulang rusuk bagian kanan di tubuh orang itu yang tidak hancur menjadi serpihan-serpihan kecil, bahkan organ-organ tubuh di dalamnya juga ikut hancur tidak berbentuk, bahkan bila harus menggunakan pil vitalitas sekalipun itu tidak akan bisa di perbaiki dan harus menggunakan pil tingkat tinggi untuk memperbaikinya.
Jendral Liong yang mendengar penjelasan itu hanya meneguk air liurnya dan menolehkan pandangannya kepada Li Yuwen.
“Sepertinya itu teknik yang sama seperti yang kita lihat saat di ujian.”
Selain melihat kondisi mayat itu, mereka berdua juga menyaksikan suasana area sekitar yang begitu buruk, bahkan tanah yang mereka pijak juga memiliki retakan besar hasil dari teknik Li Yuwen.
Tidak lama setelah itu datang sepuluh orang berjubah hitam yang mengenakan topeng berwarna emas, disaat tiba mereka segera membungkuk meminta maaf kepada Jenderal Liong.
“Kalian orang-orang tidak berguna! Kaisar memerintahkan kalian untuk menjaga tuan putri ... tetapi apa? Andai saja murid tetua Yao tidak ada bersamanya mungkin nyawa tuan putri sudah tidak ada di tubuhnya!” Jendral Liong berteriak marah.
__ADS_1
“Kami memohon ampunan Jendral, tetapi kami memiliki penjelasan....”
Salah satu pasukan emas darah kemudian menjelaskan disaat mereka merasakan ada niat membunuh sedang mengarah kepada Tang Lian, mereka yang awalnya berniat datang tetapi masing-masing dari mereka di kepung oleh lima anggota Organisasi Gunung 7 Dosa yang berada di tingkat fana kelas 3.
Walaupun berhasil membunuh lebih dari setengah orang yang mengepung, tetap saja ada yang berhasil lolos, salah satu dari mereka pun menyerahkan potongan tangan kepada Jenderal Liong sebagai buktinya.
“Gunung 7 Dosa ... mereka adalah orang-orang yang merepotkan,” ucap Xiang Yong.
Sesaat setelah Xiang Yong mengatakan itu, pasukan emas darah juga menambahkan bahwa mereka juga berusaha di serang menggunakan sebuah racun yang tidak pernah mereka lihat, salah satu dari merekapun memberikan sebuah pisau lempar yang di mata pisau itu terlihat sebuah cairan berwarna hitam pekat.
“Racun? Jangan bilang....”
Jendral Liong mengingat dengan jelas seorang ahli racun yang ada di Gunung 7 Dosa, dia adalah Zhong Peng dengan julukan Ular Berwajah Iblis, tidak hanya itu yang Jendral Liong ingat dari Zhong Peng.
Zhong Peng merupakan kultivator tingkat tinggi yang berada di tingkat bumi kelas 2 sama seperti Tang Jianying, Zhong Peng juga merupakan tetua ke tujuh dari Organisasi Gunung 7 Dosa, karena namanya yang cukup terkenal di dunia kultivasi Kekaisaran Tang siapapun yang mendengar namanya akan segera kabur bila mengetahui dia berada di kota yang sama.
Karena siapapun tahu bahwa Zhong Peng adalah seorang maniak racun yang bahkan tidak segan untuk meracuni bayi demi melakukan penelitiannya akan racun.
Dari serangkaian ingatan di dalam kepala Jenderal Liong akan Zhong Peng, yang paling jelas di dalam ingatannya adalah saat Zhong Peng menculik Liu Jingmi istri dari Yang Jianying yang dulu di kenal sebagai wanita paling cantik di kekaisaran.
Dulu wajah Zhong Peng tidak seperti yang sekarang, dia memiliki paras yang cukup tampan dari kebanyak pria yang ada, namun karena pertarungannya dengan Tang Jianying sekitar sepuluh tahun yang lalu mengubah wajahnya menjadi jelek karena terkena racunnya sendiri yang di lemparkan oleh Tang Jianying. Perseturuan antara mereka berdua pun terus berlanjut sampai sekarang.
__ADS_1
‘Ini situasi yang gawat,’ batin Jendral Liong sebelum menambahkan, “Salah satu dari kalian pergi ... laporkan ini kepada kaisar.”